Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

Sempat Status Tertinggal, Indeks Desa Membangun di Kapuas Kalteng Kini Berkembang

- Apahabar.com Rabu, 2 September 2020 - 20:44 WIB

Sempat Status Tertinggal, Indeks Desa Membangun di Kapuas Kalteng Kini Berkembang

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kapuas, Yan Marto. Foto-Irfan

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Kapuas, Kalteng mengalami peningkatan dari semula tertinggal kini menjadi berkembang.

“Tahun 2019 secara umum IDM Kapuas masih berada pada status tertinggal. Tapi di tahun 2020 ini kita berhasil meningkatkan statusnya menjadi berkembang,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kapuas, Yan Marto, di Kuala Kapuas, Rabu (2/9).

Menurut Kepala DPMD Kapuas, Yan Marto pengukuran IDM yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sejak tahun 2015 itu didasarkan pada 3 indikator utama.

“Tiga indikator itu meliputi Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL),” ujarnya kepada apahabar.com.

Nah, hasil pengukuran IDM tahun 2020 di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menunjukkan trend yang positif dengan telah munculnya satu desa dengan status desa mandiri untuk pertama kali di Kabupaten Kapuas.

“Desa mandiri itu yaitu Desa Bungai Jaya di Kecamatan Basarang. Untuk jumlah desa maju juga bertambah dari enam di tahun 2019 menjadi delapan desa di tahun 2020,” terang Yan Marto.

Tak hanya itu, jumlah desa berkembang juga di Kabupaten Kapuqs bertambah dari 59 desa di tahun 2019 menjadi 94 desa di tahun 2020.

Sedangkan desa tertinggal berkurang dari 116 di tahun 2019 menjadi 104 desa di tahun 2020 dan desa sangat tertinggal berkurang dari 30 fesa di tahun 2019 menjadi 7 desa di tahun 2020.

Yang Marto pun menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih kepada seluruh pemerintah desa yang telah bekerja keras membangun desanya masing-masing sehingga menunjukkan perkembangan yang positif.

“Saya berharap anggaran DD dan ADD dapat lebih fokus digunakan untuk memperbaiki indikator-indikator yang masih kurang terutama Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) melalui pengembangan sektor ekonomi desa sehingga status yang ada dapat kembali ditingkatkan,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Reporter: Ahc25 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Warga Pulang Pisau Keluhkan Harga Gas 3 Kg Rp35 Ribu
apahabar.com

Kalteng

Gugus Tugas Covid-19 Kalteng Dorong Zona Merah Terapkan PSBB
apahabar.com

Kalteng

Polres Barut Selidiki Pelaku Pembuang Orok Bayi di Desa Bintang Ninggi II
apahabar.com

Kalteng

BPTHPT Pelaihari Sosialisasikan Pengembangan Itik di Kawasan Food Estate Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Satu PDP Covid-19 di Kotim Wafat, Masuk Daftar Klaster Gowa
apahabar.com

Kalteng

Pemkab Barut Beri Kelonggaran Beribadah Berjemaah di Masjid
apahabar.com

Kalteng

Nyaris Ambruk, Jembatan Juun Akhirnya Diperbaiki
apahabar.com

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: Tersisa 5 Orang Dirawat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com