Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru BREAKING NEWS: Pelantikan Pjs Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru Segera Digelar Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming

Save Bekantan, Hewan Primata Endemik Kalsel Diduga Tertabrak Mobil Pikup di Anjir Muara Batola

- Apahabar.com Sabtu, 12 September 2020 - 12:31 WIB

Save Bekantan, Hewan Primata Endemik Kalsel Diduga Tertabrak Mobil Pikup di Anjir Muara Batola

Serah terima berita acara evakuasi bekantan di Anjir Muara. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sahabat Bekantan Indonesia kembali mengevakuasi seekor bekantan di Desa Anjir Muara Kota, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Jumat (11/9) kemarin sore.

Hewan primata khas Kalsel itu diduga tertabrak mobil pikup yang melintas di Jalan Trans Kalimantan, Kilometer 26, dekat Jembatan Barito.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat setempat sekira pukul 16.30 Wita,” ucap Ketua Sahabat Bekantan Indonesia, Amelia Rezeki kepada apahabar.com, Sabtu (12/9) pagi tadi.

Kondisi sementara, kata dia, bekantan mengalami luka di bagian tubuh luar seperti tangan dan area dagu.

“Sementara berdasarkan hasil yang kami observasi ada luka terbuka di luar tubuh seperti tangan dan area bawah wajah,” beber Dosen Muda Prodi Biologi FKIP ULM ini.

Baca juga :  Ramalan Cuaca Kalsel Hari Ini, Begini Laporan BMKG

Pihaknya akan melakukan cek lanjutan untuk mengetahui secara detail kondisi bekantan tersebut.

“Nanti mau dicek dokter untuk melihat kondisi detailnya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus serupa juga pernah terjadi di Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU), pada Juli 2020 silam. Bahkan, saat itu, seekor bekantan yang diduga tertabrak pemotor langsung tewas di tempat.

SBI pun prihatin atas peristiwa nahas tersebut. “Jelas ulun sangat prihatin dan sedih karena kesekian kalinya maskot Kalsel menjadi korban,” ucap Amelia, belum lama tadi.

Peristiwa nahas ini menambah deretan kasus bekantan yang tewas tertabrak pemotor di Kalsel.

Menurutnya, jika bekantan sering melakukan perpindahan, maka terdapat indikasi kerusakan habitat.

Baca juga :  Update Covid-19 Kalsel 26 September: 40 Positif dan 27 Sembuh

Mengingat, bekantan merupakan primata yang sensitif.

Terlebih jika habitatnya rusak dan pakannya tidak memenuhi daya dukung kehidupan lagi.

“Kerusakan ini akibat alih fungsi lahan yang menyebabkan terjadinya fragmentasi habitat,” tegasnya.

Amel menyarankan, agar pemerintah menyediakan rambu-rambu terkait informasi bahwa jalan tersebut sering menjadi lintasan satwa liar.

“Tidak hanya bekantan, kami pernah menemui sigung dan kucing hutan yang tewas di tempat,” bebernya.

Konsep tersebut sudah diterapkan di luar negeri sana.

Banyak jalan yang diberi tanda khusus sehingga masyarakat pengguna jalan diminta untuk mengurangi kecepatan.

“Selain satwa, pengendara jalan pun bisa bahaya karena melaju dengan kecepatan tinggi,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Balap Liar di Tengah Covid-19, Puluhan Remaja Banjarmasin Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Teror Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Kotabaru Tingkatkan Penjagaan
apahabar.com

Kalsel

KPH Tabalong Evakuasi Seekor Bayi Beruang yang Ditinggalkan Sang Induk
apahabar.com

Kalsel

Serba-Serbi Gemerlap Festival Durian di Kiram: Mulai Luka-Luka Hingga Anak Hilang
apahabar.com

Kalsel

Warga Paringin Waswas Hujan Deras
apahabar.com

Kalsel

MPLS Online Terkendala Kuota, Ini Solusi SMAN 1 Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS..!! Cemara Raya Geger Kobaran Api
apahabar.com

Kalsel

Keadilan Guru Honorer Tergantung SK Walikota Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com