Biang Kerok Banjir Kalsel, Ternyata Tak Cuma Tambang dan Sawit Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel

Tanah Diduga Diserobot Pengembang Perumahan Karunia Indah 3, Sukanto Rela Kayuh Sepeda Demi Bertemu Gubernur Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 8 September 2020 - 21:51 WIB

Tanah Diduga Diserobot Pengembang Perumahan Karunia Indah 3, Sukanto Rela Kayuh Sepeda Demi Bertemu Gubernur Kalsel

Sukanto (55) menunjukkan surat atas tanahnya yang diserobot pengembang Perumahan Karunia Indah 3. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Gara-gara tanahnya di Jalan Kasturi II Ujung, RT 29, RW 06, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru diduga diserobot pengembang Komplek Perumahan Karunia Indah 3, Sukanto (55) rela mengayuh sepeda puluhan kilo untuk bertemu Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Selasa (8/9) siang.

Dia bersepeda mulai pukul 08.00 pagi dari Banjarbaru ke Banjarmasin demi bertemu Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Ia meminta keadilan atas tanah yang anggap diklaim sepihak oleh Komplek Perumahan.

“Saya sudah menggarap tanah itu 34 tahun, dan 24 tahun terakhir sudah saya SKT dan saya bayar PBB nya,” kata Sukanto saat ditemui apahabar.com di halaman Mesjid Sabilal Muhtadin tadi siang.

Sukanto menceritakan, konflik itu bermula di Desember 2016. Ada orang tak dikenal yang mengklaim tanah yang sudah dibangunnya rumah itu. Beberapa tahun berselang, dia di panggil ke meja hijau, digugat dan kalah di tingkat Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Tinggi.

“Lama-lama terjadi sidang, di PN kalah, di Pengadilan Tinggi kalah. Tingkat kasasi kalah juga,” katanya.

“Walau saya kalah, setidaknya saya masih punya hak karena saya nyangkulin setiap hari di situ, makan saya di situ,” sambungnya dengan suara bergetar.

Meski kalah di pengadilan, dia memohon hak sebagai warga negara Indonesia mendapatkan sandang, pangan, papan, keadilan, keamanan dan kenyamanan.

“Saya merasa tidak dihargai sebagai warga negara Republik Indonesia,” tuturnya.

Dari tanah seluas 9.450 meter persegi milik Sukanto pernah ditawarkan untuk diganti oleh pihak perumahan. Namun luas yang diganti itu hanya sekitar 200 meter persegi.

Tawaran itu tentu ditolak, karena tak sebanding dengan tanah yang ikut diambil oleh pengembang perumahan tadi.

Meski usahanya gagal untuk bertemu dengan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Sukanto berharap ada campur tangan pemerintah yang bisa membantunya.

Dia menyebut, Kamis (10/9/2020) nanti, rumahnya akan dibongkar karena kalah di pengadilan. Lantas ia hanya menunggu nasib.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kasat Lantas

Kalsel

Duh, Pengemudi Honda HRV Insiden Laka Tunggal di Tabalong Positif Narkoba
Komisi IV DPRD Kalsel Segera Sampaikan Aspirasi Buruh ke DPR RI

Kalsel

Komisi IV DPRD Kalsel Segera Sampaikan Aspirasi Buruh ke DPR RI
apahabar.com

Kalsel

Breaking News! Kampung Gadang Membara, Dua Gang Dilalap Api
apahabar.com

Kalsel

Jangan Lewatkan Puncak Haornas Malam Ini, Ada Iis Dahlia Juga
apahabar.com

Kalsel

Lantik Notaris Pengganti, Kanwil Kemenkumham Kalsel Terapkan Physical Distancing
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS..! Tabrakan Maut di Basirih, Dua Tewas
apahabar.com

Kalsel

Asyik Ngelem, Bocah Ingusan di RK Ilir Diringkus Tim Harat
apahabar.com

Kalsel

Geger, Sesosok Mayat Mengapung di Bawah Jembatan Dewi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com