Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19

Sekolah di Batola Belum Bisa Tatap Muka Langsung Meski Ada Kecamatan Zona Hijau dan Kuning Sebaran Covid-19

- Apahabar.com Senin, 7 September 2020 - 17:13 WIB

Sekolah di Batola Belum Bisa Tatap Muka Langsung Meski Ada Kecamatan Zona Hijau dan Kuning Sebaran Covid-19

Tercatat sejak April 2020, sekolah di Barito Kuala memberlakukan sistem belajar dari rumah. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Aktivitas belajar mengajar di sekolah secara tatap muka di Barito Kuala (Batola) masih belum bisa dimulai kembali dalam waktu dekat.

Penyebab utama penundaan metode pembelajaran tersebut adalah status zona merah sebaran Covid-19.

Terlebih hingga awal September 2020, masih terdapat 132 warga Batola yang dikonfirmasi positif Covid-19, baik di rumah sakit rujukan maupun isolasi mandiri.

“Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, sekolah tatap muka hanya diperbolehkan di zona hijau dan kuning. Sementara Batola masih berstatus zona merah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Batola, H Sumarji, Senin (7/9).

“Kalau dilihat per kecamatan, memang sudah terdapat kecamatan yang zona hijau dan kuning. Namun sesuai SKB, penentuan zona ditentukan per kabupaten/kota,” sambungnya.

Tercatat sudah sekitar lima bulan, semua siswa TK/Paud, SD hingga SMP di Batola tidak lagi beraktivitas di sekolah. Selanjutnya pembelajaran digantikan belajar dari rumah sejak 23 April 2020.

Sekolah di Batola sempat diwacanakan kembali memberlakukan tatap muka sejak 13 Juli 2020 atau awal tahun ajaran 2020/2021. Namun rencana tersebut dianulir dengan pertimbangan penyebaran Covid-19.

“Terkait kelanjutan dan efektivitas program belajar dari rumah, Menteri Pendidikan juga sudah mengeluarkan sejumlah keputusan baru,” jelas Sumarji.

“Di antaranya penggunaan kurikulum darurat, serta menerbitkan modul pembelajaran sebagai panduan guru, orang tua dan siswa,” tambahnya.

Kemendikbud juga memberikan subsidi kuota internet kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen sejak September hingga Desember 2020. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp7,2 triliun.

Rinciannya adalah siswa memperoleh bantuan 35 GB per bulan, guru 42 GB per bulan, serta mahasiswa dan dosen sebanyak 50 GB per bulan.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Antar Anak Saat Jam Kerja, ASN Tanbu Bakal Kena Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Polsek Berangas Tangkap Pengedar Narkoba Lintas Kabupaten
apahabar.com

Kalsel

Bupati HST Geser Puluhan Pejabat Eselon III dan IV
apahabar.com

Kalsel

Lebaran, PSBB di Banjarbaru-Banjar Lebih ‘Fleksibel’

Kalsel

Kebakaran Hebat di Alalak Utara, Satu Relawan Gugur
apahabar.com

Kalsel

Solusi Anak Kecanduan Gadget, Pemprov Kalsel Segera Buat Taman Bermain
apahabar.com

Kalsel

Predikat Zona Hijau di Mata Pengamat Epidemiolog Kalsel
Gudang Logistik

Kalsel

Gudang Logistik KPU Banjar Tempias Hujan, Kotak Suara Tetap Aman!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com