Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Pilkada di Masa Pandemi, Bupati Tak Ingin Kabupaten Banjar Kembali ke Zona Merah

- Apahabar.com Jumat, 18 September 2020 - 22:38 WIB

Pilkada di Masa Pandemi, Bupati Tak Ingin Kabupaten Banjar Kembali ke Zona Merah

Rakor penegakkan hukum protokol kesehatan Covid 19, di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Jumat (18/9). Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menggelar rapat koordinasi (Rakor) penegakkan hukum protokol kesehatan Covid 19, di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Jumat (18/9).

Pada rakor ini dibahas strategi agar penyelenggaraan Pilkada Banjar 2020 aman dari penyebaran Covid-19.

“Saya minta semua pihak agar hal ini bisa dijadikan prioritas bersama, sosialisasikan ke masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan covid 19,” kata Bupati Banjar, H Khalilurrahman.

Rakor sesuai arahan dalam surat Kemendagri
nomor 440/5113/SJ, yang ditujukan kepada pemerintah daerah, provinsi, Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pilkada tahun 2020.

Surat tersebut juga menindaklanjuti Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dan pencegahan Corona.

Guru Khalil, sapaan Bupati Banjar, tidak ingin Kabupaten Banjar kembali pada zona merah akibat pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi ini.

“Upaya kita bersama dalam menanggulangi Covid-19 ini, tentu membuahkan hasil dari evaluasi tim Gugas, dari zona merah ke zona orange atau risiko sedang. Hal ini tentu perlu proaktif masyarakat menaati protokol kesehatan sehingga penyebaran tidak begitu masif,” jelasnya.

Sementara itu Dandim 1006/Martapura, Letkol Arm Siswo Budiarto mengaku siap membantu dalam penegakkan hukum protokol kesehatan saat Pilkada berlangsung dan minta hal ini jangan dianggap remeh

“Ini kasus serius dan mari kita sama-sama sosialisasikan hal ini ke masyarakat demi terciptanya ketertiban dan keamanan saat Pilkada serentak berlangsung,” ucapnya

Selain membahas penerapan protokol Kesehatan Covid-19 saat Pilkada, rakor tersebut juga membahas beberapa poin krusial, di antaranya sosialisasi PKPU nomor 10 tahun 2020, sosialisasi peraturan Bawaslu nomor 4 tahun 2020 tentang pencegahan dan deteksi kerawanan penularan Covid-19.

Bawaslu Banjar yang dalam hal ini dihadiri komisioner, M Syahrial Fitri dan Riski Wijaya Kusuma menyebut terdapat 243 pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran Bapaslon di Kalimantan Selatan.

Kegiatan rakor ini juga dihadiri Sekda Banjar, Forkopimda, para kepala SKPD serta perwakilan KPU dan Bawaslu Kabupaten Banjar.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kabupaten Banjar

4 Program Prioritas Kabupaten Banjar 2021, Isu Ekonomi Mendominasi
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Terima Bantuan APD, Sekda Banjar: Ruang Isolasi RSUD Ratu Zalecha Full Pasien Covid-19
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Persiapan Hanya 3 Hari, Kontingen Kabupaten Banjar Raih Juara Umum MTQ Suara Emas ke-IV Tingkat Provinsi di Balangan
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Kasus Covid-19 di Kabupaten Banjar Melandai, Edukasi Terus Dilakukan
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Keseruan Anak-anak Desa Kuin Kecil Rayakan Hari Anak Nasional
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Keluarga Korban Kesetrum di Martapura Dapat Santunan Puluhan Juta
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Harjad ke-70 Kabupaten Banjar Digelar Besok, Berikut Susunan Acaranya
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Dispersip Banjar Boyong 4 Piala Lomba Bercerita Tingkat Provinsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com