Ribuan Buruh Kepung DPRD Kalsel, Supian HK Janjikan Pertemuan dengan DPD-DPR RI Hasil Liga Champions, Real Madrid Dipermalukan Shakhtar Donetsk, Skor Akhir 3-2 Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap

Tenang, Resesi Indonesia Bisa Tak Separah Negara Lain Asalkan…

- Apahabar.com Jumat, 25 September 2020 - 12:08 WIB

Tenang, Resesi Indonesia Bisa Tak Separah Negara Lain Asalkan…

Masyarakat Indonesia diminta tak menahan konsumsi sebagai siasat menahan laju resesi ekonomi akibat pandemi Covid -19. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Tutup bulan tinggal menghitung hari. Resesi ekonomi sudah di depan mata. Lantas apa saja yang perlu dipersiapkan?

Kementerian Keuangan mengingatkan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 akan minus 1,1 persen hingga 2,9 persen.

Pertumbuhan ekonomi tanah air di akhir tahun diprediksi minus 1,7-0,6 persen, karena pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada sektor ekonomi, namun kelesuan ekonomi Indonesia diperkirakan tak separah negara lain.

Kasus positif Covid-19 Indonesia terkonfirmasi perdana, pertengahan Maret silam. Sejak itu, Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro bilang ekonomi kuartal I melambat signifikan ke level 2,97 persen.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III diprakirakan masih akan berada pada teritori negatif, namun dengan arah membaik dibandingkan kuartal II 2020,” kata Andry, seperti dilansir Detik.com dari sebuah diskusi virtual, Jumat (25/9).

Resesi ekonomi juga dirasakan oleh banyak negara-negara dunia, kecuali Vietnam dan Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi mereka masih terbilang positif.

“Sejalan dengan dinamika ekonomi global,” ujarnya.

Namun demikian, resesi yang dialami oleh Indonesia diperkirakan takkan sedalam negara-negara seperti India, Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapore, maupun negara-negara maju di Kawasan Eropa dan AS

Pertumbuhan ekonomi sektoral Kuartal III dan IV dibayangi risiko dampak penerapan PSBB wilayah DKI Jakarta, sejak tanggal 14 September, dan risiko peningkatan kasus Covid-19.

Analisis Bank Mandiri, pertumbuhan full-year ekonomi Indonesia pada 2020 berada pada kisaran -1% sampai dengan -2%.

Pemulihan ekonomi Indonesia masih akan bergantung pada sektor-sektor jasa-jasa seperti, perdagangan, transportasi, hotel, restoran, dan jasa-jasa perusahaan. Termasuk sektor industri pengolahan yang bergantung perbaikan daya beli dan keyakinan masyarakat membelanjakan uangnya.

Perekonomian Indonesia diperkirakan memasuki masa pemulihan di 2021 asalkan kurva kasus Covid-19 menunjukkan perlambatan, dan prospek produksi vaksin Tiongkok. Saat itu, Andry memperkirakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 4,4 persen.

Resesi ekonomi sudah di depan mata, lantas apa yang perlu dilakukan?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, dilansir dari Detik Finance, menilai masyarakat kurang tepat jika menahan konsumsi.

“Menahan konsumsi justru membuat pemulihan ekonomi Indonesia semakin berat,” ujarnya.

Pasalnya, konsumsi rumah tangga merupakan tulang punggung dari produk domestik bruto atau PDB Indonesia.

“Indonesia basisnya konsumsi, 58% terhadap PDB. Ya situasi begini kan tidak bisa berharap bahwa ekspor-impor dan investasi normal, ya jalannya konsumsi harus dipertahankan,” tutur Tauhid.

Sementara Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengingatkan agar masyarakat tidak panik atau bahkan depresi.

“Jangan panik, justru itu bisa memperdalam krisisnya,” pungkas Faisal.

Hal senada juga diungkap oleh Ekonom INDEF, Dradjad Wibowo. Menurutnya, Indonesia akan lolos dari resesi jika meningkatkan konsumsi rumah tangga.

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Rp1 Juta per Gram, Simak 4 Taktik Investasinya
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Bulog Jamin Stok Bapok Kalsel Aman
apahabar.com

Ekbis

Terdampak Pandemi, Indocement Optimistis Penjualan Meningkat di Semerter II
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Selesaikan Pengeboran Fase 4 di Blok Algeria
apahabar.com

Ekbis

Avtur dan Solar Sumbang Penurunan Impor Migas
apahabar.com

Ekbis

Bahan Pokok di Pasar Marabahan Diprediksi Aman Sebulan ke Depan
apahabar.com

Ekbis

Ini Tarif Baru Penerbangan Domestik Lion Air
apahabar.com

Ekbis

Menanti Stimulus Ekonomi, IHSG Diprediksi Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com