Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram

Suramnya Prediksi WHO Soal Kasus Kematian Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 15 September 2020 - 08:29 WIB

Suramnya Prediksi WHO Soal Kasus Kematian Covid-19

Ilustrasi: Kompas.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus kematian yang disebabkan Covid-19 diprediksi akan terus meningkat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan Eropa akan mengalami peningkatan jumlah kasus kematian harian Covid-19 pada Oktober dan November 2020.

“Ini akan menjadi lebih sulit. Pada bulan Oktober, November, kita akan melihat lebih banyak kematian,” kata Direktur WHO Eropa, Hans Kluge, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (14/9).

Dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Eropa meningkat tajam, terutama di Spanyol dan Prancis.

Setidaknya, lebih dari 51.000 kasus baru dilaporkan pada hari Jumat (11/9/2020) di 55 negara yang dipantau oleh WHO Eropa. Ini lebih tinggi dari puncak kasus di April 2020.

Meskipun Benua Biru mengalami lonjakan kasus, jumlah kematian relatif stabil. Tapi kebangkitan tersebut diperkirakan akan menyebabkan peningkatan kematian setiap hari.

Lebih dari 50 negara anggota WHO Eropa mengadakan pertemuan online pada hari Senin dan Selasa untuk membahas respons mereka terhadap virus corona dan menyepakati strategi lima tahun mereka secara keseluruhan.

Baca juga :  Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN Kalsel Launching Gerakan Haragu Banua

Hans Kluge mengeluarkan peringatan kepada mereka yang yakin bahwa pengembangan vaksin akan mengakhiri pandemi.

“Saya mendengar sepanjang waktu: ‘Vaksin akan menjadi akhir dari pandemi’. Tentu saja tidak. Kami bahkan tidak tahu apakah vaksin itu akan membantu semua kelompok populasi,” ujar Hans Kluge.

“Kami mendapatkan beberapa tanda sekarang bahwa vaksin itu akan membantu satu kelompok dan bukan untuk kelompok lain.”

Hans Kluge memperingatkan pendekatan yang digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19 barus berdasarkan pada data epidemologis dan kesehatan masyarakat, bukan dipolitisasi.

Dia juga membela pihak berwenang yang ragu-ragu untuk memberlakukan dan melonggarkan lockdown dalam beberapa bulan terakhir karena mereka menghadapi penyakit baru.

“WHO telah disalahkan beberapa kali, tetapi mengkomunikasikan sesuatu yang tidak benar-benar Anda ketahui sangatlah sulit,” ujarnya.

Baca juga :  Hari Tani Nasional, Wawali Banjarbaru Panen Bareng Menteri Pertanian Via Online

Menurut Kluge, seiring dengan kemajuan penelitian, pengetahuan tentang virus tetap tidak sempurna, artinya keputusan harus dibuat dengan gambaran yang tidak lengkap.

“Di sejumlah negara kami melihat bahwa politik menimpa para ilmuwan dan juga di sejumlah negara lain kami melihat orang-orang meragukan sains, itu sangat berbahaya,” papar Hans Kluge.

Di negara-negara yang dicakup oleh WHO Eropa, jumlah kematian harian tetap pada tingkat yang sama sejak awal Juni, dengan sekitar 400 hingga 500 kematian per hari terkait dengan Covid-19, data lembaga menunjukkan.

Terlepas dari tren yang mengkhawatirkan, tanggapan sekarang seharusnya tidak sama dengan yang diadopsi pada musim dingin dan awal musim semi.

“Jika kita memiliki sistem pengawasan yang baik, kita harus bisa mengendalikannya secara lokal dan kemudian dalam beberapa minggu, santai lagi,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi hingga Sandiaga Uno Hadiri Pelantikan Pengurus Hipmi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tegaskan Pemerintah Tak Larang Warga Beribadah
apahabar.com

Nasional

Rp 143 Miliar Dari Korsel Untuk Palu
apahabar.com

Nasional

Imlek 2019: Intip Hal Tabu dalam Tradisi China
apahabar.com

Nasional

Tiket Pesawat Mahal, Sektor Pariwisata Melambat
apahabar.com

Nasional

Pengamat Sarankan PLN Kembangkan Alternatif Sistem Jaringan
apahabar.com

Nasional

Respon Kalsel Pembangunan Ibu Kota Tak Rambah Hutan Lindung
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tiba di Canberra
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com