Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi Pekan Ini, Rupiah Berpeluang Tembus Rp 14.000 Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max

Terkait Pengundian Nomor Urut Paslon di Pilgub Kalsel, Bawaslu Punya Catatan Potensi ‘Pelanggaran’

- Apahabar.com Jumat, 25 September 2020 - 11:45 WIB

Terkait Pengundian Nomor Urut Paslon di Pilgub Kalsel, Bawaslu Punya Catatan Potensi ‘Pelanggaran’

Sabbirin Noor-Muhidin masih bersaing sengit dengan Denny Indrayana-Difriadi Darjat di penghitungan suara Pilgub Kalsel 2020. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan (Kalsel) buka suara terkait pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel.

Di mana, Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi menetapkan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel di Pilkada Serentak 2020.
Nomor urut 01 diperoleh oleh pasangan Sahbirin-Muhidin. Sedangkan pasangan Denny Indrayana-Difriadi Darjat nomor urut 02.

“Sejauh pengawasan kami kemarin, maka tidak ditemukan pelanggaran,” ucap Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah kepada apahabar.com, Jumat (25/9) pagi.
Kendati demikian, Erna tetap memberikan sederet catatan terkait pengundian nomor urut tersebut.

Pertama, teknis penyelenggaraan yang dilakukan sudah sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Kondisi Bencana Non-alam Coronavirus Disease 2019.

“Teknis penyelenggaraan sudah sesuai dengan PKPU yang berlaku, yakni menghadirkan bakal pasangan calon dan 1 orang penghubung,” katanya.

Kemudian, ia menyoroti jumlah para pendukung pasangan calon yang berada di luar ruangan dan berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Bahkan ada yang sampai ditegur dan dibubarkan aparat keamanan,” bebernya.
Mereka juga sudah mengingatkan kepada pasangan calon agar tidak melakukan arak-arakan bersama pendukung masing-masing.

“Ke depan, kami berharap pasangan calon dapat mengkondisikan para pendukung agar memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengundian nomor urut dilaksanakan setelah KPU Kalsel melaksanakan rapat pleno terbuka dengan memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini termaktub dalam Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Kondisi Bencana Nonalam Coronavirus Disease 2019.

Dalam Pasal 55 dijelaskan, KPU provinsi atau KPU kabupaten atau kota melaksanakan rapat pleno terbuka untuk pengundian nomor urut pasangan calon dalam pemilihan serentak lanjutan.

Dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Hanya dihadiri oleh: pasangan calon, 2 orang perwakilan Bawaslu provinsi atau Bawaslu kabupaten atau kota sesuai dengan tingkatannya, 1 orang penghubung pasangan calon, dan 7 atau 5 orang anggota KPU provinsi, atau 5 orang anggota KPU kabupatenbatau kota.
b. Peserta yang hadir dalam pengundian nomor urut pasangan calon sebagaimana dimaksud dalam huruf a wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 9.
Sekedar diketahui, head to head dua pasangan calon dipastikan terjadi di Pilgub Kalsel 2020.

Di atas kertas, pasangan Sahbirin-Muhidin jauh lebih unggul karena diusung sejumlah parpol besar.

Di antaranya Partai Golkar 12 kursi, PDI Perjuangan 8 kursi, PAN 6 kursi, PKS 5 kursi, PKB 5 kursi, dan Nasdem 4 kursi di DPRD Kalsel.

Ditambah parpol non parlemen seperti PSI, Perindo, dan PKPI.

Sehingga total keseluruhan partai pengusung sebanyak 40 kursi di DPRD Kalsel.
Jika dipersentasekan, angkanya mencapai kurang lebih 73 persen dukungan ke arah petahana.

Sementara, pasangan Denny Indrayana-Difriadi Darjat hanya mengantongi 14 kursi parlemen atau sekira 27 persen.

Mereka ada Partai Gerindra 8 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, dan PPP 3 kursi di DPRD Kalsel. Ditambah satu parpol non parlemen, yakni Partai Berkarya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sempat Hijau, Belitung Utara Kembali Zona Merah Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Jelang Ramadan, Intip Cara Pengusaha Wanita Kalsel Gelar Pasar Murah
vaksinasi covid-19

Kalsel

Dinkes Tanbu Siapkan 87 Pelaksana Vaksinasi
apahabar.com

Kalsel

Walau Belum Ekstrem, Harga Gas Melon di Marabahan Mulai Naik
apahabar.com

Kalsel

SAKIP Mengubah Paradigma Pemerintah Soal Anggaran
apahabar.com

Kalsel

167 Rumah di Wilayah Langganan Banjir Martapura Masih Terendam
apahabar.com

Kalsel

Warga Keluhkan Lambannya Penanganan Jalan Amblas di Banua Lawas
apahabar.com

Kalsel

Pengedar Melawan Saat Dibekuk, Kombes Wisnu: Tunggu Hari Nahasnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com