Tertekan, Danone Jual Aset di China Kasus Covid-19 Bertambah, Polda Kalsel Siagakan KBR Gegana Pelaku Ditangkap, Kronologi Penusukan Mahasiswa ULM di Lingkar Dalam Terungkap Kepergok Mesum, Dua Sejoli di Tapin Langsung Dinikahkan di Depan Warga Habib Banua Sedih Jokowi Legalkan Produksi Miras, Sentil Para Pembisik Presiden

Kerap Dimanfaatkan Petahana, Bawaslu Awasi Momen Harjad Ke 494 Kota Banjarmasin

- Apahabar.com Selasa, 22 September 2020 - 14:18 WIB

Kerap Dimanfaatkan Petahana, Bawaslu Awasi Momen Harjad Ke 494 Kota Banjarmasin

Bapaslon Ibnu Sina-Ariffin Noor saat menyerahkan berkas pencalonan di Pilwali Banjarmasin ke KPU. Foto-dok

apahabar.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina yang mengikuti Pilkada Serentak 2020 resmi mengantongi surat cuti kepala daerah.

Surat keputusan (SK) tersebut dikeluarkan dan ditandatangani oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Disitu tertera tanggal 26 September 2020.

“Izin cuti dari Gubernur sudah keluar tapi kalau dari KPU ada jadwal penundaan kita ikut saja,” ujar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Sebelum memasuki masa cuti, Ibnu masih tetap menduduki jabatan kepala daerah selama 4 hari setelah penetapan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.

“Belum, cuti dihitung selama memasuki masa kampanye kepala daerah tanggal 26 September nanti,” ucap Kepala Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin, Muhammad Yasar.

Dengan kebijakan tersebut Ibnu berhak mengikuti rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke 494 Kota Banjarmasin yang jatuh 24 September nanti.

Namun, Bawaslu mewanti-wanti calon petahana supaya tidak memanfaatkan momentum Harjad ke 494 Banjarmasin untuk kampanye. Baik dalam bentuk sambutan maupun bahan kampanye.

Ketika tanggal tersebut, Ibnu yang berpasangan dengan Ariffin Noor termasuk kandidat lainnya akan ditetapkan sebagai peserta di Pilwali Banjarmasin 2020.

“Untuk saat ini belum. Tapi kalau jadi peserta Pemilu tanggal 23 September baru menjadi objek pengawasan kita,” tegas Yasar.

Ditambahkan Yasar, ketika memasuki penetapan tersebut media promosi seluruh Bapaslon harus dilepas hingga 26 September mendatang. “Termasuk iklan dimedia,” imbuhnya.

Selama cuti, lanjut Yasar calon petahana diluar tanggungan negara. Otomatis Ibnu tak berhak menggunakan fasilitas dan sarana pemerintah daerah. “Selama 71 hari tak boleh memakai seluruh fasilitas,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

PDIP Ajak Peneliti Gelorakan Semangat Berdikari Melalui Riset
Pilbup Kotabaru

Politik

Pagi Ini, 2BHD-KPU Kotabaru Adu Bukti di MK!
apahabar.com

Politik

Kasdiono Legawa Lepas Jabatan Ketua Praksi Demokrat
Paman Birin

Politik

Pilgub Kalsel: Golkar Tak Gentar Hadapi Denny Indrayana
apahabar.com

Politik

Respons Cuncung Saat Didorong Maju di Pilkada Tanah Bumbu
apahabar.com

Politik

Langgar Kode Etik, Kadisdukcapil Banjarmasin Diproses Bawaslu
apahabar.com

Politik

Berikut Tiga Parpol Paling Loyal Kampanyekan Dua Paslon Capres
apahabar.com

Politik

Meraba Peta Politik Pilkada 2020 Kabupaten Banjar, dari Figur Muda hingga Poros Ketiga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com