Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap

Tarif Air 10 Kubik Dicabut, 21 Ribu Warga di Banjarmasin Paling Menikmati

- Apahabar.com Jumat, 18 September 2020 - 11:52 WIB

Tarif Air 10 Kubik Dicabut, 21 Ribu Warga di Banjarmasin Paling Menikmati

Pemkot Banjarmasin mencabut kebijakan satu kubik bayar 10 kubik untuk meringankan beban warga saat Covid-19 mewabah. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Wali Kota Ibnu Sina resmi mencabut tarif pemakaian air minimum 10 kubik.

Lantas, berapa jumlah warga yang selama ini terdampak kebijakan itu?

Rupanya ada sebanyak 21 ribu pelanggan. Mereka ini dikategorikan sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selama tiga tahun belakangan, mereka yang menggunakan air di bawah 10 meter kubik namun tetap membayar 10 meter kubik.

“Jumlah 21 ribu itu sama dengan jumlah penduduk miskin di kota ini, dari sebanyak 179 ribu pelanggan PDAM Bandarmasih,” ujar Ibnu Sina, dilansir Antara, Jumat (18/9).

Penghapusan tarif air minimum ini, kata dia, salah satunya guna merespons aspirasi masyarakat.

“Aspirasi ini kan disuarakan lewat DPRD saat turun reses ke lapangan, disuarakan para pelanggan juga secara langsung, ditambah lagi masa pandemi Covid-19 ini, kita harus membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Usai mengikuti rapat paripurna dewan terkait dengan pengesahan APBD Perubahan 2020 di gedung dewan kota, ia mengatakan pencabutan kebijakan sejak 2017 itu sebagai keputusan murni untuk merespons aspirasi masyarakat.

Namun Ibnu membantah keputusan itu karena Banjarmasin hendak Pilkada.

Alasan lain, adalah situasi ekonomi yang terpukul pandemi Covid-19. Masa pagebluk, menurutnya, adalah waktu yang tepat untuk meringankan beban masyarakat.

Adapun kebijakan baru ini akan dimulai saat pembayaran tarif pada Oktober 2020, atau untuk tagihan yang dibayarkan pada November.

Penghapusan tarif minimum ini, kata dia. juga selaras dengan program pemotongan tarif 50 persen bagi pelanggan MBR.

“Sebelumnya beberapa bulan tarif diberi pemotongan hingga 50 persen bagi pelanggan MBR ini,” ungkapnya.

Diskon tarif 50 persen, kata dia, sebagai stimulus bagi usaha perhotelan dan restoran pada masa pandemi Covid-19, di mana sejak Maret hingga Juni tidak dipungut pajak.

Namun, ada yang menarik di balik keputusan Wali Kota Ibnu Sina yang tiba-tiba mencabut kebijakan tarif dasar air minum.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin dan Kotabaru Masuk Program TMMD ke-105
apahabar.com

Kalsel

Adu Tangkas Perkuat Silaturrahmi Sesama Anggota Damkar Banjarmasin
Relawan Damkar Martim Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Amuntai

Kalsel

Relawan Damkar Martim Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Amuntai
apahabar.com

Kalsel

Serahkan Berkas, Andin Optimis Dicalonkan Golkar
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Banjar 3 Kali Terima Penghargaan SAKIP
apahabar.com

Kalsel

Kamis Siang, BMKG Prakirakan Enam Daerah Dilanda Hujan Berpetir
apahabar.com

Kalsel

Tak Ditemukan, Pencarian ABK di Sungai Tapin Dihentikan
apahabar.com

Kalsel

Polisi Amankan Dua Tersangka Penadah Hasil Kejahatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com