ga('send', 'pageview');
Dugaan Penyiksaan Bocah Sungai Bilu yang Dikira Diculik Makhlus Halus Rumah di Mantuil Banjarmasin Amblas ke Sungai, Pemilik Luka-Luka Pasien Sembuh Covid-19 Kalsel Meningkat Lagi, Simak Imbauan Paman Birin Ditutup Melemah, Saham Singapura Perpanjang Kerugian Angin Puting Beliung di Kapuas, Rumah Warga Jadi Korban

PSBB Jakarta, Mulai 14 September Kegiatan Perkantoran dari Rumah

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 21:56 WIB

PSBB Jakarta, Mulai 14 September Kegiatan Perkantoran dari Rumah

Jakarta kini bersiap menerapkan Pembatasan Sosial Beskala Besar atau PSSB. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Jakarta akan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jadi mulai Senin 14 September 2020 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kegiatan perkantoran non-esensial wajib ditiadakan dan dilaksanakan dari rumah.

“Dalam rapat gugus tugas tadi sore disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat, yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melakukan PSBB sebagai mana masa awal dulu,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Baca juga :  Pemanfaatan Kartu Tani Kementan di Barito Kuala Masih Tertahan

Anies memutuskan sejumlah kegiatan yang awalnya bisa dilakukan pada PSBB transisi akan dilarang mulai Senin, 14 September 2020. Salah satunya ialah kegiatan perkantoran yang wajib dilaksanakan dari rumah.

“Prinsipnya, mulai Senin, 14 September, kegiatan perkantoran yang non-esensial diharuskan laksanakan dari rumah, bekerja dari rumah, bukan usahanya yang berhenti tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan, kegiatan usaha jalan terus, kegiatan kantor jalan terus, tapi perkantoran di gedungnya yang tak diizinkan untuk beroperasi,” ucap Anies.

Baca juga :  Jelang Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Bapaslon, KPU Banjarmasin Siapkan Kebijakan

Anies juga memastikan hanya akan ada 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi secara minimal. Ke-11 bidang tersebut pun akan dievaluasi kembali oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Akan ada 11 bidang essential yang boleh berjalan dengan operasi minimal, jadi nggak seperti biasa, dikurangi, dan perlu saya sampaikan izin operasi pada bidang non-esensial yang dapat izin akan dievaluasi ulang untuk pastikan pengendalian pergerakan kegiatan, baik kegiatan usaha maupun kegiatan sosial tidak sebabkan penularan,” ujar Anies. (Dtk)

Editor: Syarif


Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

17 Kerajaan Nusantara Pamerkan Kain Tenun Berusia Ratusan Tahun
apahabar.com

Nasional

Gempa Ternate Tak Berpotensi Tsunami, Intip Pusatnya
apahabar.com

Nasional

Cap Go Meh, Ritual Cari Jodoh di Pulau Kemaro
apahabar.com

Nasional

Kerap Lupa dengan Hari Ulang Tahun, Jokowi Syukuri dengan Kerja
apahabar.com

Nasional

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Lebat Kamis Malam
apahabar.com

Nasional

Inisiatif Indonesia Kembali Sukses Gelar Asian Festival di Bulgaria
apahabar.com

Nasional

Dwi Soetjipto Dilantik Jadi Kepala SKK Migas, Tiga PR Menunggu
apahabar.com

Nasional

Dijamu Makan Malam PM Morrison, Jokowi Tulis Pesan Persahabatan RI-Australia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com