Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes

Stram Kurs Kembali Bakar Al-Qur’an, Ada Apa?

- Apahabar.com Sabtu, 12 September 2020 - 06:30 WIB

Stram Kurs Kembali Bakar Al-Qur’an, Ada Apa?

Kerusuhan yang dipicu dari pembakaran Al-Qur’an oleh kelompok Stram Kurs. Foto-EPA

apahabar.com, STOCKHOLM – Stram Kurs atau Hard Line (dalam bahasa Inggris) adalah kelompok sayap kanan asal Denmark yang kerap membakar Al-Qur’an. Kamis (10/9) kemarin, mereka kembali melakukan aksinya di Stockholm, yang mayoritas dihuni umat Muslim.
Kelompok Stram Kraus didirikan pada 2017 oleh politisi Rasmus Paludan. Kelompok ini adalah partai di pinggiran Denmark yang tidak memenuhi ambang batas parlemen dalam pemilu 2019.

Kelompok ini kerap melakukan pembakaran Al-Qur’an dan mengunggah video aksi mereka ke Facebook. Tindakan ini telah membuat Paludan berada dalam bahaya besar, karena dia telah selamat dari sejumlah upaya pembunuhan selama bertahun-tahun.

Pada akhir Agustus lalu, Stram Kraus mengunjungi kota Malmo di Swedia untuk berdemonstrasi menentang Islam, dengan alasan bahwa Islam tidak dapat diintegrasikan ke dalam masyarakat yang beradab. Kelompok itu melakukan pembakaran Al-Qur’an di daerah Rosengard. Insiden ini memicu kerusuhan di antara penduduk Muslim Malmo. Sehubungan dengan peristiwa tersebut, Paludan dilarang masuk ke Swedia selama dua tahun.

Pemimpin Stram Kurs, Rasmus Paludan sebelumnya mengajukan permohonan izin untuk mengadakan lima demonstrasi di pinggiran kota Stockholm, yang mayoritas dihuni oleh umat Muslim. Kelompok Stram Kraus meminta izin dari otoritas Swedia untuk membakar Al-Qur’an di lingkungan Rinkeby, Fitttja, Alby, Husby, dan Upplansveby pada Sabtu (12/9). Namun pada Kamis (10/9) pagi kelompok tersebut telah membakar Al-Qur’an.

Di halaman Facebook kelompok itu, mereka menyebut Islam sebagai agama yang jahat dan primitif serta tidak memiliki tempat dalam masyarakat yang beradab.

“Islamisasi Swedia merupakan ancaman langsung dan serius bagi keamanan dan kebahagiaan rakyat Denmark. Begitu juga dengan keamanan dan kebahagiaan rakyat Swedia. Kami tidak akan pernah menerimanya tanpa perlawanan!” kata Paludan di Facebook-nya.

Menurut surat kabar Aftonbladet, polisi sedang menyelidiki insiden pembakaran Al-Qur’an tersebut. Polisi mengatakan, tindakan itu adalah sebuah hasutan terhadap suatu kelompok etnis. Sejauh ini, pihak berwenang belum melakukan penangkapan.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Korea Selatan Wajibkan Tes Covid-19 Bagi Tentara AS
apahabar.com

Internasional

China Persilahkan AS Tutup TikTok Ketimbang Jual Paksa
apahabar.com

Internasional

Pesta Pernikahan Picu Lonjakan Baru Kasus Covid-19 di Iran
apahabar.com

Internasional

Debat Capres AS Putaran Kedua Dibatalkan, Trump Tolak Format Virtual
apahabar.com

Internasional

Ratusan Ilmuwan Sebut Virus Corona Mengudara, WHO Didesak Ralat Saran
apahabar.com

Internasional

Pengadilan Malaysia Tagih Pajak pada Najib Rajak
apahabar.com

Internasional

Satu Orang Meninggal Setiap 7 Menit di Iran Akibat Covid-19

Internasional

Guru Sejarah di Prancis Dipenggal Usai Perlihatkan Karikatur Nabi, 7 Orang Tersangka Diseret ke Meja Hijau
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com