2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian WHO Tetapkan Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia, Simak Alasannya Hasil Liga Italia, Taklukkan Crotone 2-1, Fiorentina Kembali ke Jalur Kemenangan

Pemanfaatan Kartu Tani Kementan di Barito Kuala Masih Tertahan

- Apahabar.com Selasa, 22 September 2020 - 17:12 WIB

Pemanfaatan Kartu Tani Kementan di Barito Kuala Masih Tertahan

Kementerian Pertanian telah memberlakukan sistem penebusan pupuk subsidi dengan menggunakan Kartu Tani. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Kendati sudah diluncurkan sejak Februari 2020, pemanfaatan Kartu Tani di Barito Kuala belum mengalami kemajuan berarti.

Kartu Tani merupakan salah satu produk terbaru Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan BNI.

Tak sekadar penanda identitas, Kartu Tani menjadi syarat petani mendapatkan pupuk bersubsidi, sekaligus data acuan pemerintah untuk memberikan bantuan.

Batola sendiri merupakan kabupaten pertama di Kalimantan Selatan yang meluncurkan Kartu Tani, tepatnya sejak 27 Februari 2020.

“Kartu Tani digunakan untuk mendukung penyaluran pupuk bersubsidi agar tepat sasaran,” papar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Batola, Murniati, Selasa (22/9).

“Sebelum memiliki Kartu Tani, petani harus tergabung dalam kelompok tani yang sudah menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” imbuhnya.

RDKK sekaligus mengantisipasi data ganda penerima, mengingat alokasi tahunan pupuk bersubsidi tidak banyak.

Persyaratan lain adalah KTP sesuai kabupaten/kota, serta maksimal memiliki lahan seluas 2 hektare. Petani yang hanya berstatus sebagai penggarap lahan, tetap berkesempatan memiliki Kartu Tani.

Sementara untuk mengajukan Kartu Tani, kelompok tani mendaftarkan anggota mereka kepada penyuluh pertanian di setiap kecamatan.

“Selanjutnya data divalidasi lebih dulu, sebelum dilanjutkan kepada bank yang sudah terhubung ke Kementan,” jelas Murniati.

Namun demikian, pemanfaatan Kartu Tani belum sesuai harapan. Salah satu penyebabnya adalah ketiadaan mesin Electronic Data Captured (EDC) di kios resmi.

“Sedianya RDKK sudah disiapkan,” sahut Rahmadi, Kabid Pembinaan Sumber Daya Manusia Pertanian (SDMP) Distan TPH Batola.

“Namun kami masih menunggu BNI untuk mendistribusikan EDC dan pemasangan jaringan. Pun sebelum dimulai, perlu uji coba dulu di beberapa kecamatan,” imbuhnya.

Terdapat 78 kios yang melayani pendistribusian pupuk bersubsidi di Batola. Artinya EDC yang mesti disiapkan juga sejumlah kios-kios tersebut.

Sementara Pimpinan BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Marabahan, Ali Hartono, menjelaskan proses Kartu Tani sudah lama berlangsung. Diketahui data petani Batola yang masuk telah mencapai lebih dari 20.000

“Sempat beredar informasi dari pusat bahwa penerapan Kartu Tani di Kalsel baru efektif mulai 2021. Namun demikian, sebenarnya kami sudah siap. Inject mesin EDC juga sudah dilakukan,” papar Ali.

“Intinya kami tinggal menunggu koordinasi dari Distan TPH Batola untuk jadwal pendistribusian, baik EDC maupun kartu,” tandasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Brakkk! Pemotor di Kertak Hanyar Dihantam Pikap, Bocah 10 Tahun Tewas
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Belum Usai, Bupati Kotabaru Ingatkan Warga Salat di Rumah
apahabar.com

Kalsel

Tol Banjarbaru-Batulicin, Pemprov Kalsel Kucurkan Ratusan Miliar Tahun Ini
apahabar.com

Kalsel

Serangan Lebah di SD Kelayan Barat, BPBD Gencarkan Pemberantasan
apahabar.com

Kalsel

Dewan Gerah, Tak Dilibatkan Dalam Proyek Taman Edukasi
apahabar.com

Kalsel

Termasuk Pasien Awal, 18 Warga Batola Sembuh Dari Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Nekat, 2 Pemuda Tabalong Bawa 1 Kg Sabu dalam Kemasan Teh
apahabar.com

Kalsel

Derita Bocah Jantung Bocor Tabunganen Batola, Badan dan Kuku Biru Jika Kedinginan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com