Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Kemendikbud Salurkan Paket Data Internet ke 27,3 Juta Penerima

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 18:08 WIB

Kemendikbud Salurkan Paket Data Internet ke 27,3 Juta Penerima

Sejumlah guru menyiapkan bahan belajar untuk siswa dengan metode belajar jarak jauh di Madrasah Ibtidaiyah Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/3/2020). Foto-Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyalurkan bantuan paket data internet pada 27,3 peserta didik dan tenaga kependidikan pada September 2020.

“Bantuan kuota internet telah diberikan kepada 27,3 juta peserta didik dan pendidik. Paling banyak diterima siswa jenjang SD yakni sebanyak 11,3 juta siswa, ” ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie, dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (29/9).

Dia menambahkan jumlah tersebut bisa bertambah sesuai dengan masukan dari sekolah. Sekolah dapat memasukkan maupun memperbaharui data setiap bulannya.

Hasan meminta agar siswa yang belum menerima bantuan kuota tidak khawatir. Ia meminta siswa tersebut melapor kepada sekolah jika belum menerima bantuan kuota internet.

Ada beberapa kendala mengapa bantuan kuota tersebut belum sampai ke tangan siswa, seperti Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang belum sesuai ketentuan, sehingga belum diterima.

“Bisa juga memang sekolah atau masyarakat tidak mendaftar karena merasa tidak membutuhkan.”

Hingga saat ini, jumlah sekolah yang sudah terjangkau internet yakni sebanyak 210.000 sekolah. Sementara, 8.000 sekolah terjangkau internet.

Siswa yang tidak terjangkau jaringan internet, dapat belajar dengan menggunakan modul pembelajaran maupun belajar melalui TVRI.

“PJJ itu bukan semata-mata pendidikan berbasis internet. Modul bisa dipakai, buku cetak pun bisa dipakai. Begitu juga dengan menggunakan televisi atau program-program pembelajaran di rumah,” imbuh dia.(Ant)

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

8 Jenazah Korban Tsunami Banten Belum Teridentifikasi
apahabar.com

Nasional

22 ‘Dokter’ Gugur di Tengah Wabah Covid-19

Nasional

Gara-gara Kunci Kotak Suara, Linmas TPS Tusuk Ketua KPPS
apahabar.com

Nasional

Prabowo Subianto Soal Ibu Kota Pindah ke Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Segera Buka Akses ke Daerah Terisolir di Sukajaya Bogor
apahabar.com

Nasional

Banjir Jakarta, Beberapa Jalan Masih Tergenang
apahabar.com

Nasional

Tren Kasus Kematian dan Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Membaik
apahabar.com

Nasional

Diputuskan, Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com