Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu Duel Juventus vs Barcelona Liga Champions Malam Ini Tanpa Ronaldo vs Lionel Messi, Link Live Streaming SCTV!

Pelanggar Protokol Kesehatan di HSS, Belum Ada yang Kena Sanksi Denda

- Apahabar.com Kamis, 3 September 2020 - 22:19 WIB

Pelanggar Protokol Kesehatan di HSS, Belum Ada yang Kena Sanksi Denda

Satpol PP Kabupaten HSS bekerjasama dengan TNI-Polri melakukan patroli penindakan protokol kesehatan Perbub HSS Nomor 44 tahun 2020, sekaligus melaksanakan sosialisasi. Foto-Satpol PP HSS

apahabar.com, KANDANGAN – Patroli Penerapan Peraturan Bupati (Perbub) Hulu Sungai Selatan (HSS) terkait pelanggar protokol kesehatan belum ada terkena sanksi administrasi berupa denda.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berkoordinasi dengan anggota TNI-Polri, sudah mulai melaksanakan patroli penindakan. Bagi pelanggar, baru ada yang terkena sanksi sosial, seperti menjadi juru kampanye dan membersihkan fasilitas umum.

“Sejauh ini belum ada yang terkena sanksi administrasi,” ucap Kasatpol PP Kabupaten HSS, Iwan Friady, Kamis (3/9).

Ke depan ucapnya, tidak menutup kemungkinan akan ada yang terkena sanksi denda administrasi itu.

Pada Perbup itu, jelasnya, denda administrasi bagi warga pelanggar protokol kesehatan minimal Rp50 ribu, maksimal Rp250 ribu.

Sedangkan bagi pengelola usaha akan dikenakan denda minimal Rp100 ribu dan maksimal Rp250 ribu. Uang hasil denda itu akan disetorkan ke kas daerah.

Sanksi administrasi diberlakukan pada pilihan terakhir. “Denda administrasi dikenakan bagi pelanggar protokol kesehatan, yang sudah melakukan secara berulang-kali,” jelasnya.

Setiap warga yang melanggar protokol kesehatan, lanjutnya, akan diberikan tindakan berupa difoto identitas seperti KTP. Hal itu menjadi acuan guna mengetahui pelanggar yang melakukan secara berulang.

“Tergantung situasi di lapangan, misal sering melaksanakan pelanggaran dan berulang-ulang mungkin saja langsung dilaksanakan denda administrasi,” tuturnya.

Pada Perbub itu jelasnya, tidak ada lagi penindakan dengan sanksi fisik. Melainkan mulai dari teguran lisan, tertulis, sanksi sosial berupa menjadi juru kampanye dan membersihkan fasilitas umum, serta sanksi administrasi.

“Sejauh ini masyarakat sudah banyak yang mengetahui dan menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Ia berharap, tidak sampai ada masyarakat maupun kelompok usaha, yang terkena sanksi denda uang dari akibat melanggar Perbub itu.

Editor: Aprianoor

Reporter: Ahc27 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Covid-19 di Banjarmasin: Positif 93, PDP 66 dan ODP 443 Orang
apahabar.com

Kalsel

INFOGRAFIS: Kalsel Marak Temuan Bayi
apahabar.com

Kalsel

PWM Kalsel Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar 2025
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Maut di Rantau, Isi Perut Korban Berceceran di Jalan
apahabar.com

Kalsel

Kemeriahan Hari Bhayangkara, Satlantas Polres Banjar Bagi Souvernir dan SIM Gratis
apahabar.com

HSS

ASN di HSS Harus Jadi Teladan Protokol Kesehatan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Banjarmasin, Usia 40 Tahun Sumbang Kematian Terbesar
apahabar.com

Kalsel

Update 20 Mei: Sehari, Kalsel Tambah 64 Pengidap Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com