Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Tertekan, Mantan Manajer Kampanye Trump Nyaris Bunuh Diri

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 12:15 WIB

Tertekan, Mantan Manajer Kampanye Trump Nyaris Bunuh Diri

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Mantan manajer kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Brad Parscale nyaris bunuh diri pada Minggu (27/9). Dia diduga defresi setelah dipecat usai kampanye Trump di Tulsa, Oklahoma.

Polisi menyebut Brad memiliki 10 pucuk senjata api. Brad diduga memukul istrinya hingga mengancam akan melukai dirinya sendiri.

Dalam video bodycam polisi, istri Brad bernama Candice, terlihat di luar rumah dengan bikini dan handuk mengatakan sang suami “bertingkah gila” dan memasukkan pistol.

“Saya melihatnya membuka tirai di halaman depan dan dia menutupnya dan saya mendengar apa yang saya pikir adalah tembakan,” kata polisi dikutip dari AFP, Selasa (29/9).

Rekaman itu menunjukkan Brad muncul dari rumah dengan bertelanjang dada dan memegang kaleng bir.

Brad pun ditangkap oleh polisi, dijatuhkan ke tanah dan diikat dengan borgol saat dia berulang kali mengatakan, “Saya tidak melakukan apa-apa.”

Laporan polisi menyatakan Brad tampak mabuk. Menurut sang istri, Brad belakangan menjadi pribadi yang penuh kekerasan.

“Saya melihat beberapa luka memar berukuran besar di kedua lengan, pipi dan dahinya,” tulis Detektif Steven Smith dalam laporan tersebut.

Smith lalu bertanya kepada istri Brad mengenai beberapa luka memar di tubuhnya.

“Ketika saya bertanya bagaimana dia menerima memar itu, (dia) menyatakan bahwa Brad Parscale memukulnya,” ucap Smith.

Brad Parscale dipecat pada Juli, empat bulan jelang Pilpres. Dia diberhentikan tak lama setelah kampanye Trump di Tulsa, Oklahoma dikritik karena penampilannya yang buruk. Kendati demikian, Brad tetap menjadi anggota senior tim kampanye capres petahana itu.

Kampanye Trump di Tulsa juga kena prank fans K-Pop dan pengguna TikTok. Jutaan orang sudah mendaftar, namun mereka adalah fans K-Pop dan pengguna Tiktok. Banyak dari mereka yang mendaftar tapi tidak datang, sehingga jumlah peserta yang hadir jauh dari harapan.(Cnn)

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

PBB Kritik Penerapan Hukum Syariah di Brunei
apahabar.com

Internasional

Menlu RI-AS Komitmen Hormati Hukum Internasional di Laut China Selatan

Internasional

Trump Ancam Gunakan Militer, Menhan AS Menolak
Olimpiade Tokyo 2020

Internasional

Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda, Kerugian Jepang Diprediksi Mencapai Puluhan Triliun
apahabar.com

Internasional

Dikabarkan Kritis Gegara Corona, Donald Trump Masih Berambisi
apahabar.com

Internasional

Rusia Hadiahkan Uang Taliban untuk Bunuh Tentara AS di Afganistan
apahabar.com

Internasional

Update Hasil Pilpres AS, Biden Tinggal 6 Suara, Trump Ajukan Gugatan Setop Penghitungan di Michigan
Vaksin Covid-19

Internasional

Jubir Kremlin: Putin Akan Disuntik Vaksin Covid-19 Milik Rusia Sendiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com