Live Streaming SCTV PSG vs Man United Liga Champions Malam Ini, Link Siaran Langsung Vidio.com Demo Setahun Jokowi di Banjarmasin: 5 Remaja Diamankan, Mahasiswa Respons Santuy Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes

Sidang Putusan Etik Plt Direktur Dumas KPK Aprizal Ditunda

- Apahabar.com Senin, 28 September 2020 - 12:00 WIB

Sidang Putusan Etik Plt Direktur Dumas KPK Aprizal Ditunda

Ketua Majelis Etik sekaligus Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di gedung KPK Jakarta, Senin (28/9). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Dewan Pengawas (Dewas) KPK menunda sidang putusan etik terhadap Plt Direktur Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK, Aprizal karena belum melakukan musyawarah majelis.

“Putusan belum bisa dilaksanakan karena belum ada musyawarah majelis dalam perkara ini. Oleh karena itu sidang kami tunda,” kata Ketua Majelis Etik sekaligus Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di gedung KPK Jakarta, Senin (28/9).

Awalnya putusan sidang etik Dewas KPK dengan terperiksa Aprizal dijadwalkan pada Senin, 28 September 2020 pukul 09.00 WIB yang akan berlangsung di auditorium Randi Yusuf gedung ACLC atau gedung KPK lama.

Namun, karena salah satu anggota majelis etik yaitu Syamsuddin Haris terkonfirmasi positif Covid-19 pada 18 September 2020 dan dirawat di RS Pertamina maka dua anggota majelis etik yaitu Tumpak Hatorangan dan Albertina Ho tidak dapat melakukan musyawarah.

“Karena saat ini juga PSBB [pembatasan sosial berskala besar) maka [ditunda sampai] 12 Oktober yang akan datang,” kata Tumpak.

Tumpak berharap sebelum 12 Oktober 2020 Syamsuddin sudah sehat.

“Sidang pembacaan putusan kita tunda Senin, 12 Oktober. Kita harap anggota majelis yang dalam keadaan sakit akan bisa sehat kembali dan kita tidak akan melakukan panggilan lagi, ini adalah panggilan resmi,” kata Tumpak kepada para pihak yang hadir dalam sidang tersebut.

Sidang perdana untuk terperiksa Aprizal dilakukan pada 26 Agustus 2020 atas dugaan melaksanakan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau yang dikenal sebagai “OTT ONJ” tanpa koordinasi.

Ia disangkakan melanggar kode etik dan pedoman perilaku “Sinergi” pada Pasal 5 ayat (2) huruf a Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor: 02 Tahun 2020.

Saat “OTT UNJ” terjadi pada 20 Mei 2020 tim dari Direktorat Pengaduan Masyarakat berada dalam posisi melakukan pencarian informasi, pendalaman hingga verifikasi informasi yang diterima.

Pada saat yang sama Inspektorat Jenderal Kemendikbud juga sedang melakukan fungsi pengawasan internal mereka sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan meminta pendampingan KPK.

Namun, kondisi berubah ketika ada instruksi agar sejumlah pejabat di Kemendikbud dan UNJ dibawa ke kantor KPK.

Tim lalu diperintahkan menjemput orang-orang dari Kemendikbud dan UNJ saat itu menuju lokasi pada sekitar pukul 23.00-24.00 WIB pada hari yang sama.

Perkara itu selanjutnya diserahkan kepada Polda Metro, dan Polda Metro kemudian menghentikan perkara tersebut karena polisi tidak menemukan unsur tindak pidana.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ketika Terjebak Banjir, Mobil Dinas Wakil Bupati Jadi Tempat Bersalin
apahabar.com

Nasional

KPK Berlakukan WFH, Sidang Etik Firli Bahuri Ditunda
apahabar.com

Nasional

Kereta Api Kalsel Masih Sebatas Angan-Angan
apahabar.com

Nasional

Calon Ibukota Baru, Kalimantan Paling Aman dari Tsunami, Tapi…
apahabar.com

Nasional

Incest di Lampung; Tak Cuma Kakak, Pelaku Setubuhi Kambing-Sapi Tetangga
apahabar.com

Nasional

Jubir Covid-19 Ingatkan Penyebaran Masih Terus Terjadi
apahabar.com

Nasional

Mappilu PWI Desak Aparat Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Serentak 2020
apahabar.com

Nasional

Spanduk Bekas Kampanye Pemilu Jadi Jaket Keren
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com