Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Menteri PUPR Pastikan Food Estate di Kalteng Dimulai Oktober 2020

- Apahabar.com Rabu, 2 September 2020 - 20:38 WIB

Menteri PUPR Pastikan Food Estate di Kalteng Dimulai Oktober 2020

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau kesiapan lahan pertanian yang akan dijadikan pengembangan food estate di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7). Foto-Antara/Makna Zaezar/aww

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan infrastruktur dasar untuk mendukung proyek lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah akan dimulai pada Oktober 2020.

“Major project di sini yakni pengembangan food estate di Kalimantan Tengah berupa padi dan singkong. Ini akan kami koordinasikan karena akan mulai Oktober ini,” kata Menteri PUPR dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Rabu (2/9).

Pengembangan food estate untuk padi akan dikerjakan di atas lahan seluas 165 ribu hektare akan dibangun di atas lahan aluvial eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG).

Proyek pembangunan dilakukan dengan rehabilitasi saluran irigasi, pintu air dan jembatan serta membangun jalan akses.

Namun, sejalan dengan pembinaan pengusaha lokal dalam penyerapan anggaran yang ada, Kementerian PUPR akan memberikan paket pekerjaan kepada pengusaha lokal.

“Untuk yang jalan-jalan itu packaging-nya (paketnya) kami atur semua. Itu hanya untuk pengusaha lokal, tidak ada pengusaha besar untuk masuk ke sana kecuali saluran irigasi,” kata dia.

Basuki menambahkan jika ada pengusaha besar ingin ikut berpartisipasi dalam proyek tersebut, maka harus bekerja sama dengan pengusaha daerah dengan sistem KSO.

“Proyek jembatan juga porsi pengusaha daerah walaupun jumlah nominal uangnya cukup besar,” imbuhnya.

Sedangkan perluasan food estate di luar lahan eks-PLG seluas 60 ribu hektare akan ditanami singkong sebagai bahan cadangan pangan. Pemerintah akan menyiapkan jalan dan perumahan bagi pekerja dari kalangan TNI.

Sementara proyek food estate di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, akan dikembangkan untuk tanaman hortikultura. Kementerian PUPR akan menyediakan air baku, membangun sumur, dan drainase, serta membangun jalan akses.

“Tahun ini sudah akan dikembangkan 4 ribu hektare untuk hortikultura bersama Kementerian Pertanian,” kata Menteri PUPR.

Pemerintah mengalokasikan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp104,2 triliun pada 2021, diantaranya untuk membangun kawasan pangan berskala luas.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan dalam rangka penyampaian Nota Keuangan 2020 di DPR pada Jumat (14/8).(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dijamu Makan Malam PM Morrison, Jokowi Tulis Pesan Persahabatan RI-Australia
apahabar.com

Nasional

Peringati 14 Tahun Tsunami, Nelayan Aceh Dilarang Melaut
apahabar.com

Nasional

Bermasalah, Dikti Tutup Ratusan Kampus Swasta!
apahabar.com

Nasional

Ancam Kebebasan Pers, Ramai-Ramai Tolak Revisi KUHP
apahabar.com

Nasional

Diplomat Indonesia Meninggal di Bandara Turki
apahabar.com

Nasional

Gunakan Jasa Ekspedisi, 374 Kg Ganja Aceh Dikirim ke Jakarta
apahabar.com

Nasional

Mitra Kukar Bawa 22 Pemain Hadapi Sriwijaya
apahabar.com

Nasional

Harimau Sumatera Muncul di Konsesi PT Api Bengkulu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com