Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus Dua Rumah di Anjir Muara Batola Terbakar, Penyebab Dalam Penyelidikan

Mulai Oktober, Pemerintah Percepat Realisasi Dana Kesehatan

- Apahabar.com Rabu, 23 September 2020 - 17:15 WIB

Mulai Oktober, Pemerintah Percepat Realisasi Dana Kesehatan

Ilustrasi. Foto-BBC

apahabar.com, JAKARTA – Mulai Oktober tahun ini, pemerintah akan mempercepat realisasi anggaran kesehatan, khususnya terkait insentif bagi tenaga kesehatan.

“Kementerian Kesehatan akan mengucurkan anggaran kesehatan lebih cepat di bulan Oktober dan Desember dalam jumlah besar,” kata Sekretaris Eksekutif I Komite PC-PEN Raden Pardede dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, hingga 16 September 2020, realisasi anggaran kesehatan dalam PC-PEN baru mencapai Rp18,45 triliun atau 21,1 persen dari pagu Rp87,55 triliun, sejak program ini digulirkan Juni 2020.

Belum signifikannya realisasi itu karena pembayaran khususnya insentif kesehatan bagi tenaga medis dilakukan sekali dalam tiga bulan.

“Ke depan, ini diusahakan menjadi sekali sebulan, jadi akan cukup lancar, nanti tingkat penyerapan anggaran kesehatan itu meningkat signifikan,” imbuhnya.

Hingga akhir 2020, ia menjelaskan pagu anggaran kesehatan dalam PC-PEN sebesar Rp87,55 triliun diperkirakan realisasinya mencapai 96 persen atau sekitar Rp84 triliun, karena belum ada pembayaran vaksin dalam jumlah besar.

Nantinya, sisa anggaran itu sebesar Rp3,53 triliun akan dialihkan atau direalokasi untuk program lain salah satunya perlindungan sosial.

Dengan adanya realokasi anggaran dalam PC-PEN itu, pemerintah optimistis seluruh pagu anggaran PC-PEN mencapai Rp695,2 triliun terserap 100 persen hingga akhir tahun ini.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga mengantisipasi delapan daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah agar tidak terjadi peningkatan kasus melalui pelacakan (tracking), penelusuran (tracing) dan pengujian (testing) serta pengadaan tempat perawatan pasien Covid-19.

“Memang ada beberapa daerah yang mengalami tekanan besar tingkat infeksi tinggi. Ini akan prioritas di samping tambahan dana untuk mitigasi kemungkinan problem saat Pilkada,” katanya.(Ant)

Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Nikita Mirzani Lepas Hijab, Sahabat Beri Dukungan
apahabar.com

Nasional

Soal CVR Lion Air, KNKT: Ada Kepanikan tapi Tak Ada Teriakan Allahu Akbar
apahabar.com

Nasional

Gatot Nurmantyo: TNI-Polri Jangan Mau Dibenturkan
apahabar.com

Nasional

Ada yang Sebar Hoax Gelombang Besar Hantam Sabang Aceh
apahabar.com

Nasional

Warga Wuhan Bersukacita Setelah Lockdown Berakhir
apahabar.com

Nasional

Jadi Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek
apahabar.com

Nasional

Fatwa MUI Dibaca di Kampanye Prabowo, TKN: Itu Ajakan Pilih Jokowi
FPI

Nasional

Pasca Dinyatakan Dilarang, FPI Langsung Bereinkarnasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com