Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Pakar China Perkirakan 70 Persen Warga Dunia Terdampak Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 19 September 2020 - 17:27 WIB

Pakar China Perkirakan 70 Persen Warga Dunia Terdampak Covid-19

Maria Velez dari Orlando, Florida, memeluk nisan putranya Stephen di Ohio Western Reserve National Cemetery pada Memorial Day, di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19), di Seville, Ohio, Amerika Serikat, Senin (25/5). Foto-Reuters

apahabar.com, JAKARTA – Ahli penyakit pernafasan ternama di China Prof Zhong Nanshan memperkirakan 60-70 persen penduduk dunia akan terdampak Covid-19 dengan tingkat kematian mendekati tujuh persen.

“Jika tidak ada intervensi, Covid-19 kemungkinan akan berdampak pada 60-70 persen populasi global, dengan tingkat kematian mendekati tujuh persen,” katanya dikutip Global Times, Sabtu (19/9).

Pakar kesehatan kelahiran Nanjing, Provinsi Jiangsu, itu, juga mengatakan pasien yang terinfeksi Covid-19 lima hari sebelum dan lima hari sesudah munculnya gejala dengan disertai penyakit parah memiliki risiko kematian yang tinggi.

Pandemi itu juga masih akan terus berlangsung hingga musim dingin dan musim semi mendatang, sebut ahli berusia 83 tahun itu, yang mencetuskan rekomendasi masa karantina 14 hari setelah mempelajari pola penularan Covid-19 di Wuhan.

Zhong juga menyarankan Pemerintah China untuk melakukan pencegahan dan pengendalian bersama masyarakat, memperluas jangkauan tes asam nukleat, melacak kontak dekat, dan mengisolasi pasien.

“Kekebalan tubuh hanya bisa diperoleh melalui vaksinasi massal melalui kerja sama global dalam satu hingga dua tahun,” kata sang profesor yang pernah mengalami pneumonia saat SARS mewabah di China pada 2003.

Sementara itu, Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, Jumat (18/9), menyebutkan 11 vaksin Covid-19 buatan dalam negeri telah memasuki uji klinis, empat di antaranya sudah memasuki tahap ketiga uji klinis.

Lebih dari 100.000 warga China telah disuntik vaksin Covid-19 dan setelah itu mereka tidak menunjukkan reaksi apa pun.

Pakar vaksin di Shanghai, Tao Lina, mengatakan bahwa jika 70 persen warga China berhasil divaksin, pada 2021 sedikitnya 90 persen warga China sudah divaksin sehingga tindakan pencegahan Covid-19 akan lebih fleksibel dan berbiaya rendah.

China juga telah mendirikan pusat Covid-19 nasional sebagai langkah awal untuk melakukan kerja sama internasional dalam menghadapi pandemi tersebut.

Kepala Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular China, Gao Fu, mengatakan bahwa institusi baru tersebut nantinya akan mengumpulkan sampel virus dan menggelar pelatihan pengurutan DNA terkait Covid-19.(Ant)

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Cuaca Panas Tak Menghambat Corona, Ahli: Pakai Masker dan Jaga Jarak Solusinya
apahabar.com

Internasional

WHO Wajibkan Anak 12 Tahun ke Atas Gunakan Masker Seperti Dewasa
apahabar.com

Internasional

Khatib Jumat di Inggris Puji Pria Kristen yang Berdiri di Luar Mesjid
apahabar.com

Internasional

Rusuh di AS, Pertokohan Dijarah, Kantor Polisi Dibakar
apahabar.com

Internasional

Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran Minta Maaf
apahabar.com

Internasional

Jika Darurat, Korsel Setujui Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19
apahabar.com

Internasional

Positif Covid-19, Presiden AS Donald Trump ‘Berkicau’: ‘Saya Merasa Jauh Lebih Baik
apahabar.com

Internasional

Terinfeksi Covid-19, Desainer Kenzo Takada Meninggal Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com