ga('send', 'pageview');
Dugaan Penyiksaan Bocah Sungai Bilu yang Dikira Diculik Makhlus Halus Rumah di Mantuil Banjarmasin Amblas ke Sungai, Pemilik Luka-Luka Pasien Sembuh Covid-19 Kalsel Meningkat Lagi, Simak Imbauan Paman Birin Ditutup Melemah, Saham Singapura Perpanjang Kerugian Angin Puting Beliung di Kapuas, Rumah Warga Jadi Korban

Sekolah di Batola Belum Bisa Tatap Muka Langsung Meski Ada Kecamatan Zona Hijau dan Kuning Sebaran Covid-19

- Apahabar.com Senin, 7 September 2020 - 17:13 WIB

Sekolah di Batola Belum Bisa Tatap Muka Langsung Meski Ada Kecamatan Zona Hijau dan Kuning Sebaran Covid-19

Tercatat sejak April 2020, sekolah di Barito Kuala memberlakukan sistem belajar dari rumah. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Aktivitas belajar mengajar di sekolah secara tatap muka di Barito Kuala (Batola) masih belum bisa dimulai kembali dalam waktu dekat.

Penyebab utama penundaan metode pembelajaran tersebut adalah status zona merah sebaran Covid-19.

Terlebih hingga awal September 2020, masih terdapat 132 warga Batola yang dikonfirmasi positif Covid-19, baik di rumah sakit rujukan maupun isolasi mandiri.

“Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, sekolah tatap muka hanya diperbolehkan di zona hijau dan kuning. Sementara Batola masih berstatus zona merah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Batola, H Sumarji, Senin (7/9).

Baca juga :  Tim Mobile Satgas Covid-19 Kotabaru Dilepas, Bagikan 50 Ribu Masker

“Kalau dilihat per kecamatan, memang sudah terdapat kecamatan yang zona hijau dan kuning. Namun sesuai SKB, penentuan zona ditentukan per kabupaten/kota,” sambungnya.

Tercatat sudah sekitar lima bulan, semua siswa TK/Paud, SD hingga SMP di Batola tidak lagi beraktivitas di sekolah. Selanjutnya pembelajaran digantikan belajar dari rumah sejak 23 April 2020.

Sekolah di Batola sempat diwacanakan kembali memberlakukan tatap muka sejak 13 Juli 2020 atau awal tahun ajaran 2020/2021. Namun rencana tersebut dianulir dengan pertimbangan penyebaran Covid-19.

“Terkait kelanjutan dan efektivitas program belajar dari rumah, Menteri Pendidikan juga sudah mengeluarkan sejumlah keputusan baru,” jelas Sumarji.

Baca juga :  Ribuan Siswa di Batola Masih Menunggu Bantuan Kuota Internet

“Di antaranya penggunaan kurikulum darurat, serta menerbitkan modul pembelajaran sebagai panduan guru, orang tua dan siswa,” tambahnya.

Kemendikbud juga memberikan subsidi kuota internet kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen sejak September hingga Desember 2020. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp7,2 triliun.

Rinciannya adalah siswa memperoleh bantuan 35 GB per bulan, guru 42 GB per bulan, serta mahasiswa dan dosen sebanyak 50 GB per bulan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin


Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Borneo

Oknum Guru Terjaring Razia Satpol PP di Homestay Filips Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

MUI HST Evaluasi Imbauan Beribadah di Tengah Mewabahnya Corona
apahabar.com

Kalsel

Syamsudin Noor Terganggu Gara-Gara Kabut Asap Kiriman
apahabar.com

Kalsel

Tak Diusung PDI Perjuangan di Pilgub Kalsel, Muhidin: Maka Hatiku Sangat Sakit!
apahabar.com

Kalsel

Denda Wajib Masker, Wali Kota Banjarmasin Ralat PIKOBAR
apahabar.com

Kalsel

Kondisi Terkini Korban Ditikam Tetangga di Halong
apahabar.com

Kalsel

Polisi Pastikan Penjagal Bocah SD di HST Gangguan Jiwa Berat!

Kalsel

Diberhentikan, Wakil Bupati Tabalong Zony Alfianoor Melawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com