Setelah Tarif 10 Kubik Dihapus, Intip Kerugian PDAM Bandarmasih Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai

PSBB Total, Anies Izinkan Ojol Angkut Penumpang di Jakarta

- Apahabar.com Minggu, 13 September 2020 - 20:01 WIB

PSBB Total, Anies Izinkan Ojol Angkut Penumpang di Jakarta

Ojek Online. Foto-CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan jasa angkutan umum motor berbasis aplikasi dalam jaringan (daring) atau ojek online (ojol) mengangkut penumpang selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total mulai Senin (14/9) besok.

“Motor berbasis aplikasi diperbolehkan untuk mengangkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan detail,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jakarta, Minggu (13/9).

Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB lanjutan.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Kotabaru, 1 Oktober Tambah 3, Total Positif 393

Namun aturan pengganti Pergub Nomor 33 Tahun 2020 itu juga membatasi pergerakan penduduk di Jakarta dengan membatasi kapasitas tampung maksimal kendaraan umum dan pribadi maksimal 50 persen.

“Mobilitas penduduk juga akan dikurangi kapasitas maksimal dari kendaraan umum atau kendaraan pribadi adalah 50 persen meneruskan seperti apa yang ada sekarang,” katanya.

Kemudian pada PSBB total nanti ada pembatasan frekuensi layanan dan armada lalu transportasi darat, kereta dan kapal penumpang yang juga diatur dengan pembatasan jumlah penumpang per kendaraan.

Baca juga :  Emak-Emak Majelis Taklim Cempaka Sari Dukung Paslon Nomor Urut 02 di Pilwali Banjarmasin

Salah satunya adalah kendaraan pribadi hanya boleh diisi maksimal dua orang per baris kursi, kecuali bila kendaraan pribadi mengangkut keluarga yang berdomisili satu rumah.

“Tetapi bila tidak satu rumah atau tidak satu domisili, maka harus mengikuti ketentuan maksimal dua orang per baris,” katanya.

Anies juga meniadakan kebijakan rekayasa lalu lintas ganjil genap selama PSBB total.

“Detailnya nanti akan diatur secara teknis melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cucu Wiranto Meninggal karena Terpeleset di Kolam
apahabar.com

Nasional

Debat Kelima Capres 2019, Relawan Kalsel: Prabowo-Sandi Lebih Banyak Senyum
apahabar.com

Nasional

4 Bandara Ini Dibangun Pakai Skema Pembiayaan Baru
apahabar.com

Nasional

Gelombang Setinggi 4-6 Meter Ancam Perairan NTT
apahabar.com

Nasional

Jenis Kanker Otak Ini yang Ternyata Diderita Agung Hercules
apahabar.com

Nasional

6 Fakta di Balik Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Ini Cara Dapatkan Listrik Gratis Selama 6 Bulan
apahabar.com

Nasional

Rencana Pengerahan Massa di Monas 19 April, PMJ: Belum Berizin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com