Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram

Resmi, Aturan Wajib Swab Penumpang DKI Jakarta ke Banjarmasin Ditunda

- Apahabar.com Rabu, 16 September 2020 - 12:37 WIB

Resmi, Aturan Wajib Swab Penumpang DKI Jakarta ke Banjarmasin Ditunda

Dinkes Banjarmasin melakukan tes Covid-19 terhadap para penumpang asal DKI Jakarta di Bandara Syamsudin Noor. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Kebijakan Pemkot Banjarmasin melakukan tes Covid-19 kepada setiap penumpang asal DKI Jakarta ditunda Pemprov Kalimantan Selatan.

Hal itu tertuang dalam secarik surat Sekretariat Daerah Pemprov Kalsel bernomor 360/1102/BPBD/2020 perihal Pemeriksaan Swab Pelaku Perjalanan dari Provinsi DKI Jakarta ke Banjarmasin.

Surat bertarikh 15 September 2020 itu ditujukan ke Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi. Isi surat yang ditandatangani oleh Plh Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan selaku Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Roy Rizali Anwar menunda pemeriksaan swab atau tes usap terhadap pelaku perjalanan dari DKI Jakarta di Banjarmasin.

“Ya benar, sesuai surat ditunda,” jelas Roy dihubungi apahabar.com, Rabu (16/9).

Sebelum mengambil keputusan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kalsel, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Syamsuddin Noor.

Penundaaan, masih mengutip isi surat tersebut, agar tak menimbulkan permasalahan baru di lapangan karena masih bertentangan dengan surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Penundaan juga disepakati oleh Pemprov Kalsel sambil menunggu peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah pusat. Praktis, dengan keluarnya surat itu maka pemeriksaan swab terhadap pelaku perjalanan dari DKI Jakarta ke Banjarmasin tak berlaku.

Baca juga :  Keluarga Makin Terdampak Covid-19, Simak Arahan Presiden kepada Menteri Bintang

Sampai berita ini selesai diketik, belum ada jawaban resmi dari Pemkot Banjarmasin. apahabar.com telah mencoba menghubungi Machli Riyadi namun tak kunjung direspons.

Diwartakan apahabar.com sebelumnya, perlakuan khusus bagi mereka yang terbang dari Jakarta ke Banjarmasin berlaku di Bandara Syamsuddin Noor.

Dipastikan begitu tiba di bandara yang berlokasi di Banjarbaru itu, Dinas Kesehatan Banjarmasin langsung melakukan pemeriksaan sampel lendir penumpang.

“Semua yang datang khususnya dari Jakarta yang ingin masuk ke Banjarmasin kita periksa, termasuk surat keterangan sudah tes usap dengan hasil negatif Covid-19,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi, Selasa (15/9).

Menurut dia, sesuai instruksi Wali Kota Banjarmasin Nomor 3 Tahun 2020 tentang Upaya Mencegah dan Penanganan Penyebaran Covid-19, maka pihaknya melaksanakan kegiatan itu.

“Bagi yang tidak memiliki surat keterangan tes usap, maka kita langsung tes usap di sana,” ujarnya.

Menurut Machli, upaya itu bertujuan melakukan lebih dini manajemen risiko terhadap penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Banjarmasin yang mungkin datang dari Jakarta.

Baca juga :  Klaster Industri Berpotensi Tambah Kasus Covid-19 di Barito Kuala

“Jangan sampai gelombang kedua penyebaran Covid-19 datang tanpa kita ketahui, apalagi Gubernur DKI Jakarta sudah menarik rem darurat. Artinya penyebaran virus sudah gawat di sana, kita harus upayakan memutus rantai penularan dari sana sedini mungkin,” tuturnya.

Banjarmasin, kata dia, sudah mulai bisa menurunkan angka penularan Covid-19, bahkan sebagian besar wilayah sudah bisa dinyatakan zona hijau karena tidak ada lagi penambahan kasus baru.

Dikatakan, penegakan Perwali Banjarmasin Nomor 3 Tahun 2020 tentang penegakan hukum protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 di kota ini, khususnya wajib pakai masker terus dilaksanakan sangat ketat, jika warga bandel akan didenda Rp100 ribu.

Dengan mulai tingginya kesadaran masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan ini, yakni, pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan pakai sabun, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah ini mulai menurun.

Hingga kemarin, data kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banjarmasin sebanyak 3.126 orang, sembuh sebanyak 2.417 orang dan meninggal dunia sebanyak 158 orang.

apahabar.com

==================================

RALAT: Artikel ini telah mengalami penyesuain pada bagian judul. Seharusnya tertulis ‘ditunda’ bukan ‘dicabut. Kesalahan telah diperbaiki.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kepala BIN Daerah Kalsel: Politik Jangan Menodai Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Ahli Waris Pasien Covid-19 Meninggal di Tabalong Diusulkan Dapat Santunan
apahabar.com

Kalsel

2020, Alokasi Dana Siaga Darurat Banjir di Kalsel Capai Rp 900 Juta
apahabar.com

Kalsel

Sekolah di Batola Belum Bisa Tatap Muka Langsung Meski Ada Kecamatan Zona Hijau dan Kuning Sebaran Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Satu Lagi PDP di Tanah Laut Kini Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Senin, Puskesmas Martapura 2 Siap Beroperasi di Gedung Baru
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Cerah Berawan, BMKG: Waspada Karhutla di 5 Daerah

Kalsel

Kalsel Belum Bebas Karhutla, 6 Wilayah Tertutup Kabut Asap Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com