Update Daftar Zona Sebaran Covid-19 di Banjarmasin Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda Tenang, Gempa 5,5 R di Pangandaran Tak Berpotensi Tsunami 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini

Pemakaian Masker Scuba Tak Direkomendasikan, Simak Alasannya

- Apahabar.com Jumat, 18 September 2020 - 11:39 WIB

Pemakaian Masker Scuba Tak Direkomendasikan, Simak Alasannya

Ilustrasi pemakai masker scuba. Foto: Pikiranrakyat.com

apahabar.com, JAKARTA – Pakar kesehatan belakangan ini tidak merekomendasikan masyarakat mengenakan masker scuba karena tidak memberikan perlindungan terhadap penularan Covid-19.

Praktisi klinik sekaligus relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i, mengatakan masker scuba dibuat dari bahan tipis yang elastis, karena hanya terdiri dari satu lapisan kain dan kecenderungan menjadi longgar.

“Masker scuba itu tipis satu lapis, tidak efektif, karena bahannya neoprene, cenderung elastis. Jika ditarik pori akan membesar. Padahal kita butuh kemampuan filtrasinya,” kata Fajri, Jumat (18/9).

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan masker dengan satu lapisan dan terlalu tipis memungkinkan virus penyebab Covid-19 menembus.

Merujuk pada penelitian ilmiah dalam jurnal ACS Nano belum lama ini, Fajri mengungkapkan, kemampuan electrostatic atau menyaring partikel-partikel yang lebih kecil menjadi poin penting di sini.

Bahan sutra atau silk empat lapis bisa menyaring banyak partikel, diikuti chiffon yang merupakan gabungan 90 persen poliester dan 10 persen spandeks, lalu flanel yang terdiri dari 65 persen katun dan 35 persen poliester.

Terkait ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Satgas COVID-19 merekomendasikan kain tiga lapis yakni lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah untuk menyaring dan lapisan luar yang terbuat dari bahan seperti poliester.

Penelitian dari Universitas Illinois menemukan, tiga lapis kain 100 persen katun sama protektifnya seperti masker bedah atau medis.

Walau begitu, menurut Fajri, katun cult dua lapis sebenarnya sudah memberikan perlindungan. Jenis katun ini memiliki kerapatan 180 benang per inci dengan ketebalan 0,5 sentimeter.

“Cotton cult paling bagus untuk (menyaring) partikel besar dan lebih kecil, 180 thread per inci, ketebalannya setengah sentimeter,” ujar dia yang tergabung dalam Junior Doctor Network Indonesia itu.

Bagi Anda yang sudah terlanjur membeli masker scuba, Anda bisa melapisinya dengan dua lapis kain katun agar bisa lebih tebal.

“Memang belum ada sepertinya penelitian yg menguji kombinasi scuba dan katun dua lapis. Tetapi setidaknya katun dua lapisnya yang akan memberikan proteksi utama. Jadi mungkin katun duluan (di depan baru scuba),” tutur Fajri.(Ant)

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Ancam Kesehatan, Bahaya Tidur Usai Sahur
apahabar.com

Gaya

Rantai Motor Berkarat Saat Musim Hujan, Ini Solusinya
apahabar.com

Gaya

Wow, Chicken Steak di Solchic Banjarmasin Berukuran Jumbo dan Murah Meriah
apahabar.com

Gaya

Bisakah Makanan Beku Menyebarkan Covid-19? Berikut Kata Ahli
apahabar.com

Gaya

Arloji Pintar OPPO Segera Masuk Indonesia
apahabar.com

Gaya

Mengenal Kamala Khan, Super Hero Muslim Pertama Marvel
apahabar.com

Gaya

Samsung Luncurkan Galaxy M21, Hadir dengan Baterai Besar dan 3 Kamera
apahabar.com

Gaya

Segarnya Es Kopyor Agar-Agar, Ikuti Cara Buatnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com