Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Penjualan Kendaraan Baru dan Bekas Diprediksi Stagnan hingga Akhir Tahun

- Apahabar.com Senin, 21 September 2020 - 11:54 WIB

Penjualan Kendaraan Baru dan Bekas Diprediksi Stagnan hingga Akhir Tahun

Ilustrasi. Foto-tempo.co

apahabar.com, JAKARTA – penjualan kendaraan baru dan bekas hingga akhir tahun ini diprediksi stagnan.

Hal ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah adaptasi masyarakat terhadap kebijakan yang pada akhirnya akan ikut andil ke masalah daya beli.

“Hal ini dikarenakan, masyarakat membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa membangun daya belinya kembali seperti sediakala,” ujar pengamat otomotif sekaligus akademisi dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, seperti dikutip dari Antara, Senin (21/9).

Ia pun memberikan gambaran. Saat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap satu diberlakukan pada pertengahan April 2020, semua sektor termasuk otomotif terdampak turun di bulan Juni.

Lalu, di awal September 2020 sudah mulai lagi ada kebijakan baru PSBB tahap dua, walaupun terjadi hanya di sebagian wilayah saja.

“Jika model kebijakan, strategi komunikasi, dan cara persuasinya tetap sama, bukan tidak mungkin kita akan mengulangi hal yang sama dalam skala yang semakin berat. Semoga itu tidak terjadi,” kata akademisi ITB itu.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis laju industri otomotif bakal melesat pada semester II tahun ini, kendati sektor tersebut terdampak pandemi COVID-19.

“Kami optimistis bahwa kinerja industri otomotif berkembang positif pada semester II tahun ini. Kalau periode sebelumnya terjadi perlambatan karena dampak dari pandemi COVID-19,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangan resmi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menperin menyebutkan berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil dalam tiga bulan terakhir menunjukkan tren meningkat, setelah sempat terpukul akibat pandemi COVID-19.

“Penjualan mobil secara ritel atau dari dealer ke konsumen pada Agustus sebanyak 37 ribuan unit. Jumlah itu naik dibandingkan Juli sebesar 35.799 unit,” tuturnya.

Sementara itu, penjualan wholesales atau distribusi dari agen pemegang merek (APM) ke diler pada Agustus 2020 tercatat 37.277 unit. Angka tersebut naik 47 persen dibandingkan penjualan Juli 2020 yang mencapai 25.283 unit.

Editor: Puja Mandela

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Indonesia-Belanda Capai Kerja Sama Bisnis Senilai 1 Miliar Dolar
apahabar.com

Ekbis

Deretan Pasar yang Tutup Selama PSBB Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Apple Tembus Nilai Pasar 2 Triliun Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Kembangkan UMKM di Kotabaru, Kadin Gandeng Jamrkrindo Syariah
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Raih Penghargaan Frost & Sullivan Awards 2019
apahabar.com

Ekbis

Menjelang Tahun Baru, Harga Cabe-Cabean Naik!
apahabar.com

Ekbis

Dewan: Hilirisasi Jadi Solusi Atasi Harga Sawit di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Lenovo Kenalkan Laptop Yoga C930  di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com