3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Suramnya Prediksi WHO Soal Kasus Kematian Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 15 September 2020 - 08:29 WIB

Suramnya Prediksi WHO Soal Kasus Kematian Covid-19

Ilustrasi: Kompas.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kasus kematian yang disebabkan Covid-19 diprediksi akan terus meningkat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan Eropa akan mengalami peningkatan jumlah kasus kematian harian Covid-19 pada Oktober dan November 2020.

“Ini akan menjadi lebih sulit. Pada bulan Oktober, November, kita akan melihat lebih banyak kematian,” kata Direktur WHO Eropa, Hans Kluge, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (14/9).

Dalam beberapa pekan terakhir, kasus Covid-19 di Eropa meningkat tajam, terutama di Spanyol dan Prancis.

Setidaknya, lebih dari 51.000 kasus baru dilaporkan pada hari Jumat (11/9/2020) di 55 negara yang dipantau oleh WHO Eropa. Ini lebih tinggi dari puncak kasus di April 2020.

Meskipun Benua Biru mengalami lonjakan kasus, jumlah kematian relatif stabil. Tapi kebangkitan tersebut diperkirakan akan menyebabkan peningkatan kematian setiap hari.

Lebih dari 50 negara anggota WHO Eropa mengadakan pertemuan online pada hari Senin dan Selasa untuk membahas respons mereka terhadap virus corona dan menyepakati strategi lima tahun mereka secara keseluruhan.

Hans Kluge mengeluarkan peringatan kepada mereka yang yakin bahwa pengembangan vaksin akan mengakhiri pandemi.

“Saya mendengar sepanjang waktu: ‘Vaksin akan menjadi akhir dari pandemi’. Tentu saja tidak. Kami bahkan tidak tahu apakah vaksin itu akan membantu semua kelompok populasi,” ujar Hans Kluge.

“Kami mendapatkan beberapa tanda sekarang bahwa vaksin itu akan membantu satu kelompok dan bukan untuk kelompok lain.”

Hans Kluge memperingatkan pendekatan yang digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19 barus berdasarkan pada data epidemologis dan kesehatan masyarakat, bukan dipolitisasi.

Dia juga membela pihak berwenang yang ragu-ragu untuk memberlakukan dan melonggarkan lockdown dalam beberapa bulan terakhir karena mereka menghadapi penyakit baru.

“WHO telah disalahkan beberapa kali, tetapi mengkomunikasikan sesuatu yang tidak benar-benar Anda ketahui sangatlah sulit,” ujarnya.

Menurut Kluge, seiring dengan kemajuan penelitian, pengetahuan tentang virus tetap tidak sempurna, artinya keputusan harus dibuat dengan gambaran yang tidak lengkap.

“Di sejumlah negara kami melihat bahwa politik menimpa para ilmuwan dan juga di sejumlah negara lain kami melihat orang-orang meragukan sains, itu sangat berbahaya,” papar Hans Kluge.

Di negara-negara yang dicakup oleh WHO Eropa, jumlah kematian harian tetap pada tingkat yang sama sejak awal Juni, dengan sekitar 400 hingga 500 kematian per hari terkait dengan Covid-19, data lembaga menunjukkan.

Terlepas dari tren yang mengkhawatirkan, tanggapan sekarang seharusnya tidak sama dengan yang diadopsi pada musim dingin dan awal musim semi.

“Jika kita memiliki sistem pengawasan yang baik, kita harus bisa mengendalikannya secara lokal dan kemudian dalam beberapa minggu, santai lagi,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Alur Pendaftaran PPDB SD Negeri 2019
apahabar.com

Nasional

Pengakuan Jemaah Jumatan di Martapura Saat Pandemi Corona
YAPPIKA: Ruang Kelas SD Rusak di Indonesia Meningkat

Nasional

YAPPIKA: Ruang Kelas SD Rusak di Indonesia Meningkat
apahabar.com

Nasional

Menko PMK Sebut Semangat Omnibus Law Menciptakan Lapangan Kerja
apahabar.com

Nasional

Nekat, Anggota KPPS Akhiri Nyawa dengan Minum Racun
apahabar.com

Nasional

Tiba di Labuan Bajo, Presiden Punya Tiga Agenda Sekaligus
apahabar.com

Nasional

Tala Siap Jadi Penyuplai Pangan Ibu Kota Baru Indonesia
apahabar.com

Nasional

Bekas Menteri SBY Wanti-Wanti Rencana Jadikan Kalsel Ibu Kota RI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com