Enam Bulan Pandemi Corona di Kalsel, ICU dan Ruang Isolasi Makin Sesak Resmi, Sandiaga Uno Dukung Cuncung-Alpiya di Pilbup Tanbu 2020 Bendera RI Rasa Polandia di SKPD Kotabaru, Sore Hari Baru Diturunkan Pulang dari Banjarmasin, 1 Anggota DPRD Tabalong Positif Covid-19 Hasil Liga Inggris, Kalah 3-1 dari Liverpool, Pelatih Arsenal Arteta Langsung Berburu Gelandang Kreatif

PSBB Jakarta: Anies Baswedan Berlakukan 8 Aturan Ketat Mulai Hari Ini

- Apahabar.com Senin, 14 September 2020 - 09:55 WIB

PSBB Jakarta: Anies Baswedan Berlakukan 8 Aturan Ketat Mulai Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2020 tentang PSBB versi ketat, Senin (14/9) hari ini. Ada 8 poin aturan tersebut.

Anies menjelaskan bahwa Pergub terkait PSBB ketat diterbitkan pada 13 September, namun baru diberlakukan hari ini, 14 September.

“Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 ditetapkan hari ini, 13 September, tentang perubahan Peraturan Gubernur Nomor 33,” ujar Anies dalam konferensi persnya di Balai Kota, Minggu (13/9).

Anies mengatakan Pergub ini nantinya akan menjadi salah satu landasan dalam penerapan PSBB. Anies menuturkan pengelolaan PSBB di Jakarta diatur dalam tiga pergub. Dia menegaskan PSBB yang lebih ketat daripada PSBB transisi ini berlaku mulai hari ini.

“Pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta yang akan mulai dilaksanakan 14 September,” kata Anies.

Berikut ini 8 poin PSBB versi ketat yang mulai berlaku hari ini:

1. Kapasitas Kantor 25%, 11 Sektor Boleh 50%

Anies menegaskan kapasitas perkantoran di DKI Jakarta, baik pemerintah maupun swasta, untuk dua pekan ke depan diatur sebesar 25 persen. Bilamana ditemukan ada kasus positif virus Corona baru (Covid-19), gedung perkantoran itu akan ditutup setidaknya selama tiga hari.

Namun aturan itu, disebut Anies, bisa dikesampingkan untuk sektor tertentu, seperti kebencanaan dan penegakan hukum. Nantinya, menurut Anies, aturan yang lebih rinci tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020.

Baca juga :  Hari Ini, Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Dukungan Paket Stimulus Lanjutan AS

Aturan yang sama, disebut Anies, berlaku pula untuk perkantoran swasta. Sedangkan untuk pasar dan pusat perbelanjaan serta 11 sektor esensial, disebut Anies, berlaku kapasitas 50 persen.

2. Ojol Boleh Angkut Penumpang

Berbeda dengan saat awal Corona, ojek online (ojol) boleh mengangkut penumpang dan barang saat PSBB. Ojol diwajibkan menjaga protokol kesehatan.

3. Selain Keluarga, Kendaraan Pribadi Maksimal 2 Orang Sebaris

Kendaraan pribadi hanya boleh mengangkut maksimal satu baris mobil diisi dua orang. Namun aturan ini tidak berlaku jika seluruh penumpang mobil satu tempat tinggal.

Selain itu, Anies meniadakan ganjil-genap selama PSBB total. Belum diketahui sampai kapan Pemprov meniadakan ganjil-genap.

4. Kerumunan

Anies menegaskan kerumunan di DKI Jakarta tidak boleh lebih dari lima orang. Warga diimbau tetap di rumah.

5. Institusi Pendidikan hingga Sarana Olahraga Tutup

Selama PSBB kembali diperketat, tempat-tempat berikut ini harus ditutup secara penuh:

-Sekolah dan institusi pendidikan
-Kawasan pariwisata dan taman rekreasi
-Taman kota dan RPTRA
-Sarana olahraga publik (olahraga dilakukan secara mandiri di lingkungan sekitar rumah)
-Tempat resepsi pernikahan (pernikahan dan pemberkatan perkawinan dapat dilakukan di KUA atau kantor catatan sipil.

6. Restoran hingga Tempat Ibadah Boleh Buka dengan Catatan

Tempat-tempat berikut ini dapat beroperasi dengan kondisi tertentu:

Baca juga :  Koyem Tegaskan Surat Mundur dari Ketua Tim Ben-Ujang Bukan Hoaks

-Restoran, rumah makan, kafe hanya menerima pesan antar/bawa pulang. (Tidak boleh menerima pengunjung untuk makan di tempat)
-Tempat ibadah di lingkungan permukiman yang digunakan oleh warga setempat dapat beroperasi (Tempat ibadah yang dikunjungi peserta dari berbagai komunitas, misal: masjid raya, dan tempat ibadah yang berada di wilayah zona merah ditutup sementara)

7. Mobilitas Warga Dikurangi

Mobilitas warga akan dikurangi dengan pengendalian transportasi publik:

-Pengendalian TransJakarta, MRT, LRT, KRL CommuterLine, taksi, angkot dan kapal penumpang.
-Dilakukan pembatasan kapasitas, pengurangan frekuensi layanan dan armada.
-Pengurangan kapasitas maksimal 50% dari kapasitas normal.
-Diatur berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2020.
-Akan diatur secara detail teknis melalui SK Kadishub.

8. Pemberian Bansos Tetap Berjalan

Pemberian bantuan sosial terus diberikan sesuai jadwal yang telah disusun hingga akhir tahun. Penerima bantuan sosial adalah warga rentan dan kurang mampu sesuai data Kemensos dan Dinsos yang selama ini telah menerima bantuan sosial.

Penerima ditentukan berdasarkan keputusan gubernur. Bantuan sosial berbentuk bahan kebutuhan pokok akan terus diberikan secara periodik kepada 2.460.203 keluarga rentan di DKI Jakarta hingga Desember 2020.

Pembiayaan bantuan sosial dilakukan melalui APBN, APBD dan/atau sumber lainnya. Bantuan sosial didistribusikan melalui PD Pasar Jaya.

Sumber: detik.com
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pilot Pingsan, Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Bandara El Tari Kupang
apahabar.com

Nasional

Napi Kasus Pembunuhan Menikah Di Lapas
apahabar.com

Nasional

Jawa-Banten-DKI Padam Listrik 7 Jam, Ini Penjelasan Plt Dirut PLN
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sebut Bom Sibolga Tak Terkait Pilpres
apahabar.com

Nasional

Wanita 350 Kg Takut Dioperasi
apahabar.com

Nasional

Wakil Ketua KEIN: Pembangunan di Papua Harus Secara Keseluruhan
apahabar.com

Nasional

Opsi Reshuffle, Jokowi Peringatkan untuk Para Menteri Masih Kerja Biasa-biasa Saja
apahabar.com

Nasional

RSKM soal Tagihan Rp 17 Juta Korban Tsunami: Pasien Minta Layanan VIP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com