Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram

Kontroversi Perubahan Seragam Satpam yang Mirip Polisi, KontraS Angkat Bicara

- Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 10:03 WIB

Kontroversi Perubahan Seragam Satpam yang Mirip Polisi, KontraS Angkat Bicara

Seragam Satpam yang mirip seragam dinas polisi. Foto-liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Perubahan warna seragam satpam menuai pro dan kontra.

Sebelumnya, Kapolri mengeluarkan aturan baru tentang Pengamanan Swakarsa. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020.

Di dalam aturan itu, seragam satpam akan disertai pangkat serta menjadi warna coklat seperti seragam anggota kepolisian.

“Untuk filosofi seragam satpam yang warna coklat muda untuk baju dan coklat tua untuk celana, dengan makna coklat identik dengan warna tanah atau bumi, kayu, dan batu, yang berarti warna alami,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin (14/9).

Namun, menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), peraturan itu dipandang dapat memelihara ketakutan di masyarakat.

“Keberadaan Pam Swakarsa hari ini tidaklah relevan di tengah situasi pandemi, juga kegagalan polisi dalam mengevaluasi anggotanya sendiri. Di sisi lain, kehadiran Pam Swakarsa hari ini bukan untuk menjaga ketertiban, melainkan memelihara ketakutan atas peristiwa yang pernah terjadi di masa silam,” ujar koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti, dikutip dari detikcom, Selasa (15/9).

Fatia menyebut beberapa pasal Pam Swakarsa dalam Perkap Nomor 4 Tahun 2020 mengarah ke peraturan dasar Pam Swakarsa tahun 1998. Fatia menyebut seharusnya fungsi menjaga ketertiban itu dengan memaksimalkan peran pranata sosial yang ada di wilayah masing-masing, bukan dengan memberikan legitimasi untuk bertindak.

“Dampaknya, mereka tunduk pada arahan polisi yang memiliki problem dalam pengawasan terhadap anggotanya,” kata Fatia.

Soal seragam satpam dengan polisi yang mirip, Fatia menyebut akan terjadi kebingungan di masyarakat. Menurutnya, warna yang sama bisa berdampak kepada sikap Satpam dalam bertindak.

“Akan terjadi kebingungan karena secara psikologis akan dianggap polisi. Persamaan warna juga bisa berdampak pada sikap satpam ke depan yang seolah memiliki kewenangan seperti kepolisian karena coba diidentikkan seragamnya,” imbuh Fatia.

Ketika ditanya hal positif yang bisa diperoleh dari samanya warna seragam satpam yang baru dengan polisi, Fatia menjawab singkat “Jelas nggak ada,”.

Editor: Puja Mandela

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Viral! Air Laut di Bawah Jembatan Suramadu ‘Terbelah’
apahabar.com

Nasional

Langkah Jokowi-Ma’ruf Menembus Gerbang Istana 
apahabar.com

Nasional

2.000 Atlet Ikuti Kejurnas Pencak Silat JSOC 2019
apahabar.com

Nasional

Pengamat Nilai 5 Faktor Membuat Jabar Unggul Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Tabalong dan Kotabaru Disapkan Jadi Pusat Industri
apahabar.com

Nasional

Siang Hari, Tim Patroli Berhasil Menemukan 25 Titik Hotspot di Kalsel
apahabar.com

Nasional

Polri Angkat Bicara Soal Viral Pria Ditilang di Puncak
apahabar.com

Nasional

WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Akan Dikarantina di Pangkalan Milter Natuna
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com