Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan IKN Dipimpin Kepala Otorita, Sederet Nama Kandidat Termasuk Ahok Pesona Danau Sentarum Kalbar Bikin Takjub, Tertarik Berkunjung?

Salah Satu Penopang Padi Kalsel, Alsintan di Batola Masih Terbatas

- Apahabar.com     Selasa, 1 September 2020 - 18:54 WITA

Salah Satu Penopang Padi Kalsel, Alsintan di Batola Masih Terbatas

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyimak paparan tentang optimalisasi lahan rawa di Desa Anjir Muara Lama, Senin (31/8). Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sekalipun menjadi salah satu penopang pangan Kalimantan Selatan, Barito Kuala masih bergelut dengan keterbatasan Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

Batola tercatat memiliki lahan sawah 71.664 hektar dan salah satu kawasan yang terluas di Kalimantan Selatan. Sementara lahan tegalan yang tersedia mencapai 13.000 hektar.

Namun lahan seluas itu belum ditopang ketersediaan Alsintan. Keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama.

“Alsintan jenis combine harvester milik sendiri yang tersedia di Batola baru 14 unit,” papar Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Batola, Murniati, Selasa (1/9).

“Sedangkan sisanya diperoleh melalui menyewa dari Sulawesi Selatan, seperti yang dilakukan Gapoktan Harapan Maju di Kecamatan Anjir Pasar,” imbuhnya.

Adapun dana sewa bukan bantuan dari pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat. Semuanya murni dari masyarakat, terutama dana yang dikelola Gapoktan.

Mekanisasi pertanian sendiri terbilang efektif. Traktor roda empat atau TR4 dihitung mampu mengolah lahan seluas 20 hektar per hari. Sedangkan combine dapat memanen 120 hektar per bulan.

“Sementara pengadaan juga terbatas, hanya 3 unit per tahun. Makanya Batola cuma punya 5 mesin traktor TR4, termasuk 2 bantuan yang baru diserahkan Menteri Pertanian,” jelas Murniati.

“Kalau mengharapkan anggaran kabupaten, dibutuhkan 25 tahun untuk memenuhi kebutuhan 71.664 hektar lahan sawah,” sambungnya.

Pengadaan semakin terbatas, mengingat anggaran juga direlokasi selama pandemi Covid-19. Bahkan sampai 2021, tidak terdapat penganggaran pembelian mesin baru.

“Kendati demikian, pembiayaan untuk petani sudah difasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen. Juga tersedia Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP) yang dapat menutupi kerugian akibat gagal panen,” tukas Murniati.

Terlepas dari keterbatasan mekanisasi, optimalisasi lahan yang diprogramkan Kementerian Pertanian di Batola, memperlihatkan hasil positif.

Optimalisasi itu antara lain meliputi normalisasi saluran irigasi, pembangunan jembatan untuk transportasi peralatan, pintu air dan gorong-gorong, serta pengolahan tanah.

“Contohnya adalah lahan Gapoktan Harapan Maju yang sudah dioptimalisasi seluas 350 hektar. Diperoleh 2,5 ton per hektar padi lokal dan 7 ton per hektar padi unggul,” tandas Murniati.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Idulfitri

Kalsel

Simak Pesan Habib Muhammad Taufan Alkaff untuk Warga yang Takbiran
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS: Banjarmasin Barat Geger, Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Kuin Cerucuk
apahabar.com

Kalsel

Saudi Setop Umrah, Penerbangan dari Kalsel Belum Reguler
apahabar.com

Kalsel

Mobil Dilarang Melintas di Jembatan Putih Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Akun Facebook Diretas, Rektor ULM Mengadu ke Mabes Polri
apahabar.com

Borneo

Mengendap-endap, Pemuda Dibekuk Pengurus Masjid di Banjarmasin Timur
apahabar.com

Kalsel

Siang Bolong, Peluru Tembus Rumah Warga di Karang Bintang Tanbu
Vaksinasi

Banjarbaru

Antusias Divaksinasi, Ratusan Warga Banjarbaru Sambangi RS TNI AU Sjamsudin Noor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com