Hari Ini Kuota Internet Belajar Siswa dan Guru Dikirim Langsung ke Nomor Peserta, Berikut Besar Sibsidinya Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT

Perihal Izin Umrah, Pemerintah Tunggu Pengumuman Resmi Arab Saudi

- Apahabar.com Rabu, 23 September 2020 - 12:51 WIB

Perihal Izin Umrah, Pemerintah Tunggu Pengumuman Resmi Arab Saudi

Arsip Foto. Warga muslim menjaga jarak sosial saat mengelilingi Kabah di Masjidil Haram dalam pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung pada masa pandemi COVID-19 di Kota Suci Makkah, Arab Saudi, Rabu (29/7). Foto-Saudi Ministry of Media

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Agama masih menunggu pengumuman resmi dari Kerajaan Arab Saudi perihal daftar negara yang mendapat izin untuk memberangkatkan jemaah umrah.

“Saudi dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang akan mendapatkan izin memberangkatkan jemaah umrah. Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami berharap Indonesia termasuk yang mendapat izin memberangkatkan (jemaah umrah),” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar di Jakarta, Rabu (23/9).

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kementerian Agama, Nizar mengatakan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Konsul Haji KJRI Jeddah, maskapai penerbangan, dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) mengenai persiapan penyelenggaraan layanan ibadah umrah.

Rapat koordinasi pemangku kepentingan terkait pelayanan umrah antara lain membahas prioritas pemberangkatan bagi jemaah umrah yang tertunda berangkat ke Tanah Suci sejak 27 Februari 2020 serta penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 dalam pelayanan umrah.

“Koordinasi dengan PPIU dan maskapai terus dilakukan. Kita minta jamaah umrah yang tertunda menjadi prioritas untuk diberangkatkan. Kita juga membahas penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan umrah di masa COVID-19 bersama dengan Kemenkes,” kata Nizar.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama M Arfi Hatim mengatakan bahwa sementara menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi, pemerintah mempersiapkan penyelenggaraan pelayanan umrah serta menyampaikan sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah umrah.

“Kami akan melakukan sosialisasi kepada PPIU dan jemaah terkait penerapan protokol kesehatan. Kami juga akan minta kepada PPIU untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan manasik umrah yang mereka lakukan,” ujar Arfi.

Kerajaan Arab Saudi secara bertahap akan kembali mengizinkan penyelenggaraan ibadah umrah mulai Oktober 2020. Pada tahap awal, penyelenggaraan umrah akan dibatasi bagi warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana.

Menurut Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali, pada tahap pertama Arab Saudi akan mengizinkan warga negaranya dan ekspatriat yang tinggal di negaranya untuk menunaikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020.

“Izin ini hanya untuk 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu enam ribu jemaah umrah per hari,” ujar Endang.

Pada tahap kedua, mulai 18 Oktober 2020 Pemerintah Arab Saudi akan mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negaranya dan warga asing yang tinggal di negara dengan kuota 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram atau 15 ribu orang per hari untuk umrah dan 40 ribu orang dalam ibadah saalat harian.

Selanjutnya, Pemerintah Arab Saudi berencana mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warganya, warga asing yang bermukim di negaranya, serta warga dari luar kerajaan yang sudah mendapat izin pada 1 November 2020 jika pandemi sudah reda.

Pada tahap ini, kerajaan mengizinkan penggunaan 100 persen kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan Covid-19, yakni untuk 20 ribu orang per hari untuk umrah dan 60 ribu orang untuk ibadah salat harian.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Demi Keselamatan Jemaah Umrah, Sterilisasi Masjidil Haram Dilakukan 4 Kali Sehari
apahabar.com

Habar

Akhir Pekan ini, Formula 1 Comeback!
apahabar.com

Habar

Pasca Haul Guru Sekumpul, Begini Kabar Terbaru Pejalan Kaki dari Palangkaraya
apahabar.com

Habar

Tuan Guru Masdar: Ber-NU Sampai Mati!
apahabar.com

Habar

Berziarah ke Kelampayan, Kiai Ma’ruf Disambut Keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
apahabar.com

Habar

Darurat Covid-19 Kalsel dan Seruan Baca Ratibul Haddad, Simak Keutamaannya
apahabar.com

Hikmah

Cara Asyik Gus Baha Menyifati Tuhan
apahabar.com

Habar

Salat Jumat di Masjid Jakarta Ditiadakan Dua Pekan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com