JANGAN PANIK! Banjarbaru Resmi Terapkan PPKM Level IV 26 Juli Keren, Gerakan Aksi Peduli Warga Isoman Bermunculan di Banjarmasin Windy Cantika Sumbang Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 Kebakaran Gang Nuri, Asrama Anak Yatim Ikut Ludes Terbakar BREAKING! Api Kembali Berkobar di Gang Nuri Banjarmasin

Miris, Seorang Ibu Hamil di Gorontalo Utara Meninggal karena Reaktif Covid-19

- Apahabar.com     Sabtu, 5 September 2020 - 23:33 WITA

Miris, Seorang Ibu Hamil di Gorontalo Utara Meninggal karena Reaktif Covid-19

Ilustrasi pemakaman pasien reaktif Covid-19. Foto-Liputan6.com/Arfandi Ibrahim

apahabar.com, GORONTALO – Seorang ibu hamil di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo meninggal dunia karena reaktif Covid-19.

Ibu muda berinisial SP (22) itu reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes cepat (rapid test) yang dilakukan Puskesmas Dambalo, Kecamatan Tomilito.

“Yang bersangkutan alias SP (22) berasal dari Desa Bolango Raya, dengan usia kehamilan 31 minggu untuk kehamilan pertama,” ucap kepala Puskesmas Dambalo, Rahmatia Manasa, di Gorontalo, Sabtu (5/9).

Pasien tidak diizinkan pihak keluarga untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan manapun, sesuai pernyataan ibu kandungnya.

Namun pasien menunjukkan gejala khas Covid-19. “Hanya saja kami tidak melakukan tes usap (swab test),” ucapnya.

“Gejala yang ditunjukkan yaitu sesak nafas, sementara virus mematikan itu, menyerang saluran pernafasan. Juga hilang sensasi pengecapan (rasa), badan menjadi lemas, bahkan pada beberapa kasus disertai serangan diare,” tambahnya.

Dikatakanya, setiap ibu hamil yang datang memeriksakan kondisinya di puskesmas ini, pasti melewati tahapan tes cepat.

SP dengan usia kehamilan 31 minggu, belum saatnya melahirkan. “Penolakan perawatan di fasilitas kesehatan oleh ibu kandungnya, menyebabkan SP meninggal dunia di rumah,” tambahnya.

Rahmatia berharap, masyarakat tidak didera rasa ketakutan yang terlalu tinggi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan khususnya perawatan inap di fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit.

“Jangan meremehkan virus corona yang masih mengancam kehidupan kita, serta jangan bersikap acuh tak acuh,” ucapnya.

Untuk kasus SP katanya, memang belum melalui pemeriksaan tes usap (swab test), namun perlu ada langkah antisipatif sehingga diperlukan perawatan khusus di rumah sakit.

“Kami sudah berupaya penuh, hanya saja penolakan tersebut dilakukan pihak keluarga. Kondisi ini diharapkan tidak terjadi untuk kasus lainnya,” tambahnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menko Muhadjir Effendy Sebut Rokok Hambat Siklus Pembangunan Manusia
Banjir Jakarta

Nasional

Trending Twitter, Anies Perkenalkan Layanan Darurat Banjir Jakarta
apahabar.com

Nasional

Moeldoko: Ada Kelompok Pendompleng Ingin Perkeruh Situasi
apahabar.com

Nasional

Jumlah Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Turun, Simak Rinciannya
apahabar.com

Nasional

PT. Maming Enam Sembilan Dukung Piala Dunia Basket 2023
apahabar.com

Nasional

Investigasi Sriwijaya Air SJ182, KNKT: Kompleksitas Tergantung Penemuan CVR
apaahabar.com

Nasional

Mangkir, Polisi Segera Terbitkan DPO Terhadap Veronica Koman

Nasional

Cara Cek Pengumuman CPNS 2019 Hari Ini, Login sscn.bkn.go.id, Berikut Website & Panduan Lengkapnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com