Bank Data Pilkada Kalsel 2020: 1 Pilgub, 2 Pilwali, 5 Pilbup, Peta Kekuatan 24 Paslon Misteri KDRT Berdarah di Kintap Tala, Polisi Selisik Jejak Suami Pandemi Covid-19, Air-Listrik Balai Karantina Banjarmasin Malah Nunggak! Akun Ilegal Paslon di Banjarmasin, Bawaslu Gandeng Kepolisian Dikira Diare, Wakil Gubernur Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Kekhawatiran Pasar Mereda, Rupiah Ditutup Menguat

- Apahabar.com Selasa, 15 September 2020 - 19:45 WIB

Kekhawatiran Pasar Mereda, Rupiah Ditutup Menguat

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto: Bisnis

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (15/9) sore ditutup menguat.

Penguatan rupiah karena didukung meredanya kekhawatiran pasa terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total yang dimulai pada Senin (14/9) kemarin.

Rupiah ditutup menguat 35 poin atau 0,24 persen menjadi Rp14.845 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.880 per dolar AS.

“Pekan ini, pemberlakuan PSBB total di DKI Jakarta sudah dimulai dan ternyata tidak terlalu total. Padahal semula pasar begitu khawatir dengan implementasi PSBB di ibu kota, sehingga pelaku pasar kembali lega dan bekerja seperti biasanya serta kekhawatiran gerak roda ekonomi akan seret kembali sirna,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Baca juga :  Pilwali Banjarmasin 2020, Ananda-Mushaffa Susul Paslon Lain Serahkan Akun ke KPU

Dari domestik, sentimen lainnya yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 mengalami surplus 2,33 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor 13,16 miliar dolar AS dan impor 10,74 miliar dolar AS.

Dari eksternal, perkembangan positif dari pengembangan vaksin Covid-19, membantu mengangkat persepsi pelaku pasar. Pasar juga terus memantau perkembangan tentang Brexit.

Selain itu, investor juga menanti hasil pertemuan kebijakan bank sentral AS The Fed pada Rabu (16/9), serta pertemuan bank sentral Jepang dan Inggris pada Kamis (17/9).

Baca juga :  Banjarmasin Tinggal Satu Zona Merah, H. Hermansyah: Berkat Usaha Kita Bersama

Secara khusus, pertemuan The Fed minggu ini akan menjadi yang pertama sejak Gubernur The Fed Jerome Powell mengumumkan pergeseran ke arah toleransi yang lebih besar terhadap inflasi dan secara efektif berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.805 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.805 per dolar AS hingga Rp14.864 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.870 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.974 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Efek Corona: Rupiah Menguat, Yuan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Percepatan Pembangunan Pabrik Karet Kalsel Terus Dinanti
apahabar.com

Ekbis

Stok Sembako Kaltim Aman Sampai Hari Raya
apahabar.com

Ekbis

Jadi Pendemi Global, Rupiah Terpapar Kebijakan WHO
apahabar.com

Ekbis

Penjual Sate Keluhkan Harga Ayam Naik
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Menguat Seiring Positifnya Bursa Nasional
apahabar.com

Ekbis

Nokia 9 PureView Bakal Punya Fingerprint Bawah Layar
apahabar.com

Ekbis

Ambyar! Konsumsi BBM Kalsel Anjlok Imbas Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com