Belum Dilantik, 5 Calon Kepala Dinas di Banjarmasin Dibuat Waswas Diam-Diam, Penembak Mati Kades Jirak Tabalong Sudah Divonis! Resmi, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran BirinMu ke Bawaslu Kalsel Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kalsel, Penantang BirinMu Beber Sederet Bukti dari Amuntai Terpapar Covid-19, Calon Wali Kota Bontang Adi Darma Tutup Usia

TBS PT AGU di Pandran Barut Diduga Dicuri Massal

- Apahabar.com Minggu, 13 September 2020 - 17:49 WIB

TBS PT AGU di Pandran Barut Diduga Dicuri Massal

Ilustrasi buah kelapa sawit. Foto-Net

apahabar.com, MUARA TEWEH – Sekelompok warga diduga melakukan aksi pencurian hasil panen tandan buah segar (TBS) milik PT Antang Ganda Utama (AGU) di kebun Pandran, Barito Utara (Barut), Kalteng.

Aksi pencurian itu diduga dilakukan secara terang-terangan dan diduga dilakukan secara massal.

Pihak perusahaan yang bergerak dalam perkebunan kepala sawit itu berharap aparat maupun instansi terkait lainnya segera bertindak agar permasalahan segera tuntas,

Untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut, General Manager PT AGU wilayah Kalteng, Raju Wardana, mengatakan bahwa pihaknya telah menyurati sejumlah pihak pada Agustus lalu, di antaranya Bupati Barut, Ketua DPRD, Kapolres, Ketua DAD dan sejumlah pejabat terkait.

Baca juga :  Mengamuk Pakai Mandau dan Serang Polisi, Warga Mandomai Kapuas Ditangkap

“Selain menyangkut perihal pencurian atas panen massal TBS di Desa Pandran Raya dalam kebun Pandran PT AGU, surat yang kami sampaikan juga menanggapi masalah tuntutan hak tanah ulayat adat kemasyarakatan oleh oknum kepala desa. Padahal Desa Pandran Raya hanya memiliki wilayah kurang lebih 780 hektare dan tidak masuk wilayah PT AGU yang sudah memiliki HGU,” ungkap Raju.

Namun, dikatakan Raju, dasar mereka mengklaim lahan seluas 600 hektare di dalam PT AGU hingga saat ini juga tidak jelas dan sampai sekarang belum ada titik terang seperti apa prosesnya.

Ia berharap permasalahan pencurian itu segera mendapat tindakan dari pihak yang berwenang sebab dari aksi pencurian massal tersebut mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, dan juga bagi pekerja di bagian pemanenan.

Baca juga :  Kunjungi Kalteng, Stafsus Kepresidenan Ingin Promosikan Obat Tradisional Lokal

“Jika dihitung, kerugian kami akibat pencurian TBS ini mencapai Rp2,6 miliar lebih. Penjarahan ini terhitung sejak Mei lalu, bahkan pos satpam di Pandran Raya juga dirusak sekelompok massa. Dan permasalahan itu sudah kami laporkan ke Polres Barut,” katanya.

Menurut Raju, lahan yang diklaim warga Pandran Raya ini sudah memilik HGU No.03 Tahun 2005.

“Permasalahan ini sudah pernah dilakukan dengar pendapat di DPRD Barut serta di Kecamatan Teweh Selatan, tetapi belum juga ada penyelesaian,” ujarnya.

Editor: Aprianoor

Reporter: Ahc17 - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Penyerapan ADD dan DD Lampeong II di Barut Terancam Nol Persen
apahabar.com

Kalteng

Warga Desa Sakata Bangun Kapuas Dirapid Test, Hasilnya?
apahabar.com

Kalteng

Penjualan Hewan Kurban di Kapuas Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Bupati Barut Intruksikan Sekolah Diliburkan
apahabar.com

Kalteng

Mantan Pejabat Kalteng Diminta Kembalikan Aset Daerah
apahabar.com

Kalteng

Polda Kalteng Musnahkan 1,34 Kg Sabu, Terbanyak dari Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Kapolres Kapuas Cek Lahan Pembangunan Kantor Polsub Sektor Dadahup
apahabar.com

Kalteng

Desa Sentra Pertanian di Barut Keluhkan Jalan Penghubung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com