Banjir di Haruyan HST Berangsur-Angsur Surut, BPBD Imbau Warga Tetap Siaga Lebaran di Lapas Balikpapan, Antre Video Call Lepas Rindu Kasus Covid di Balikpapan Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 5 Orang Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir

Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama Tutup Usia

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 17:54 WIB

Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama Tutup Usia

Jacob Oetama. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia. Jakob meninggal di usia 88 tahun.

Dari siaran pers Kompas Gramedia, Jacob meninggal dunia Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta, Rabu (9/9) pukul 13.05 Wita.

Jakob Oetama akan disemayamkan di Kompas Gramedia dan akan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan.

Jacob Oetama merupakan jurnalis senior dan tokoh pers nasional. Pria kelahiran 27 September 1931 ini dikenal sebagai pendiri dan pemilik Kompas Gramedia Group.

Pria yang lahir di Desa Jowahan, Borobudur, Jawa Tengah diketahui mengawali kariernya di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaannya barunya sebagai redaktur di majalah mingguan Penabur pada 1956.

Pada 1963, ia menerbitkan majalah Insitari bersama rekannya terbaiknya, almarhum Petrus Kanasius Ojong (PK Ojong). Majalah Intisari yang merupakan cikal bakal Kompas Gramedia.

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.

Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan.

Baginya “Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan”.

Semasa hidup, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok sederhana yang selalu mengutamakan kejujuran, integritas, rasa syukur, dan humanisme.

Di mata karyawan, ia dipandang sebagai
pimpinan yang ‘nguwongke’ dan tidak pernah menonjolkan status atau kedudukannya.

Almarhum berpegang teguh pada nilai humanisme transendental yang ditanamkannya sebagai fondasi Kompas Gramedia.

Idealisme dan falsafah hidupnya telah diterapkan dalam setiap sayap bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

“Jakob Oetama adalah legenda, jurnalis sejati yang tidak hanya meninggalkan nama baik, tetapi juga kebanggaan serta nilai-nilai kehidupan bagi Kompas Gramedia. Beliau sekaligus teladan dalam profesi wartawan yang turut mengukir sejarah jurnalistik bangsa Indonesia. Walaupun kini beliau telah tiada, nilai dan idealismenya akan tetap hidup dan abadi selamanya,” kata Corporate Communication Director Kompas Gramedia Rusdi Amral.(*)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kagumi Ketokohan MHM, Founder Muda Penggerak Kemajuan: Beliau Riil dan Keren
apahabar.com

Nasional

Saling Memaafkan di Bulan Suci
apahabar.com

Nasional

Jakarta PSBB Lagi, Anies Baswedan Tarik Rem Darurat
apahabar.com

Nasional

Awas! Ada Situs Web Tawarkan Vaksin Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Cegah Penyebaran Covid-19, Meja Tamu Jokowi Dipasang Pembatas Kaca
apahabar.com

Nasional

Riset IFJ-AJI: Kebebasan Media di Indonesia Stagnan
apahabar.com

Nasional

Paman Birin Optimistis Proyek KA Terealisasi: ‘Biar Lagu Kereta Malam Berhenti’
PPKM

Nasional

Tangani Covid-19, Jokowi Minta PPKM Berbasis Mikro
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com