Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Miris, Seorang Ibu Hamil di Gorontalo Utara Meninggal karena Reaktif Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 5 September 2020 - 23:33 WIB

Miris, Seorang Ibu Hamil di Gorontalo Utara Meninggal karena Reaktif Covid-19

Ilustrasi pemakaman pasien reaktif Covid-19. Foto-Liputan6.com/Arfandi Ibrahim

apahabar.com, GORONTALO – Seorang ibu hamil di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo meninggal dunia karena reaktif Covid-19.

Ibu muda berinisial SP (22) itu reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes cepat (rapid test) yang dilakukan Puskesmas Dambalo, Kecamatan Tomilito.

“Yang bersangkutan alias SP (22) berasal dari Desa Bolango Raya, dengan usia kehamilan 31 minggu untuk kehamilan pertama,” ucap kepala Puskesmas Dambalo, Rahmatia Manasa, di Gorontalo, Sabtu (5/9).

Pasien tidak diizinkan pihak keluarga untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan manapun, sesuai pernyataan ibu kandungnya.

Namun pasien menunjukkan gejala khas Covid-19. “Hanya saja kami tidak melakukan tes usap (swab test),” ucapnya.

“Gejala yang ditunjukkan yaitu sesak nafas, sementara virus mematikan itu, menyerang saluran pernafasan. Juga hilang sensasi pengecapan (rasa), badan menjadi lemas, bahkan pada beberapa kasus disertai serangan diare,” tambahnya.

Dikatakanya, setiap ibu hamil yang datang memeriksakan kondisinya di puskesmas ini, pasti melewati tahapan tes cepat.

SP dengan usia kehamilan 31 minggu, belum saatnya melahirkan. “Penolakan perawatan di fasilitas kesehatan oleh ibu kandungnya, menyebabkan SP meninggal dunia di rumah,” tambahnya.

Rahmatia berharap, masyarakat tidak didera rasa ketakutan yang terlalu tinggi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya perawatan inap di fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit.

“Jangan meremehkan virus corona yang masih mengancam kehidupan kita, serta jangan bersikap acuh tak acuh,” ucapnya.

Untuk kasus SP katanya, memang belum melalui pemeriksaan tes usap (swab test), namun perlu ada langkah antisipatif sehingga diperlukan perawatan khusus di rumah sakit.

“Kami sudah berupaya penuh, hanya saja penolakan tersebut dilakukan pihak keluarga. Kondisi ini diharapkan tidak terjadi untuk kasus lainnya,” tambahnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kabag Ops Polresta Banjarmasin Pinta Humas untuk Tingkatkan Kinerja
apahabar.com

Nasional

Fotonya Tidur Saat Pelantikan Viral, Ini Penjelasan Lora Fadil
HPN 2020

Nasional

Hari Pers Nasional Bersama Jokowi, Simak Jadwalnya
Banjir, Warga Jakarta Utara Paling Banyak yang Mengungsi

Nasional

Banjir, Warga Jakarta Utara Paling Banyak yang Mengungsi
apahabar.com

Nasional

WHO: Lebih dari 22.000 Petugas Kesehatan Terinfeksi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 62.142 Positif, 28.219 Orang Sembuh
apahabar.com

Nasional

Herman, Residivis Kasus Sajam dan Terduga Pembunuh Levi di Mata Tetangga
apahabar.com

Nasional

Ibu Kota Pindah, Teluk Balikpapan Kian Terancam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com