3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Kontroversi Perubahan Seragam Satpam yang Mirip Polisi, KontraS Angkat Bicara

- Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 10:03 WIB

Kontroversi Perubahan Seragam Satpam yang Mirip Polisi, KontraS Angkat Bicara

Seragam Satpam yang mirip seragam dinas polisi. Foto-liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Perubahan warna seragam satpam menuai pro dan kontra.

Sebelumnya, Kapolri mengeluarkan aturan baru tentang Pengamanan Swakarsa. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020.

Di dalam aturan itu, seragam satpam akan disertai pangkat serta menjadi warna coklat seperti seragam anggota kepolisian.

“Untuk filosofi seragam satpam yang warna coklat muda untuk baju dan coklat tua untuk celana, dengan makna coklat identik dengan warna tanah atau bumi, kayu, dan batu, yang berarti warna alami,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Namun, menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), peraturan itu dipandang dapat memelihara ketakutan di masyarakat.

“Keberadaan Pam Swakarsa hari ini tidaklah relevan di tengah situasi pandemi, juga kegagalan polisi dalam mengevaluasi anggotanya sendiri. Di sisi lain, kehadiran Pam Swakarsa hari ini bukan untuk menjaga ketertiban, melainkan memelihara ketakutan atas peristiwa yang pernah terjadi di masa silam,” ujar koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti, dikutip dari detikcom, Selasa (15/9).

Fatia menyebut beberapa pasal Pam Swakarsa dalam Perkap Nomor 4 Tahun 2020 mengarah ke peraturan dasar Pam Swakarsa tahun 1998. Fatia menyebut seharusnya fungsi menjaga ketertiban itu dengan memaksimalkan peran pranata sosial yang ada di wilayah masing-masing, bukan dengan memberikan legitimasi untuk bertindak.

“Dampaknya, mereka tunduk pada arahan polisi yang memiliki problem dalam pengawasan terhadap anggotanya,” kata Fatia.

Soal seragam satpam dengan polisi yang mirip, Fatia menyebut akan terjadi kebingungan di masyarakat. Menurutnya, warna yang sama bisa berdampak kepada sikap Satpam dalam bertindak.

“Akan terjadi kebingungan karena secara psikologis akan dianggap polisi. Persamaan warna juga bisa berdampak pada sikap satpam ke depan yang seolah memiliki kewenangan seperti kepolisian karena coba diidentikkan seragamnya,” imbuh Fatia.

Ketika ditanya hal positif yang bisa diperoleh dari samanya warna seragam satpam yang baru dengan polisi, Fatia menjawab singkat “Jelas nggak ada,”.

Editor: Puja Mandela

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

@KetumProdem Terkejut Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi Pukul 04.00 Subuh
apahabar.com

Nasional

Kemenko Polhukam akan Tinjau Palangkaraya Sebagai Ibu Kota Pemerintahan
apahabar.com

Nasional

222,5 Juta Lebih Penduduk Indonesia Dilindungi JKN-KIS
apahabar.com

Nasional

Jokowi dan Prabowo Tak Lakukan Persiapan Khusus untuk Debat Pamungkas
apahabar.com

Nasional

MK Gelar Sidang Ketiga Sengketa Pilpres
apahabar.com

Nasional

Total Korban Kapal BBM Meledak di Bawah Jembatan Ampera 11 Orang
apahabar.com

Nasional

Menlu Kutuk Perlakuan Tak Manusiawi ke ABK WNI di Kapal China
apahabar.com

Nasional

4 Komite DPD Sepakat Tolak Sentralisasi di RUU Ciptakerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com