Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

Kemendikbud Salurkan Paket Data Internet ke 27,3 Juta Penerima

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 18:08 WIB

Kemendikbud Salurkan Paket Data Internet ke 27,3 Juta Penerima

Sejumlah guru menyiapkan bahan belajar untuk siswa dengan metode belajar jarak jauh di Madrasah Ibtidaiyah Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/3/2020). Foto-Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyalurkan bantuan paket data internet pada 27,3 peserta didik dan tenaga kependidikan pada September 2020.

“Bantuan kuota internet telah diberikan kepada 27,3 juta peserta didik dan pendidik. Paling banyak diterima siswa jenjang SD yakni sebanyak 11,3 juta siswa, ” ujar Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie, dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (29/9).

Dia menambahkan jumlah tersebut bisa bertambah sesuai dengan masukan dari sekolah. Sekolah dapat memasukkan maupun memperbaharui data setiap bulannya.

Hasan meminta agar siswa yang belum menerima bantuan kuota tidak khawatir. Ia meminta siswa tersebut melapor kepada sekolah jika belum menerima bantuan kuota internet.

Ada beberapa kendala mengapa bantuan kuota tersebut belum sampai ke tangan siswa, seperti Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang belum sesuai ketentuan, sehingga belum diterima.

“Bisa juga memang sekolah atau masyarakat tidak mendaftar karena merasa tidak membutuhkan.”

Hingga saat ini, jumlah sekolah yang sudah terjangkau internet yakni sebanyak 210.000 sekolah. Sementara, 8.000 sekolah terjangkau internet.

Siswa yang tidak terjangkau jaringan internet, dapat belajar dengan menggunakan modul pembelajaran maupun belajar melalui TVRI.

“PJJ itu bukan semata-mata pendidikan berbasis internet. Modul bisa dipakai, buku cetak pun bisa dipakai. Begitu juga dengan menggunakan televisi atau program-program pembelajaran di rumah,” imbuh dia.(Ant)

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Penembakan di Jatinegara Disebut Murni Tindakan Kriminal
apahabar.com

Nasional

Teroris Bogor Target Ledakkan Bom di Depan Gedung KPU Pada 22 Mei
apahabar.com

Nasional

Lewat Prasasti Digital, Jokowi Akhirnya Resmikan ‘Tol Langit’
apahabar.com

Nasional

Detik-detik Penyerangan Polsek Wonokromo
apahabar.com

Nasional

Haul Guru Sekumpul, Saiful Kayuh Gerobak Sampah ke Martapura
kebakaran

Nasional

Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Seorang Anak Nekat Bakar Rumah Sendiri
Media

Nasional

Jurnalis Tak Dibekali APD, AJI Ingatkan Tanggung Jawab Perusahaan Media
apahabar.com

Nasional

Kebakaran Ruko Elektronik, 3 Penghuni Nyaris Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com