Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Susun Regulasi, Kemenag RI Sebut Jemaah Umrah yang Diprioritaskan

- Apahabar.com Jumat, 25 September 2020 - 10:30 WIB

Susun Regulasi, Kemenag RI Sebut Jemaah Umrah yang Diprioritaskan

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Setelah Arab Saudi mengumumkan akan kembali membuka penyelenggaraan umrah secara bertahap, Kementerian Agama (Kemenag) RI menyiapkan regulasi umrah di masa pandemi Covid-19.

“Komunikasi dan koordinasi terus dibangun melalui perwakilan pemerintah RI di Arab Saudi dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Marfi Hatim seperti dikutip apahabar.com dari Ihram.id, Jumat (25/9).

Regulasi tersebut dibutuhkan karena hingga kini pandemi Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Selain itu, negara juga harus hadir dalam rangka memberikan pelayanan, pembinaan, dan pelindungan kepada jamaah umrah.

“Regulasi ini menitikberatkan pada aspek kesehatan dan keselamatan jamaah,” katanya.

Beberapa yang sedang dibahas antara lain terkait penerapan protokol kesehatan, batasan usia dan ketentuan tentang penyakit bawaan atau penyerta. Termasuk juga aturan skema transportasi dan aspek pelayanan lainnya yang diberikan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Pembahasan regulasi tersebut melibatkan lintas kementerian dan lembaga terkait terutama Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Satgas Penanganan Covid-19, dan asosiasi PPIU.

Arfi menegaskan, pembahasan regulasi juga akan memerhatikan kebijakan yang diterbitkan Arab Saudi dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Sebab, layanan umrah lebih banyak diberikan saat jamaah di Arab Saudi.

Misalnya, apakah Arab Saudi akan menerapkan karantina atau tidak, mekanismenya seperti apa dan bagaimana ketentuan yang terkait dengan tes bebas Covid-19.

“Kita juga masih mengkaji dan mempertimbangkan segala resikonya. Kita tidak ingin ada kluster umrah sekembalinya mereka melaksanakan umrah dan negara harus hadir,” kata dia.

Ia menambahkan, jika Indonesia diizinkan memberangkatkan jemaah, maka akan diprioritaskan mereka yang tertunda keberangkatannya sejak 27 Februari 2020.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Khutbah Jumat di Masjid Al-Karomah, Simak Pesan Guru Hasanuddin
apahabar.com

Habar

Matahari Tepat di Atas Kakbah, Cek Arah Kiblat di Tanggal Ini
apahabar.com

Habar

Demi Kenyamaan Jemaah Haul Guru Sekumpul, Ini yang Dilakukan DLH Banjar
apahabar.com

Habar

Segelas Teh, Cukupkah untuk Bersahur?
haul

Habar

Bahas Haul Abah Guru Sekumpul, Dandim Martapura Silaturahmi dengan Guru Sa’duddin
apahabar.com

Habar

Sembilan Tahun di Turki, Firdaus Kangen Takbiran dan Bingka Banjar
apahabar.com

Habar

Posko Induk Luncurkan Logo Haul Abah Guru Sekumpul ke-14
apahabar.com

Habar

Update Haul Guru Sekumpul ke 15:Relawan Posko Induk Sibuk Pasang Rambu Penunjuk Arah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com