Usai Sahur, 9 Rumah di Pelambuan Banjarmasin Hangus Terbakar! POPULER SEPEKAN: Jasad Dipocong Karung di HST hingga Rapid Tes Penumpang Feri Tanjung Serdang Waspada! Kalsel Bakal Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang  Pakai Knalpot Brong, Puluhan Unit Sepeda Motor di Banjarmasin Ditilang Kampung Ambon Digerebek Lagi! Pistol-Narkoba hingga Pesawat Nirawak Diamankan

Tekan Transmisi Covid-19 Baru, Buang Masker Sekali Pakai dengan Benar

- Apahabar.com Senin, 7 September 2020 - 08:00 WIB

Tekan Transmisi Covid-19 Baru, Buang Masker Sekali Pakai dengan Benar

Ilustrasi mengenakan masker untuk mencegah virus corona. Foto-unsplash.com/@anikolleshi

apahabar.com, JAKARTA – Mengenakan masker jadi keseharian orang banyak seluruh dunia. Adapatasi itu adalah sederet cara untuk menekan transmisi Covid-19 baru. Lantas bagaimana cara membuang masker sekali pakai dengan benar?

Dilansir Liputan6.com dari laman AsiaOne, masker sekali pakai harus dibuang setelah digunakan. Meski masker berfungsi jadi alat pelindung dari droplet corona, masker dapat menjadi bahaya jika tidak dibuang dengan benar.

Penelitian telah menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 dapat bertahan selama berjam-jam di udara hingga berhari-hari di permukaan. Kemungkinan infeksi tinggi ketika permukaan ini dibiarkan terbuka dan orang menyentuhnya.

Dr Wong Chen Seong, seorang konsultan di National Centre for Infectious Diseases, berbicara kepada Today, bahwa masker yang dibuang secara tidak benar dapat menjadi masalah kesehatan potensial jika orang-orang bersentuhan dengannya.

“Cara penularan virus ke orang lain dengan cara ini adalah melalui kontak yaitu, jika orang lain secara tidak sengaja menyentuh masker kotor, dan kemudian menyentuh wajah mereka sendiri,” katanya.

Juga kepada Today, Dr Leong Hoe Nam, seorang ahli penyakit menular di Mount Elizabeth Novena Specialist Center, menyebut masker yang terpapar juga memiliki “risiko kecil” untuk menularkan virus melalui udara. Bahaya lain dari masker sekali pakai adalah berdampak pada lingkungan dan satwa liar.

Awal tahun ini, laporan soal masker yang dibuang tergeletak di tempat umum, membuat marah warga Singapura. Tidak hanya dianggap mengotori, hal itu juga meningkatkan risiko penularan virus dan potensi bahaya bagi satwa liar.

Perilaku ini tak hanya di antara warga Singapura. Pada Juli, British Broadcasting Corporation (BBC) melaporkan United Kingdom Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) telah menemukan seekor burung camar dengan kaki terjerat dalam masker wajah.

Inspektur RSPCA Adam Jones mencatat, bahwa tali elastis telah mengencang di sekitar kaki burung camar dan persendiannya bengkak dan sakit. Hal ini tanda yang jelas bahwa masker tersebut telah ada di sana selama beberapa waktu.

Cara Membuang

Lewat pemakaian masker wajah yang kini telah menjadi kewajiban, RSPCA percaya bahwa akan ada lebih banyak (masker) yang dibuang secara tidak bertanggung jawab dan hewan liar serta burung akan terjerat di tali elastis. Lalu bagaimana dapat membuang masker dengan cara aman, baik bagi manusia dan hewan?

Menurut Raffles Health, Anda harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melepas masker. Saat melepas masker, berhati-hati untuk tidak menyentuh bagian depan masker yang dianggap paling banyak terkena bakteri.

Hal ini agar Anda tidak menginfeksi diri Anda dengan bakteri potensial yang berada di permukaan masker Anda. Pegang kedua tali di samping dan tarik masker ke telinga Anda dengan ibu jari dan jari. Pegang tali saja, buang masker ke tempat sampah tertutup.

Cara lain, lipat masker Anda beberapa kali, ikat dengan tali pengikat dan bungkus dengan tisu sebelum membuatnya. Hal tersebut seperti ditunjukkan oleh Dr Leong dalam siaran langsung Facebook.

World Health Organisation (WHO) juga menganjurkan agar Anda mencuci tangan dengan sabun dan air setelah membuang masker. Untuk memastikan bahwa hewan tidak terjerat tali masker wajah Anda, potong talinya sebelum dibuang dengan aman, tanpa menyentuh masker dengan tangan kosong. (Lip6)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sepeda Motor Terbanyak

Gaya

Nih! 10 Provinsi dengan Sepeda Motor Terbanyak, Adakah Kalsel?
apahabar.com

Gaya

Angkat Isu Pers dan Seni, Yayasan Palatar Gelar “Basurah”
apahabar.com

Gaya

Cara Orang Miliki Mobil Diperkirakan Bakal Berubah
Pesan Dokter Kulit Saat Corona

Gaya

Pesan Dokter Kulit Saat Corona
apahabar.com

Gaya

Rantai Motor Berkarat Saat Musim Hujan, Ini Solusinya
apahabar.com

Gaya

Sistem Transportasi Publik Pintar Masa Depan Sedang Diuji
apahabar.com

Gaya

Potong Rambut Sendiri Saat Wabah Corona, Berikut Caranya
apahabar.com

Gaya

Ngidam Makanan Manis, Asin, atau Pedas? Berikut Ini Penjelasan di Baliknya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com