Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

Mahfud MD: 92 Persen Calon Kepala Daerah Dibiayai Cukong

- Apahabar.com Jumat, 11 September 2020 - 22:52 WIB

Mahfud MD: 92 Persen Calon Kepala Daerah Dibiayai Cukong

Ilustrasi politik. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pernyataan kontroversial keluar dari mulut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Ia menyebut hampir 92 persen calon kepala daerah yang tersebar di seluruh Indonesia dibiayai oleh cukong.

Rata-rata, sebut Mahfud, setelah terpilih para calon kepala daerah ini akan memberi timbal balik berupa kebijakan yang menguntungkan para cukong yang membiayai.

“Di mana-mana, calon-calon itu 92 persen dibiayai oleh cukong dan sesudah terpilih, itu melahirkan korupsi kebijakan,” kata Mahfud saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema Memastikan Pilkada Sehat: Menjauhkan Covid-19 dan Korupsi yang disiarkan melalui kanal Youtube resmi Pusako FH Unand, Jumat (11/9).

Sejak Pilkada langsung yang sistem pemilihannya dilakukan oleh rakyat, kata Mahfud, para cukong banyak yang menabur benih bersama para kontestan Pilkada.

Mahfud tak mengatakan para calon yang dibiayai para cukong ini juga ada di Pilkada Serentak 2020 yang telah memulai masa tahapan. Dia hanya mengatakan kerja sama antara calon kepala daerah dengan para cukong ini sudah pasti terjadi.
Hubungan timbal balik ini biasanya berupa kebijakan yang diberikan para calon kepala daerah yang telah resmi terpilih kepada para cukong tersebut. Apa yang terjadi kemudian, kata Mahfud, dampak kerja sama dengan para cukong ini lebih berbahaya dari korupsi uang.

Baca juga :  Ngamuk, Seorang Warga Mandomai Kapuas Nekat Serang Polisi Pakai Mandau

Korupsi kebijakan, kata Mahfud, biasanya berupa lisensi penguasaan hutan, lisensi tambang, dan lisensi lainnya yang lebih merugikan masyarakat.

“Korupsi kebijakan itu lebih berbahaya dari korupsi uang. Kalau uang bisa dihitung, tapi kalau kebijakan dalam bentuk lisensi penguasaan hutan, lisensi-lisensi penguasaan tambang yang sesudah saya periksa itu tumpang-tindih,” kata dia.

“Karena ada Undang-undang yang menyatakan, misalnya, seorang Bupati itu boleh memberi lisensi eksplorasi tambang untuk sekian persen luasnya daerah,” kata Mahfud.

Baca juga :  Dua Rumah Rusak Parah, Begini Kronologis Tongkang Tabrak Perumahan Warga di Sungai Barito

Pada praktiknya, kata Mahfud, lisensi itu diberikan lebih luas dari yang seharusnya. Bahkan tak sedikit kepala daerah juga berinisiatif membuka izin baru bagi para cukong yang pernah membantu membiayai masa kampanye ketika Pilkada sebelumnya.

Soal cukong Pilkada ini juga diungkap oleh salah satu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron. Dalam kajian yang pernah dilakukan KPK, sebanyak 82 persen calon Kepala Daerah didanai oleh sponsor.

“Faktanya dalam kajian KPK sebelumnya ada 82 persen calon kepala daerah itu 82 persen didanai oleh sponsor bukan didanai pribadinya,” kata dia. Dari sinilah, kata Ghufron, praktik korupsi di masa Pilkada terjadi.

“Kemudian memungkinkan sebagai money politic sehingga itu menunjukkan nanti akan ada aliran dana dari sponsor kepada calon kepala daerah,” kata dia. (CNN)

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Sajian Maknyus Iduladha, Ini Makanan Penurun Kolesterol
apahabar.com

Tak Berkategori

Peluncuran Honda Beat Baru, Ziva Indonesia Idol Tampil di Banjarmasin
apahabar.com

Tak Berkategori

Kabar Buruk Datang dari Tapin, Tambah 9 Positif Covid-19 Lagi  
apahabar.com

Tak Berkategori

Positif Covid-19 di Tanbu Hari Ini Kembali Bertambah
apahabar.com

Tak Berkategori

Aturan Pemantaun Hilal di Tengah Covid-19
apahabar.com

Tak Berkategori

MUI Banjar Imbau Masjid Tiadakan Salat Jumat Besok
apahabar.com

Tak Berkategori

Seru, Stabilo Band ‘Unjuk Gigi’ di Panggung Cafe The Panas Dalam
apahabar.com

Tak Berkategori

Bamsoet Minta Pemerintah Segera Eksekusi Stimulus untuk Pers
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com