Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7 KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru BREAKING NEWS: Pelantikan Pjs Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru Segera Digelar

Klaster Keluarga Bermunculan, Banjarmasin Masih Transmisi Lokal Covid-19 di Kalimantan Selatan

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 14:50 WIB

Klaster Keluarga Bermunculan, Banjarmasin Masih Transmisi Lokal Covid-19 di Kalimantan Selatan

Sampai hari ini, Banjarmasin masih berstatus sebagai wilayah transmisi lokal penyebaran Covid-19. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN -Angka infeksi Corona di keluarga atau klaster keluarga kian mengancam belakangan waktu ini. Lantas, bagaimana Banjarmasin?

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan ibu kota Kalsel masih tercatat sebagai kawasan penyebaran atau transmisi lokal Covid-19.

“Jadi, tidak ada klaster keluarga karena kita tidak membuat wilayah penyebaran baru,” ujar Machli Riyadi dihubungi apahabar.com.

Karenanya, Machli mempunyai alasan tersendiri untuk menetapkan bahwa tak ada klaster penyebaran Covid-19 lagi di Banjarmasin.

Baca juga :  157 Pegawai KPK Mengundurkan Diri dari 2016 Sampai September 2020

Seluruh Banjarmasin, kata Machli, sampai hari ini masih ditetapkan sebagai daerah penularan virus Corona.

“Walaupun kasus Corona bergeser tapi Banjarmasin tetap transimisi lokal,” ucap pria yang juga merangkap kepala dinas kesehatan Banjarmasin ini.

Alasan lain, kata Machli, bahwa pemerintah daerah berpegang teguh terhadap pedoman Kementerian Kesahatan Nomor 5 Tahun 2020.

Di aturan tersebut tak diterangkan sistem pembagian kluster.

Baca juga :  Jalin Kemitraan, Kapolres HSU Terima Kunjungan Ketua Umum Perbakin

Makanya, penamaan klaster tidak bisa dipertanggungjawabkan pemerintah maupun Gugus Tugas Covid-19.

“Kalau orang berbicara masalah klaster keluarga, berarti pendapat pribadi atau pengamat,” tegasnya.

Meski begitu, Machli lantas menerangkan perkumpulan warga dalam jumlah besar berpotensi menjadi sumber penularan virus.

Sehingga, ketaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan adalah yang utama.

“Kalau tidak pakai masker kemungkinan terjadi penambahan virus. Tapi kita sesalkan keadaan itu,” imbuhnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Festival Wisata Budaya Pasar Terapung 2019 Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Waspada Karhutla, Intip Peringatan Dini BMKG Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Bantu Petani, Yayasan Haji Maming Siap Beli Hasil Padi di Sari Gadung Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Tanah Bumbu: Satu Pasien Sembuh asal Satui
apahabar.com

Kalsel

Tanpa Jumatan, Ratusan Jemaah Tetap Jejali Masjid Al-Jihad
apahabar.com

Kalsel

Gaji Guru Honorer Kalsel Naik, IGI Genjot Kompetensi
apahabar.com

Kalsel

Update Corona di Banjarmasin; 48 ODP, 1 PDP dan 126 ODR
apahabar.com

Kalsel

22 Juli, Pendaftaran Seleksi Calon Guru Penggerak Ditutup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com