Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Kemenhub Terbitkan Aturan Keselamatan Bersepeda, Simak Tanggapan Wakil Ketua DPRD Kalsel

- Apahabar.com Minggu, 20 September 2020 - 20:48 WIB

Kemenhub Terbitkan Aturan Keselamatan Bersepeda, Simak Tanggapan Wakil Ketua DPRD Kalsel

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin saat melakukan aktivitas bersepeda. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Syaripuddin menyambut positif aturan baru yang diterbitkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI tentang keselamatan bersepeda.

Menurut Muhammad Syaripuddin, selanjutnya tinggal pemerintah daerah yang mensosialisasikan aturan itu pada masyarakat.

“Jadi, penting menurut saya agar pemerintah daerah segera menyosialisasikan kepada masyarakat. Termasuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas,” kata politisi muda PDIP yang biasa disapa Bang Dhin ini kepada apahabar.com, Minggu (20/9).

Ada 2 poin dalam aturan yang dianggap Dhin penting untuk segera disosialisasikan dan perlu dijelaskan lebih detail kepada masyarakat.

Pertama, dengan aturan menyelamatkan sesama pengguna jalan raya. Itu berlaku tidak hanya bagi pesepeda tapi juga pengendara motor dan kendaraan lainnya.

Kedua, terkait aturan sepeda berpajak. Seharusnya ini, menurut Dhin harus lebih detail untuk dijelaskan kepada masyarakat dalam hal ini pesepeda.

Karena bersepeda hanya untuk berolahraga dan menyalurkan hobi. Ada pula bersepeda untuk mencari nafkah.

“Menurut saya perlu diatur pesepeda seperti apa yang dikenakan pajak. Ada yang bersepeda karena mampu namun menyalurkan hobi dan berolahraga. Ada yang bersepeda karena memang tidak mampu untuk keperluan mencari nafkah,” terang Dhin.

Selebihnya, dia mendukung upaya Kemenhub membuat regulasi itu.

Sebelumnya, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan telah resmi disahkan.

Aturan itu ditetapkan pada 14 September 2020 dan diundangkan dalam Berita Negara RI 2020 Nomor 938.

Dalam salinan yang diterima apahabar.com, Jumat (18/9) lalu, ada 6 poin larangan saat bersepeda, yang dituangkan dalam Pasal 8.

Pertama, pesepeda dilarang membiarkan sepedanya ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan.

Kedua, sepeda dilarang mengangkut penumpang. Kecuali sepeda yang dilengkapi dengan tempat duduk penumpang di bagian belakang.

Ketiga, pesepeda dilarang menggunakan atau mengoperasikan perangkat seluler saat berkendara. Aturan ini dikecualikan untuk peranti pendengar atau headset dan sejenisnya.

Keempat, pesepeda dilarang menggunakan payung saat berkendara.

Kelima, pesepeda dilarang berdampingan dengan kendaraan lain, kecuali ditentukan oleh rambu-rambu lalu lintas.

Keenam, pesepeda dilarang berkendara dengan berjejer lebih dari dua sepeda.

Dalam aturan ini para pegowes juga berhak atas fasilitas parkir di tempat umum.

Pengelola perkantoran dan pusat perbelanjaan, tempat hiburan, diminta menyiapkan 10 persen lahan parkir sepeda dari total kapasitas yang ada.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Fenomena Pembunuhan Sadis di Kalsel, Psikolog: Terjadi Degradasi Moral di Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Kader PDIP Bantu 100 APD untuk Tim Medis di Tala
apahabar.com

Kalsel

Hujan Deras, Listrik Terganggu, Sejumlah Arus Lalu Lintas Banjarmasin Dialihkan
apahabar.com

Kalsel

Karhutla Status Siaga, DLH Cek ISPU di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Berkas Lengkap, Eks Pemred Banjarhits Pindah Tahanan
apahabar.com

Kalsel

May Day, Ini Tuntunan Buruh Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Kedatangan Pejabat Pusat, Ibnu Sina Minta Laboratorium
apahabar.com

Kalsel

Kios Kelontong Terbakar di Kelayan B Ternyata Jual Bensin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com