Update Banjir Satui Tanah Bumbu: Air Sudah Turun, Cuaca Kembali Mendung Tunggakan Gaji Tenaga Puskesmas, Anggota Dewan Dicuekin Kadinkes Banjarmasin Wali Kota Balikpapan Mulai Bersih-Bersih Rumdin, Meja Biliar hingga Ikan Koi Diangkut Fakta di Balik Pemuda Tewas Tergantung di Pulau Alalak, Dua Kali Coba Gantung Diri Gaji Tenaga Kontrak Nunggak 4 Bulan, Wakil Rakyat Minta Dinkes Banjarmasin Gercep

Kekhawatiran Pasar Mereda, Rupiah Ditutup Menguat

- Apahabar.com Selasa, 15 September 2020 - 19:45 WIB

Kekhawatiran Pasar Mereda, Rupiah Ditutup Menguat

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto: Bisnis

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (15/9) sore ditutup menguat.

Penguatan rupiah karena didukung meredanya kekhawatiran pasa terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total yang dimulai pada Senin (14/9) kemarin.

Rupiah ditutup menguat 35 poin atau 0,24 persen menjadi Rp14.845 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.880 per dolar AS.

“Pekan ini, pemberlakuan PSBB total di DKI Jakarta sudah dimulai dan ternyata tidak terlalu total. Padahal semula pasar begitu khawatir dengan implementasi PSBB di ibu kota, sehingga pelaku pasar kembali lega dan bekerja seperti biasanya serta kekhawatiran gerak roda ekonomi akan seret kembali sirna,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Dari domestik, sentimen lainnya yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 mengalami surplus 2,33 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor 13,16 miliar dolar AS dan impor 10,74 miliar dolar AS.

Dari eksternal, perkembangan positif dari pengembangan vaksin Covid-19, membantu mengangkat persepsi pelaku pasar. Pasar juga terus memantau perkembangan tentang Brexit.

Selain itu, investor juga menanti hasil pertemuan kebijakan bank sentral AS The Fed pada Rabu (16/9), serta pertemuan bank sentral Jepang dan Inggris pada Kamis (17/9).

Secara khusus, pertemuan The Fed minggu ini akan menjadi yang pertama sejak Gubernur The Fed Jerome Powell mengumumkan pergeseran ke arah toleransi yang lebih besar terhadap inflasi dan secara efektif berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.805 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.805 per dolar AS hingga Rp14.864 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.870 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.974 per dolar AS.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI: Harga Minyak Dunia Anjlok Positif Bagi Ekonomi Indonesia
apahabar.com

Ekbis

OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Kembali Melonjak
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Awal Pekan Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Gelombang II Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Nadalsyah Impikan Barut Miliki Pabrik Ilir Sawit
apahabar.com

Ekbis

Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19
apahabar.com

Ekbis

IHSG Menguat Terbawa Kenaikan Bursa Saham Global
apahabar.com

Ekbis

Dukung Pendidikan Era New Normal, Acer Berbagi Beasiswa Internasional
apahabar.com

Ekbis

Selama Libur Panjang, Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com