Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Kemenkes Minta Warga Tak Pakai Masker Scuba, Kenapa?

- Apahabar.com Selasa, 22 September 2020 - 09:48 WIB

Kemenkes Minta Warga Tak Pakai Masker Scuba, Kenapa?

Masker scuba tak masuk rekomendasi perlindungan diri dari Covid-19. Foto-Ilustrasi-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Masker scuba tak masuk rekomendasi perlindungan diri dari Covid-19.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun meminta masyarakat untuk menggunakan masker yang baik dan berbahan benar, termasuk perihal masker kain. Kain yang digunakan tidak boleh sembarangan.

“Saya sering mengatakan masker itu ada tiga, pertama masker N95, ini memang sudah standar yang tinggi karena dipakai petugas-petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan virus di laboratorium. Kemudian masker bedah yang biasa dipakai tenaga medis, dan ketiga masker kain,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9).

“Masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff,” imbuh dia.

Yuri mengatakan, kain yang digunakan sebagai masker haruslah memiliki setidaknya 2 lapisan. Karena itu, penggunaan masker scuba dan buff tidak direkomendasikan.

“Lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita. Gunakan masker kain selama maksimal 3 jam setelah itu ganti dengan masker yang bersih,” ujar Yuri.

Yuri mengungkapkan, masker scuba dan buff tidak memenuhi syarat pencegahan Covid-19. Sebab, masker tersebut hanya memiliki 1 lapisan saja. Sementara, penggunaan masker kain setidaknya harus 2 lapis.

“Tidak ada masker buff atau masker scuba, karena begitu masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar. Masker tersebut tidak memenuhi syarat,” katanya.

Lebih lanjut, Yuri menjelaskan, masker merupakan salah satu cara mencegah penularan Covid-19 yang efektif. Namun, masker yang digunakan harus diperhatikan tingkat kerapatan pori-pori dan waktu pemakaian masker.

“Seperti yang kita tahu, Covid-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar. Tingkat risiko penularan Covid-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker,” tutur Yuri.

Seperti diketahui, per kemarin, 21 September 2020, masker scuba dan buff dilarang untuk dipakai di KRL. Pengguna KRL wajib mengenakan masker dengan kain 3 lapis. (Dtk)

Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Penyebar Video Syur Mirip Gisel Ditangkap Polisi
apahabar.com

Nasional

Ikut Aksi Mahasiswa, Pelajar Banjarmasin Diamankan Polisi
apahabar.com

Nasional

Abu Vulkanik Hujani Cilegon, Warga Diimbau Pakai Masker  
apahabar.com

Nasional

Fenomena “Laut Terbelah” di Suramadu Dinamakan Halocline, Begini Penjelasannya
apahabar.com

Nasional

Positif Covid-19 di Jakarta Kembali Tertinggi
apahabar.com

Nasional

Maanfaat Jahe Merah Dapat Tangkal Corona
apahabar.com

Nasional

Kuasai Ribuan Hektar Lahan, Prabowo: Lebih Baik daripada Jatuh ke Tangan Asing!
apahabar.com

Nasional

Jokowi Dikabarkan Kembali Hadir pada Haul Guru Sekumpul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com