ga('send', 'pageview');
BREAKING NEWS: Banjarmasin Barat Geger, Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Kuin Cerucuk Resmi Sebagai Calon di Pilgub Kalsel, Sahbirin Noor Lepas Jabatan Gubernur Kalsel Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19

Kopi dari Kotoran Gajah Disebut Minuman Mahal dan Langka

- Apahabar.com Minggu, 13 September 2020 - 07:31 WIB

Kopi dari Kotoran Gajah Disebut Minuman Mahal dan Langka

Ilustrasi kopi dari kotoran gajah. Foto-Flushnews via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kopi dan teh yang berasal dari sisa kotoran gajah disebut sebagai salah satu minuman langka dan dijual dengan harga yang mahal.

Salah satu contoh minuman olahan yang berasal dari sisa kotoran hewan adalah kopi luwak. Kopi itu berasal dari biji kopi yang yang diambil dari sisa kotoran hewan bernama luwak bahkan menjadi salah satu jenis kopi terbaik.

Baru-baru ini, Akshay Kumar mengungkapkan bagaimana dia mencicipi teh yang berasal dari kotoran gajah dalam acara “Into the Wild with Bear Grvlls” episode khusus.

Meski dalam penayangannya tidak diperlihatkan cara pembuatannya, ternyata kotoran gajah memang digunakan untuk membuat merek minuman hibrida teh-kopi yang langka.

Baca juga :  Dear Pemkab Kapuas, Objek Wisata Rumah Betang Sungai Pasah Butuh Perhatian

Dilansir Indian Express, Sabtu (12/9), ide membuat minuman dari kotoran gajah berawal dari Thailand. Gajah diberi makan ceri Arabika Thailand terlebih dahulu, dengan mencampurkannya ke dalam makanan biasa.

Menurut africageographic, gajah adalah hewan herbivora dan proses fermentasi yang mereka gunakan untuk memecah selulosa dalam makanan gajah menghasilkan “rasa buah manis” pada limbahnya sehingga menghasilkan produk teh-kopi hibrida dengan “rasa cokelat, ceri”.

Begitu gajah mengeluarkan buah ceri, biji tersebut langsung diambil, dicuci dan dijemur. Setelah kering, biji tersebut dikuliti dan disortir dengan mesin dan akhirnya dipanggang.

Baca juga :  Update Covid-19 Tanbu: 2 Pasien Sembuh, 3 Orang Dinyatakan Positif

Hibrida teh-kopi gajah yang populer dikenal dengan sebutan Black Ivory Coffee yang pertama kali diproduksi oleh perusahaan eponim di Golden Triangle Asian Elephant Foundation di Chiang Saen, sebuah tempat perlindungan terhadap gajah.

Black Ivory Coffee dianggap paling langka di dunia dan salah satu kopi termahal yang sekarang dijual ke hotel-hotel bintang lima tertentu. Sekira 33 kg biji kopi hanya dapat menghasilkan kurang lebih 1 kg kopi.

Sementara itu, untuk harga jual satu paket Black Ivory Coffee atau 35 gram senilai 100 dolar atau setara Rp,1,4 juta.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Ketika Reza Arap Podcast Bareng Atta Halilintar
apahabar.com

Gaya

Operasi Ganti Kelamin Ratu Transgender Gagal, Begini Akibatnya
apahabar.com

Gaya

Daftar Ponsel yang Meluncur Selama Pandemi Covid-19, Simak Ulasannya
apahabar.com

Gaya

Kawasaki Ninja ZX-25R Segera Hadir
apahabar.com

Gaya

Benarkah Anak Terlahir Caesar Sistem Imunnya Terganggu?
apahabar.com

Gaya

Touring Malam Hari, GCI Chapter Banjarbaru Tempuh Ratusan Kilometer
apahabar.com

Gaya

10 Tips Cegah Flu dan Batuk di Musim Pancaroba
apahabar.com

Gaya

Ini 4 Fakta Perjuangan Sunarti Melawan Obesitas hingga Tutup Usia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com