Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama Tutup Usia

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 17:54 WIB

Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama Tutup Usia

Jacob Oetama. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia. Jakob meninggal di usia 88 tahun.

Dari siaran pers Kompas Gramedia, Jacob meninggal dunia Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta, Rabu (9/9) pukul 13.05 Wita.

Jakob Oetama akan disemayamkan di Kompas Gramedia dan akan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan.

Jacob Oetama merupakan jurnalis senior dan tokoh pers nasional. Pria kelahiran 27 September 1931 ini dikenal sebagai pendiri dan pemilik Kompas Gramedia Group.

Pria yang lahir di Desa Jowahan, Borobudur, Jawa Tengah diketahui mengawali kariernya di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaannya barunya sebagai redaktur di majalah mingguan Penabur pada 1956.

Baca juga :  Viral, Pernikahan Pemuda Lajang dengan 'Luna Maya' Nenek Usia 62 Tahun di Buntok

Pada 1963, ia menerbitkan majalah Insitari bersama rekannya terbaiknya, almarhum Petrus Kanasius Ojong (PK Ojong). Majalah Intisari yang merupakan cikal bakal Kompas Gramedia.

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.

Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan.

Baginya “Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan”.

Semasa hidup, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok sederhana yang selalu mengutamakan kejujuran, integritas, rasa syukur, dan humanisme.

Di mata karyawan, ia dipandang sebagai
pimpinan yang ‘nguwongke’ dan tidak pernah menonjolkan status atau kedudukannya.

Baca juga :  Duel Rebutan Anak di Jalan Jati Banjarmasin, Pelaku Datang dengan Samurai Terhunus

Almarhum berpegang teguh pada nilai humanisme transendental yang ditanamkannya sebagai fondasi Kompas Gramedia.

Idealisme dan falsafah hidupnya telah diterapkan dalam setiap sayap bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

“Jakob Oetama adalah legenda, jurnalis sejati yang tidak hanya meninggalkan nama baik, tetapi juga kebanggaan serta nilai-nilai kehidupan bagi Kompas Gramedia. Beliau sekaligus teladan dalam profesi wartawan yang turut mengukir sejarah jurnalistik bangsa Indonesia. Walaupun kini beliau telah tiada, nilai dan idealismenya akan tetap hidup dan abadi selamanya,” kata Corporate Communication Director Kompas Gramedia Rusdi Amral.(*)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Main Proyek, Jaksa Agung Siap ‘Binasakan’ Jaksa Nakal
apahabar.com

Nasional

Lulus Ujian CPNS Saat Pakai Jimat, Bagaimana Hukumnya?
apahabar.com

Nasional

Rakyat Indonesia Doakan Ani Yudhoyono Sehat
apahabar.com

Nasional

Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Relawan Akan Gelar Parade Budaya
apahabar.com

Nasional

Sosok AS, Terduga Teroris di Tanbu yang Diamankan Densus 88
apahabar.com

Nasional

Satu Napi di Lapas Cipinang Hilang Diduga Melarikan Diri
apahabar.com

Nasional

Targetkan Seluruh Desa Terkoneksi Wifi Gratis
apahabar.com

Nasional

KPU Gelar Rapat Validasi Surat Pemilu 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com