Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon

- Apahabar.com Rabu, 23 September 2020 - 14:28 WIB

Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon

Penetapan paslon di Pilwali Banjarmasin usai, KPU, Bawaslu Banjarmasin, dan Polda Kalsel mewarning calon kepala daerah tak melakukan selebrasi berlebihan saat pengundian nomor urut esok. Foto-ilustrasi: Liputan 6

apahabar.com, BANJARMASIN – KPU telah resmi menetapkan empat pasangan calon (paslon) untuk Pilwali Banjarmasin 2020.

Mereka adalah Ibnu Sina-Ariffin Noor, Abdul Haris Makkie-Ilham Noor, Ananda-Mushaffa Zakir, dan Khairul Saleh-Habib Ali.

Praktis, Pilkada Serentak 2020 akan memasuki tahapan pengundian nomor urut paslon.

KPU menjadwalkan rapat pleno terbuka pengundian nomor di Hotel Golden Tulip, Kamis (24/9) esok malam.

Pihak KPU Banjarmasin telah mewanti-wanti kepada para paslon untuk tak membawa massa pendukungnya.

Teknis pengundian nomor urut pun diatur untuk tak melebihi kapasitas ruangan menghindari potensi penularan Covid-19.

Masing-masing perwakilan paslon, sesuai PKPU Nomor 10/2020 dan Maklumat Kapolri, tak boleh melebihi 5 orang.

“Dari pihak pengamanan akan membubarkan apabila terjadi kerumunan massa,” ujar Ketua KPU Banjarmasin Rahmiyati Wahdah kepada apahabar.com.

Pelaksanaan pengundian nomor urut calon kepala daerah berserta wakilnya harus patuh protokol kesehatan (prokes). TNI, dan Polri bakal diturunkan.

Mereka yang berjaga ketika rapat pleno berhak membubarkan kerumunan massa, sesuai Maklumat Kapolri nomor pada 21 September 2020, bernomor MAK/3/IX 2020.

“Dan mereka diinstruksikan tak memberi izin untuk melaksanakan keramaian atau mengumpulkan orang banyak,” ucapnya.

Belajar pada kerumunan massa saat tahap pendaftaran awal bulan tadi, KPU pun bersurat kepada LO partai.

Rahmi berharap seluruh paslon dan parpol pendukung menaati aturan prokes. Termasuk tak melakukan selebrasi berlebihan saat pengundian nomor urut.

“Mudahan-mudahan paslon bisa memberikan arahan kepada simpatisan itu untuk tetap protokol kesehatan,” imbuhnya.

OBJEK PENGAWASAN

Seirama, Ketua Bawaslu Banjarmasin Muhammad Yasar memastikan seluruh paslon kini telah resmi menjadi objek pengawasan.

Untuk itu Yasar meminta semua paslon untuk mematuhi semua imbuan Bawaslu.

Jika kedapatan melanggar terutama hal kerumunan massa, Bawaslu langsung menganggap itu temuan dugaan pelanggaran tahapan Pilkada serentak 2020.

“Tidak segan Bawaslu beserta pihak keamanan membubarkan kerumunan massa yang tak taat protokol kesehatan,” tegasnya dihubungi terpisah.

Sebelumnya, Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta telah mengingatkan kubu pasangan paslon mematuhi maklumat Kapolri.

“Jika ditemukan adanya perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai peraturan perundang-undangan.” jelas jenderal bintang dua ini.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Curi Motor Saat Mabuk, Perantau di Tapin Dibekuk
tergenang

Kalsel

Hingga Siang, Banjarmasin Masih Tergenang
apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarmasin Lantik 156 PPS
Bupati

Kalsel

Tok! Abdul Bahid Terpilih Jadi Dirut PDAM Tabalong Lagi
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS! Diamuk Si Jago Merah, Tugboat Batu Bara Terbakar di Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

Pasca Haul Sekumpul, 800 Ton Lebih Sampah Diangkut ke TPA
apahabar.com

Kalsel

Menjelang Harjad Batola, Penjahit di Marabahan Banjir Orderan
apahabar.com

Kalsel

Dandim 1003/Kandangan Ulurkan Bantuan Kursi Roda ke Kusasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com