Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Klinik Aborsi di Jakarta Pusat Digerebek Polisi

- Apahabar.com Rabu, 23 September 2020 - 19:37 WIB

Klinik Aborsi di Jakarta Pusat Digerebek Polisi

Ilustrasi. Foto-CNN

apahabar.com, JAKARTA – Sebuah klinik aborsi ilegal yang beralamat di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, digerebek aparat kepolisian.

Penggerebekan dilakukan oleh Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

“Rabu, 9 September 2020 sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, telah mengamankan 10 orang, melakukan penggeledahan di satu klinik yang merupakan pengungkapan kasus aborsi ilegal,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (23/9).

Yusri mengatakan 10 orang yang berada di dalam klinik tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka atas perannya masing-masing.

Klinik ini mengiklankan jasa aborsinya secara daring. Namun berbeda dengan klinik aborsi ilegal yang mencari pasien lewat media sosial, klinik ini mengiklankan jasanya dengan membuat sebuah situs web.

“Bagaimana cara mereka menarik pasien? Itu melalui website yang ada. Ada satu website, website itu adalah klinikaborsiresmi.com,” katanya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan klinik ilegal tersebut.

Klinik tersebut sebenarnya sudah sejak beberapa tahun lalu. Namun sempat tutup beberapa tahun dan kemudian buka kembali sebelum akhirnya digerebek oleh polisi.

“Klinik ini sudah bekerja sejak 2017, ini pun sebelumnya di tahun 2002-2004, juga pernah buka klinik tersebut dan sempat tutup, di tahun 2017 dia buka lagi sampai sekarang ini,” kata Yusri.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.(ant)

Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Demi Cicilan Mobil, Satpam di Banjarbaru Bobol Belasan Ruko!
apahabar.com

Hukum

Edar Sabu, Dua Buruh Angkut Banjarmasin Diciduk
apahabar.com

Hukum

Ditjen PAS: Remisi Adalah Hak Narapidana
apahabar.com

Hukum

Resahkan Warga HSU, Dua Pengedar Sabu dan Ekstasi Diringkus
apahabar.com

Hukum

Sidang Dua Mantan Kadishub Banjarbaru, Besok JPU Hadirkan Tujuh Saksi
apahabar.com

Hukum

Nekad Jual Sabu ke Polisi, Ini Akibatnya
apahabar.com

Hukum

Dipolisikan Soal Aset Pemkot, Wali Kota Banjarmasin Hanya Senyum

Hukum

John Lee CS Beraksi, 2 Budak Sabu di HST Diringkus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com