Biang Kerok Banjir Kalsel, Ternyata Tak Cuma Tambang dan Sawit Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel

Save Bekantan, Hewan Primata Endemik Kalsel Diduga Tertabrak Mobil Pikup di Anjir Muara Batola

- Apahabar.com Sabtu, 12 September 2020 - 12:31 WIB

Save Bekantan, Hewan Primata Endemik Kalsel Diduga Tertabrak Mobil Pikup di Anjir Muara Batola

Serah terima berita acara evakuasi bekantan di Anjir Muara. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sahabat Bekantan Indonesia kembali mengevakuasi seekor bekantan di Desa Anjir Muara Kota, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Jumat (11/9) kemarin sore.

Hewan primata khas Kalsel itu diduga tertabrak mobil pikup yang melintas di Jalan Trans Kalimantan, Kilometer 26, dekat Jembatan Barito.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat setempat sekira pukul 16.30 Wita,” ucap Ketua Sahabat Bekantan Indonesia, Amelia Rezeki kepada apahabar.com, Sabtu (12/9) pagi tadi.

Kondisi sementara, kata dia, bekantan mengalami luka di bagian tubuh luar seperti tangan dan area dagu.

“Sementara berdasarkan hasil yang kami observasi ada luka terbuka di luar tubuh seperti tangan dan area bawah wajah,” beber Dosen Muda Prodi Biologi FKIP ULM ini.

Pihaknya akan melakukan cek lanjutan untuk mengetahui secara detail kondisi bekantan tersebut.

“Nanti mau dicek dokter untuk melihat kondisi detailnya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus serupa juga pernah terjadi di Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), pada Juli 2020 silam. Bahkan, saat itu, seekor bekantan yang diduga tertabrak pemotor langsung tewas di tempat.

SBI pun prihatin atas peristiwa nahas tersebut. “Jelas ulun sangat prihatin dan sedih karena kesekian kalinya maskot Kalsel menjadi korban,” ucap Amelia, belum lama tadi.

Peristiwa nahas ini menambah deretan kasus bekantan yang tewas tertabrak pemotor di Kalsel.

Menurutnya, jika bekantan sering melakukan perpindahan, maka terdapat indikasi kerusakan habitat.

Mengingat, bekantan merupakan primata yang sensitif.

Terlebih jika habitatnya rusak dan pakannya tidak memenuhi daya dukung kehidupan lagi.

“Kerusakan ini akibat alih fungsi lahan yang menyebabkan terjadinya fragmentasi habitat,” tegasnya.

Amel menyarankan, agar pemerintah menyediakan rambu-rambu terkait informasi bahwa jalan tersebut sering menjadi lintasan satwa liar.

“Tidak hanya bekantan, kami pernah menemui sigung dan kucing hutan yang tewas di tempat,” bebernya.

Konsep tersebut sudah diterapkan di luar negeri sana.

Banyak jalan yang diberi tanda khusus sehingga masyarakat pengguna jalan diminta untuk mengurangi kecepatan.

“Selain satwa, pengendara jalan pun bisa bahaya karena melaju dengan kecepatan tinggi,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ratusan Pedagang Sayur Pelaihari Di-Rapid Test, Satu Wanita Reaktif
apahabar.com

Kalsel

Warisan Budaya Banjar Tembus UNESCO, Kemendikbud Tantang Ibnu Sina
apahabar.com

Kalsel

Penetapan Hasil Pileg 2019, KPU Batola Tunggu BRPK
apahabar.com

Kalsel

Jembatan Desa Jorong Segera Dibangun Konstruksi Beton, Warga Antusias

Kalsel

VIDEO: Ledakan Keras Guncang Sungai Jingah Dini Hari Tadi

Kalsel

Rumah Zakat Kalsel Salurkan APD untuk Tim Medis
apahabar.com

Kalsel

Stok Darah Menipis, PMI Minta Pemkot Banjarmasin Berkontribusi
apahabar.com

Kalsel

Sudah Semua Logistik Pemilu Diterima
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com