Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram Nomor Urut Diundi, Cuma 1 Paslon Pilwali Banjarmasin Taat Prokes! Kronologi Lengkap Ambruknya Pilar Jembatan HKSN Banjarmasin Versi Pemerintah

Karhutla, BPBD Tapin Warning Perusahaan Sawit dan Tambang

- Apahabar.com Senin, 14 September 2020 - 21:27 WIB

Karhutla, BPBD Tapin Warning Perusahaan Sawit dan Tambang

Kebakaran Lahan di Tapin hari ini di Kecamatan Tapin Tengah dari Helikopter. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Sejak Juli sampai Agustus 2020 lalu tercatat ada 14 titik kebakaran lahan non produktif dengan luasan 12.06 Ha di Kabupaten Tapin.

Terkait beberapa kasus wilayah konsesi kelapa sawit dan pertambangan yang terbakar. Diingatkan Kepala BPBD Tapin Said Abdul Nasir, ini tugas perusahaan yang memadamkan.

“Seandainya ada perusahaan sawit membuka lahan dengan cara membakar tentu ada sanksi. Daerah hanya merekomendasikan kewenangan untuk sanksi adalah provinsi, misalnya kehutanan atau pusat dari kementerian,” ujarnya

Kata Said, untuk wilayah perusahaan sawit itu ada di Candi Laras Utara, Candi Laras Selatan, sebagian ada di Tapin Tengah dan Binuang.

“Apabila terjadi kebakaran yang harus memadamkan atau yang tanggung jawab adalah perusahaan sawit, kita sudah mencek kesiapan mereka pada Juli lalu, siap aja tinggal pelaksanaan mereka menjaga wilayahnya,” ujarnya.

Baca juga :  Asyik, iPhone SE 2020 Sudah Bisa Dipesan

Terkait perusahaan tambang batu bara, Said meminta mereka untuk sering melakukan patroli dan penanganan cepat untuk memadakan batu bara yang terbakar ataupun berasap.

“Hanya asap. Nah, asapnya itu berpotensi mengganggu. Untuk tambang kira kira sudah ada 6 kejadian di Salam Babaris dan Lokpaikat. Lubang yang sudah ditinggalkan juga ada yang berasap,” ujarnya.

apahabar.com

Kepala BPBD Tapin Said Abdul Nasir saat berada di kantornya. Senin, (14/9). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah

Karhula Tahun 2020 ini tak separah tahun sebelumnya. Karena saat ini adalah musim kemarau basah, kata Said. Namun demikian Satgas Karhutla Tapin tetap siap siaga. Sesuai SK Bupati Tapin untuk penanganan karhutla dari Juli lalu sampai 30 November 2020.

“Saat ini, cuaca sulit diprediksi dan puncak Karhutla juga karena kemarau basah ada hujan disela selanya. Kebiasaan puncaknya bulan September sampai Oktober,” ujar Said.

Baca juga :  Jelang Live Streaming Timnas U19 Indonesia vs Bosnia Malam Ini, Prediksi Formasi, Line Up dan Skor, Live NET TV dan Mola TV

Satgas Tapin juga sudah melakukan sosialisasi ke Masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan ataupun hutan.

“Begitu terpantau titik panas langsung turun ke lapangan, lahan hutan dan gambut maka akan kita lakukan pemadaman terlebih dahulu. Kalau kita tidak sanggup, maka akan minta bantuan water boom dari helikopter,” ujarnya.

Said pun berharap Karhutla tahun ini jangan sampai menyebabkan gangguan asap kepada masyarakat yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Data Karhutla 2019, ada 282 kebakaran lahan di Tapin dengan total 830 titik api. Dengan rincian wilayah terbakar semak belukar 991,3 hektar dan wilayah kebun 269,7 hektar.

Kasus kebakaran hutan 2019 mengalami puncaknya pada September, Oktober dan Nopember, dengan total 262 kasus.

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kalsel Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Libatkan Ratusan Relawan, Surat Suara di Tanbu Mulai Dilipat Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Buntut Kisruh Jemaah, Travellindo Ganti Direktur, Intip Sosoknya
apahabar.com

Kalsel

Hasil PCR di IGD RSUD Abdul Aziz Marabahan Batola, 4 Nakes Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Reses di Belitung Utara, Dewan Dapat Keluhan Soal PDAM
apahabar.com

Kalsel

Dipandang Sosok Menginspirasi, Organisasi dan Komunitas Pemuda di Banjarmasin Dukung Duet Hj Ananda-Mushaffa
apahabar.com

Borneo

Oknum Guru Terjaring Razia Satpol PP di Homestay Filips Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pemasangan APK Langgar Aturan, PKS Salahkan Pihak Ketiga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com