KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Tiga Jadwal Krusial Persib di Liga 1 2020 Bulan Oktober, Madura vs Persib, Persib vs Bali United, PSM Makassar vs Persib Resmi, Mendagri Tunjuk Dua Pjs Wali Kota Banjarbaru dan Bupati Kotabaru BREAKING NEWS: Pelantikan Pjs Bupati Kotabaru dan Wali Kota Banjarbaru Segera Digelar Bocoran Lima Kepala Dinas Pemkot Banjarmasin Terpilih Keluar, Simak Nama-Namanya

Tanah Diduga Diserobot Pengembang Perumahan Karunia Indah 3, Sukanto Rela Kayuh Sepeda Demi Bertemu Gubernur Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 8 September 2020 - 21:51 WIB

Tanah Diduga Diserobot Pengembang Perumahan Karunia Indah 3, Sukanto Rela Kayuh Sepeda Demi Bertemu Gubernur Kalsel

Sukanto (55) menunjukkan surat atas tanahnya yang diserobot pengembang Perumahan Karunia Indah 3. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Gara-gara tanahnya di Jalan Kasturi II Ujung, RT 29, RW 06, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru diduga diserobot pengembang Komplek Perumahan Karunia Indah 3, Sukanto (55) rela mengayuh sepeda puluhan kilo untuk bertemu Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Selasa (8/9) siang.

Dia bersepeda mulai pukul 08.00 pagi dari Banjarbaru ke Banjarmasin demi bertemu Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Ia meminta keadilan atas tanah yang anggap diklaim sepihak oleh Komplek Perumahan.

“Saya sudah menggarap tanah itu 34 tahun, dan 24 tahun terakhir sudah saya SKT dan saya bayar PBB nya,” kata Sukanto saat ditemui apahabar.com di halaman Mesjid Sabilal Muhtadin tadi siang.

Baca juga :  Posko Pemenangan Diresmikan, Ibnu-Arifin Nomor Urut 2 Siap Menang di Pilwali Banjarmasin 2020

Sukanto menceritakan, konflik itu bermula di Desember 2016. Ada orang tak dikenal yang mengklaim tanah yang sudah dibangunnya rumah itu. Beberapa tahun berselang, dia di panggil ke meja hijau, digugat dan kalah di tingkat Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi.

“Lama-lama terjadi sidang, di PN kalah, di Pengadilan Tinggi kalah. Tingkat kasasi kalah juga,” katanya.

“Walau saya kalah, setidaknya saya masih punya hak karena saya nyangkulin setiap hari di situ, makan saya di situ,” sambungnya dengan suara bergetar.

Meski kalah di pengadilan, dia memohon hak sebagai warga negara Indonesia mendapatkan sandang, pangan, papan, keadilan, keamanan dan kenyamanan.

Baca juga :  Oppo Segera Membawa Reno4 F ke Indonesia

“Saya merasa tidak dihargai sebagai warga negara Republik Indonesia,” tuturnya.

Dari tanah seluas 9.450 meter persegi milik Sukanto pernah ditawarkan untuk diganti oleh pihak perumahan. Namun luas yang diganti itu hanya sekitar 200 meter persegi.

Tawaran itu tentu ditolak, karena tak sebanding dengan tanah yang ikut diambil oleh pengembang perumahan tadi.

Meski usahanya gagal untuk bertemu dengan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Sukanto berharap ada campur tangan pemerintah yang bisa membantunya.

Dia menyebut, Kamis (10/9/2020) nanti, rumahnya akan dibongkar karena kalah di pengadilan. Lantas ia hanya menunggu nasib.

Editor: Syarif

Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

WBK, Solusi Minimalisir Peredaran Narkoba dari Balik Bapas
apahabar.com

Kalsel

BPTD XV Kalsel Tindak 69 Pelanggar di Jembatan Timbang Kintap
apahabar.com

Kalsel

Refleksi Hari Sumpah Pemuda 2019, KNPI Prihatin IPP Kalsel Terendah se-Indonesia
Kontak Erat dengan Ulin 1, Dua Pasien asal Banjarmasin Positif Covid-19

Kalsel

Kontak Erat dengan Ulin 1, Dua Pasien asal Banjarmasin Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS..!! Cemara Raya Geger Kobaran Api
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 di Kotabaru Naik, Warga Diminta Patuhi Pemerintah
apahabar.com

Kalsel

Kawal AKB, Polda Kalsel Sisipkan Protokol Kesehatan di Operasi Patuh Intan 2020
apahabar.com

Kalsel

Tiba di Arafah, Jemaah Haji HST akan Mulai Wukuf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com