Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

Kematian Tenaga Medis Indonesia Tertinggi di Dunia, IDI Terbitkan Pedoman Standar Perlindungan Dokter Tangani Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 13 September 2020 - 21:02 WIB

Kematian Tenaga Medis Indonesia Tertinggi di Dunia, IDI Terbitkan Pedoman Standar Perlindungan Dokter Tangani Covid-19

Ilustrasi tenaga media menggunakan baju perlindungan untuk menangani pasien Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Rasio kematian tenaga medis Indonesia tertinggi di dunia. Pengurusa Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menerbitkan pedoman standar perlindungan dokter di era Covid-19.

“Rasio kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia saat ini termasuk yang tertinggi. Oleh karena itu perlu upaya pencegahan dan mitigasi agar mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan senantiasa terlindungi dan terjamin keselamatannya,” kata Humas PB IDI Halik Malik, Minggu (13/9).

Seperti dilansir apahabar.com dari Detik.com, Halik berharap pedoman ini bisa digunakan untuk menjaga para dokter yang memberikan pelayanan kesehatan di tengah pandemi Corona. Dia menyebut langkah ini dilakukan untuk meminimalisir risiko tenaga kesehatan terpapar Covid-19.

“Salah satu upaya yang dilakukan untuk meminimalisir risiko terpapar virus Corona adalah dengan menyusun pedoman perlindungan dokter di era Covid-19,” jelasnya.

Baca juga :  Update Covid-19 Kaltim: Positif Bertambah 113 Kasus

“Harapannya dengan pedoman ini, para dokter dapat lebih terlindungi dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama dalam menghadapi pandemi saat ini,” sambungnya.

Aspek keselamatan dan perlindungan dokter saat berdinas tercantum dalam pedoman ini. Mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD), pengaturan aliran udara dan ventilasi hingga perlindungan hukum, biaya, insentif dan proteksi sosial bagi dokter yang menangani Covid-19. IDI berharap pedoman ini nantinya akan dipayungi oleh aturan dari pemerintah.

“Harapannya pedoman ini akan dipayungi dengan kebijakan dari Pemerintah, sehingga bisa menjadi acuan dan mampu terlaksana di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, IDI mencatat empat orang dokter meninggal dunia akibat Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam. Keempat dokter ini menambah daftar panjang jumlah dokter yang meninggal akibat terpapar virus Corona menjadi 115 orang per 12 September 2020.

Baca juga :  Positif Covid-19, 3 Anggota DPRD Banjarbaru Dikarantina

“Dalam waktu 24 jam kita kehilangan 4 Dokter meninggal Covid-19: Kol CKM(prn) Dr H Syahruddin Sp THT-KL, Dr. Ananto Prasetya Hadi, MKM, Dr. Oki Alfian bin H. Alamsyah, Dr. Sutrisno. Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia,” kata Pejabat Humas PB IDI Halik Malik melalui pesan singkat, Minggu (13/9/2020).

Halik merinci keempat dokter tersebut berdinas di tempat berbeda yaitu di Bekasi, DKI Jakarta, Kampar dan Medan. Keluarga besar IDI mengungkapkan rasa kehilangan atas meninggalnya para tenaga medis. (Dtk)

Editor: Syarif

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Selesai Jalani Perawatan, Wiranto Tinggalkan RSPAD Gatot Soebroto
apahabar.com

Nasional

Andika Kangen Band Ditangkap, Kasat Pol PP Angkat Bicara
apahabar.com

Nasional

Gunung Soputan Erupsi, Status Siaga
apahabar.com

Nasional

Dikira Gempa, Jalan Raya Gubeng Ambles
apahabar.com

Nasional

PBNU Minta Dubes Arab Saudi Dipulangkan
apahabar.com

Nasional

Plt Ketum PSSI Joko Driyono Ditahan Satgas Antimafia Bola Polri
apahabar.com

Nasional

Korban Tsunami Bertambah, Kini 222 Meninggal, 843 Luka, 28 Hilang
apahabar.com

Nasional

Aditya Perpatih, Bocah Gorontalo yang Fotonya Terpampang di Uang Rp75.000
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com