Detik-Detik Longsor Maut di Desa Batu Bini HSS Timbun 4 Pencari Batu Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Tangkap Kakak Beradik Pemilik 2,1 Kg Sabu-Sabu Selama Idulfitri, PDAM Bandarmasih Pastikan Pasokan Aman Dewan Minta Pemkot Banjarbaru Lebih Peka Permasalahan Warganya, Simak Penjelasan Wali Kota Motif Pembunuhan Dipocong di Tabat HST Terungkap, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Karhutla, BPBD Tapin Warning Perusahaan Sawit dan Tambang

- Apahabar.com Senin, 14 September 2020 - 21:27 WIB

Karhutla, BPBD Tapin Warning Perusahaan Sawit dan Tambang

Kebakaran Lahan di Tapin hari ini di Kecamatan Tapin Tengah dari Helikopter. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Sejak Juli sampai Agustus 2020 lalu tercatat ada 14 titik kebakaran lahan non produktif dengan luasan 12.06 Ha di Kabupaten Tapin.

Terkait beberapa kasus wilayah konsesi kelapa sawit dan pertambangan yang terbakar. Diingatkan Kepala BPBD Tapin Said Abdul Nasir, ini tugas perusahaan yang memadamkan.

“Seandainya ada perusahaan sawit membuka lahan dengan cara membakar tentu ada sanksi. Daerah hanya merekomendasikan kewenangan untuk sanksi adalah provinsi, misalnya kehutanan atau pusat dari kementerian,” ujarnya

Kata Said, untuk wilayah perusahaan sawit itu ada di Candi Laras Utara, Candi Laras Selatan, sebagian ada di Tapin Tengah dan Binuang.

“Apabila terjadi kebakaran yang harus memadamkan atau yang tanggung jawab adalah perusahaan sawit, kita sudah mencek kesiapan mereka pada Juli lalu, siap aja tinggal pelaksanaan mereka menjaga wilayahnya,” ujarnya.

Terkait perusahaan tambang batu bara, Said meminta mereka untuk sering melakukan patroli dan penanganan cepat untuk memadakan batu bara yang terbakar ataupun berasap.

“Hanya asap. Nah, asapnya itu berpotensi mengganggu. Untuk tambang kira kira sudah ada 6 kejadian di Salam Babaris dan Lokpaikat. Lubang yang sudah ditinggalkan juga ada yang berasap,” ujarnya.

apahabar.com

Kepala BPBD Tapin Said Abdul Nasir saat berada di kantornya. Senin, (14/9). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

Karhula Tahun 2020 ini tak separah tahun sebelumnya. Karena saat ini adalah musim kemarau basah, kata Said. Namun demikian Satgas Karhutla Tapin tetap siap siaga. Sesuai SK Bupati Tapin untuk penanganan karhutla dari Juli lalu sampai 30 November 2020.

“Saat ini, cuaca sulit diprediksi dan puncak Karhutla juga karena kemarau basah ada hujan disela selanya. Kebiasaan puncaknya bulan September sampai Oktober,” ujar Said.

Satgas Tapin juga sudah melakukan sosialisasi ke Masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan ataupun hutan.

“Begitu terpantau titik panas langsung turun ke lapangan, lahan hutan dan gambut maka akan kita lakukan pemadaman terlebih dahulu. Kalau kita tidak sanggup, maka akan minta bantuan water boom dari helikopter,” ujarnya.

Said pun berharap Karhutla tahun ini jangan sampai menyebabkan gangguan asap kepada masyarakat yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Data Karhutla 2019, ada 282 kebakaran lahan di Tapin dengan total 830 titik api. Dengan rincian wilayah terbakar semak belukar 991,3 hektar dan wilayah kebun 269,7 hektar.

Kasus kebakaran hutan 2019 mengalami puncaknya pada September, Oktober dan Nopember, dengan total 262 kasus.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hujan Lagi, Hanya Tanjung Berawan
apahabar.com

Kalsel

Legislator Kalsel Perjuangkan Batola dan Tanbu Masuk Food Estate di Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Tak Terima Ditegur, Pemuda Tombak Polisi di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pembayaran Gaji Ke-13 Tuntas
PPKM Mikro

Kalsel

Resmi! PPKM Mikro di Banjarmasin Diperpanjang Lagi
apahabar.com

Kalsel

Sebaran Covid-19 di Tanbu: 35 Sembuh, 8 Positif
apahabar.com

Kalsel

Asyik Ngamar, Puluhan Pasangan Terjaring Razia di Banjarmasin
Vaksinasi Tahap 2

Kalsel

Di Tengah Kondisi Banjir, Pemprov Kalsel Tak Tunda Vaksinasi Tahap 2
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com