Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Miris! Tembus 9 Ribu Kasus Covid-19, 4 Daerah di Kalsel Tak Punya Dokter Spesialis Paru

- Apahabar.com Jumat, 11 September 2020 - 18:20 WIB

Miris! Tembus 9 Ribu Kasus Covid-19, 4 Daerah di Kalsel Tak Punya Dokter Spesialis Paru

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Seluruh Indonesia (PDPI) Kalimantan Selatan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Penularan Covid-19 di Kalimantan Selatan sudah mencapai 9.152 kasus hingga Jumat (11/9). Sayangnya, tingginya kasus tidak selaras dengan jumlah dokter spesialis paru yang tersedia.

“Total ada 19 dokter spesialis paru. Jumlahnya memang belum selaras dengan tingginya kasus Covid-19,” ungkap Ketua Perhimpunan Dokter Paru Seluruh Indonesia (PDPI) Kalimantan Selatan, dr Isa Ansori Sp.P FISR saat dihubungi apahabar.com melalui pesan singkat, Jumat (11/9) sore.

Angka tersebut memang tidak ideal untuk menangani Covid-19 yang masih terhitung tinggi. Hingga kini, PDPI Kalsel masih berkoordinasi dengan pihak pusat untuk menemukan solusi permasalahan ini.
“Solusinya sedang dibahas di PDPI Pusat,” lanjutnya

Data PDPI menyebutkan dari 19 dokter spesialis paru tersebut tersebar di 9 kabupaten/kota di Kalsel. Terdiri dari 8 dokter di Banjarmasin, masing-masing 2 dokter di Martapura, Hulu Sungai Selatan dan Barito Kuala. Serta, masing-masing 1 dokter di Kotabaru, Batulicin, Pelaihari, Banjarbaru dan Hulu Sungai Utara.

Tercatat 4 wilayah tidak memiliki dokter spesialis paru yaitu Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong dan Tapin.
“Di Kalsel ada 15 dokter spesialis paru. Ditambah 4 dokter spesialis paru yang baru lulus,” sebut Isa.

Tingginya angka penularan Covid-19 menurut Isa adalah ketidakpatuhan masyarakat akan protokol kesehatan. Faktor tersebut yang masih menjadi kendala terbesar para tenaga kesehatan selama ini.
“Apalagi penyakit Covid-19 ini belum ditemukan obatnya,” pungkasnya

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Musnita Sari - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polresta Banjarmasin Bagikan 250 Paket Bantuan di Momentum HUT RI ke-75
Covid-19

Kalsel

Vaksin Covid-19 di Kalsel, Bang Dhin: Harus Tepat Sasaran
jorong

Kalsel

Anak Diduga Korban Pembunuhan di Jorong Tala: Ayah, Ayah Mana Kai….

Kalsel

Di Indonesia Jumlah Masjid Capai 800.000
apahabar.com

Kalsel

Ingat Imbauan KPK, Ketua Dewan Sarankan Tak Bawa Mobil Dinas
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Turun Tangan Dampingi Para Korban Pencabulan di Ponpes Limpasu
apahabar.com

Kalsel

Badan Membesar, Remaja di Kotabaru Ternyata Dihamili Ayah Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Syahyudi: Kalsel Belum Memenuhi Syarat untuk New Normal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com