3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Perlahan, Rupiah Mulai Menguat

- Apahabar.com Selasa, 15 September 2020 - 12:44 WIB

Perlahan, Rupiah Mulai Menguat

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.870 pada Selasa (15/9). Rupiah menguat 0,69% dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara di pasar spot, rupiah juga hijau. Pada pukul 10:00 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.855 di mana rupiah menguat 0,03%.

Kala pembukaan pasar, rupiah masih menguat 0,4%. Seiring perjalanan, apresiasi rupiah tergerus sampai ke level tipis hampir flat.

Sama seperti rupiah, berbagai mata uang utama Asia juga perkasa di hadapan dolar AS. Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning di perdagangan pasar spot pada pukul 10:14 WIB:

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot di posisi Rp14.860/US$, sama persis dengan posisi penutupan akhir pekan lalu alias stagnan. Rupiah tidak pernah menguat selama lima hari perdagangan beruntun. Dalam lima hari tersebut, depresiasi rupiah mencapai 0,88%.

Ini membuat rupiah punya ruang untuk mencatatkan technical rebound. Rupiah yang sudah ‘murah’ membuatnya kembali menarik di mata investor.

Selain itu, dolar AS memang masih dalam tren melemah. Pada pukul 09:32 WIB, Dollar Index (yang menggambarkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terkoreksi 0,09%. Dalam sepekan terakhir, indeks ini turun 0,5%.

Investor sedang bernafsu memburu aset-aset berisiko karena ada kabar baik dari pengembangan vaksin anti-virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Setelah sempat berhenti, uji coba vaksin AstraZaneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford sudah dilanjutkan kembali.

“Ada perkembangan positif dari pengembangan vaksin anti-virus corona yang membantu mengangkat persepsi pelaku pasar. Menurut saya sentimen ini agak lemah, tetapi sudah cukup untuk membuat investor masuk ke pasar saham sehingga dolar AS melemah,” kata Amo Sahota, Direktur Eksekutif Klarity FX yang berbasis di San Francisco, seperti dikutip dari Reuters.

Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York ditutup menguat signifikan. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 1,18%, S&P 500 melesat 1,27%, dan Nasdaq Composite terangkat 1,87%.

Investor juga terus mengurangi kepemilikan mata uang Negeri Paman Sam jelang rapat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang hasilnya diumumkan Kamis dini hari waktu Indonesia. Mengutip CME FedWatch, probabilitas suku bunga acuan bertahan di 0-0,25% mencapai 100%. Tidak ada ruang untuk perubahan.

“Ada indikasi The Fed akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% hingga 2023. Ini terlihat dari perubahan dotplot yang terbaru,” sebut riset NatWest.

Suku bunga rendah akan membuat berinvestasi di aset-aset berbasis dolar AS menjadi kurang menarik.

Dengan kemungkinan suku bunga ultra-rendah bertahan sampai 2023, maka tren depresiasi dolar AS sepertinya akan bertahan agak lama.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

‘Si Putih’ BPJS Kesehatan Barabai Berikan Layanan Jemput Bola
apahabar.com

Ekbis

Kuliah Umum Adaro, Memperkuat Pertumbuhan Wirausaha di Balangan
apahabar.com

Ekbis

Pernyataan Maruarar Terbukti, Pemerintah tak Naikan Harga BBM dan TDL
Vaksin

Ekbis

Uji Coba Vaksin Bikin Harga Minyak Naik Menggeliat
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: Impor Baja Jadi Sumber Utama Depisit Neraca Perdagangan

Ekbis

Jelang Rilis Data Cadangan Devisa, Hari Ini IHSG Diramal Menguat
apahabar.com

Ekbis

Kuartal 4-2019, Telkomsel Fokus Infrastruktur Teknologi Broadband Terdepan
apahabar.com

Ekbis

26 Mei, OJK Buka Kembali Kegiatan Pasar Modal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com