Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram

Perlahan, Rupiah Mulai Menguat

- Apahabar.com Selasa, 15 September 2020 - 12:44 WIB

Perlahan, Rupiah Mulai Menguat

ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.870 pada Selasa (15/9). Rupiah menguat 0,69% dibanding posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara di pasar spot, rupiah juga hijau. Pada pukul 10:00 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.855 di mana rupiah menguat 0,03%.

Kala pembukaan pasar, rupiah masih menguat 0,4%. Seiring perjalanan, apresiasi rupiah tergerus sampai ke level tipis hampir flat.

Sama seperti rupiah, berbagai mata uang utama Asia juga perkasa di hadapan dolar AS. Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning di perdagangan pasar spot pada pukul 10:14 WIB:

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot di posisi Rp14.860/US$, sama persis dengan posisi penutupan akhir pekan lalu alias stagnan. Rupiah tidak pernah menguat selama lima hari perdagangan beruntun. Dalam lima hari tersebut, depresiasi rupiah mencapai 0,88%.

Baca juga :  Bersinergi dengan Dinsos dan Ponpes, Bantuan Baznas HSS Tepat Sasaran

Ini membuat rupiah punya ruang untuk mencatatkan technical rebound. Rupiah yang sudah ‘murah’ membuatnya kembali menarik di mata investor.

Selain itu, dolar AS memang masih dalam tren melemah. Pada pukul 09:32 WIB, Dollar Index (yang menggambarkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terkoreksi 0,09%. Dalam sepekan terakhir, indeks ini turun 0,5%.

Investor sedang bernafsu memburu aset-aset berisiko karena ada kabar baik dari pengembangan vaksin anti-virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Setelah sempat berhenti, uji coba vaksin AstraZaneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford sudah dilanjutkan kembali.

“Ada perkembangan positif dari pengembangan vaksin anti-virus corona yang membantu mengangkat persepsi pelaku pasar. Menurut saya sentimen ini agak lemah, tetapi sudah cukup untuk membuat investor masuk ke pasar saham sehingga dolar AS melemah,” kata Amo Sahota, Direktur Eksekutif Klarity FX yang berbasis di San Francisco, seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga :  Progres Kutabamara di Batola, Dua Desa Sudah Terhubung Jalur Darat

Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York ditutup menguat signifikan. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 1,18%, S&P 500 melesat 1,27%, dan Nasdaq Composite terangkat 1,87%.

Investor juga terus mengurangi kepemilikan mata uang Negeri Paman Sam jelang rapat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang hasilnya diumumkan Kamis dini hari waktu Indonesia. Mengutip CME FedWatch, probabilitas suku bunga acuan bertahan di 0-0,25% mencapai 100%. Tidak ada ruang untuk perubahan.

“Ada indikasi The Fed akan mempertahankan suku bunga mendekati 0% hingga 2023. Ini terlihat dari perubahan dotplot yang terbaru,” sebut riset NatWest.

Suku bunga rendah akan membuat berinvestasi di aset-aset berbasis dolar AS menjadi kurang menarik.

Dengan kemungkinan suku bunga ultra-rendah bertahan sampai 2023, maka tren depresiasi dolar AS sepertinya akan bertahan agak lama.

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Terikat Utang Online Abal-abal, Korban Disuruh Jual Ginjal
apahabar.com

Ekbis

H-4 Lebaran, Harga Bawang di Banjarmasin Kompak Naik
Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Kembalinya Pasar ke Aset Safe Haven

Ekbis

Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Kembalinya Pasar ke Aset Safe Haven
apahabar.com

Ekbis

Telkomsel Digitalisasi Bisnis dan Security Perum Peruri
apahabar.com

Ekbis

Minyak Naik karena Optimisme Pengurangan Produksi OPEC+
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir: BUMN Perlu Tingkatkan Bisnis Secara Global
apahabar.com

Ekbis

Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Masih Terdampak Kekhawatiran Atas Virus Corona di China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com