Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi Nekat Menjambret Wanita di Siang Bolong, Pemuda Kotabaru Diringkus Tim Macan Bamega Sadis! Begal Mobil Carteran di Pelaihari Buang Jasad Korban ke Hutan Sawit BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen

Suram, Saham Tokyo Dibuka Anjlok Gegara Wall Street

- Apahabar.com Rabu, 9 September 2020 - 11:17 WIB

Suram, Saham Tokyo Dibuka Anjlok Gegara Wall Street

Sejumlah orang berjalan melewati papan elektronik yang menunjukkan rata-rata Nikkei Jepang di luar broker, Tokyo, Jepang. Foto: Reuters via Antara

apahabar.com, TOKYO – Suasana suram menyelimuti pasar saham Tokyo, Rabu (9/9) pagi. Saham-saham teknologi di Wall Street jatuh semalam.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) anjlok 318,13 poin atau 1,37 persen, dari tingkat penutupan Selasa (8/9), menjadi diperdagangkan di 22.956,00 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo turun 22,91 poin atau 1,41 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.597,98 poin.

Saham-saham perusahaan yang berhubungan dengan pertambangan, perbankan, serta minyak dan batu bara mencatat penurunan paling banyak pada awal perdagangan setelah bel pembukaan pagi.

Cukup banyak sentimen negatif yang mengiringi pelemahan bursa saham di AS semalam.

Yang pertama adalah hubungan AS-China yang kembali merenggang dengan ingin memutuskan rantai bisnis dengan China.

Penurunan terbesar terjadi di sektor teknologi, dengan terindikasi Softbank melakukan opsi beli (call option) besar terhadap saham-saham berbasis teknologi, sehingga ada potensi ambil untung besar.

Selanjutnya adalah sentimen dari calon vaksin virus Astrazenecca yang menahan uji coba vaksin buatan mereka setelah ditemukan efek samping di Inggris.

Dari pasar komoditas, harga minyak terpantau turun, dengan Brent minus 5,3 persen dan WTI minus 7,6 persen.

Pelemahan terjadi setelah Arab Saudi menurunkan harga jual minyaknya, serta adanya sentimen negatif dari perkembangan virus Covid-19 yang semakin banyak dan menyebabkan pesimisnya para ekonom dalam memandang ekonomi ke depannya.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 333,82 poin atau 1,43 persen ke 22.940,31, indeks Hang Seng turun 273,71 poin atau 1,11 persen ke 24.350,63, dan indeks Straits Times melemah 13,34 atau 0,53 ke 2.491,42. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Bawang di Rantau Melonjak Naik
apahabar.com

Ekbis

Pagi Ini, Harga Emas Melambung Lagi
apahabar.com

Ekbis

Sukses Usaha Daster Sasirangan, Miliarder Asal Martapura Ini Luncurkan Aplikasi Olshop
apahabar.com

Ekbis

Mulai Hari Ini, Pemerintah Uji Coba Blokir Ponsel Ilegal via IMEI
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Bisa Ambyar Jika Terus Bergantung Batu Bara dan Sawit!
apahabar.com

Ekbis

Terminal Baru Syamsudin Noor, Pemprov Minta AP Utamakan UMKM
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Belum Berencana Lepas Elpiji 3 Kg Non-Subsidi ke Kalimantan Selatan
apahabar.com

Ekbis

Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Dibuka Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com