Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Tertekan, Mantan Manajer Kampanye Trump Nyaris Bunuh Diri

- Apahabar.com Selasa, 29 September 2020 - 12:15 WIB

Tertekan, Mantan Manajer Kampanye Trump Nyaris Bunuh Diri

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Mantan manajer kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Brad Parscale nyaris bunuh diri pada Minggu (27/9). Dia diduga defresi setelah dipecat usai kampanye Trump di Tulsa, Oklahoma.

Polisi menyebut Brad memiliki 10 pucuk senjata api. Brad diduga memukul istrinya hingga mengancam akan melukai dirinya sendiri.

Dalam video bodycam polisi, istri Brad bernama Candice, terlihat di luar rumah dengan bikini dan handuk mengatakan sang suami “bertingkah gila” dan memasukkan pistol.

“Saya melihatnya membuka tirai di halaman depan dan dia menutupnya dan saya mendengar apa yang saya pikir adalah tembakan,” kata polisi dikutip dari AFP, Selasa (29/9).

Rekaman itu menunjukkan Brad muncul dari rumah dengan bertelanjang dada dan memegang kaleng bir.

Brad pun ditangkap oleh polisi, dijatuhkan ke tanah dan diikat dengan borgol saat dia berulang kali mengatakan, “Saya tidak melakukan apa-apa.”

Laporan polisi menyatakan Brad tampak mabuk. Menurut sang istri, Brad belakangan menjadi pribadi yang penuh kekerasan.

“Saya melihat beberapa luka memar berukuran besar di kedua lengan, pipi dan dahinya,” tulis Detektif Steven Smith dalam laporan tersebut.

Smith lalu bertanya kepada istri Brad mengenai beberapa luka memar di tubuhnya.

“Ketika saya bertanya bagaimana dia menerima memar itu, (dia) menyatakan bahwa Brad Parscale memukulnya,” ucap Smith.

Brad Parscale dipecat pada Juli, empat bulan jelang Pilpres. Dia diberhentikan tak lama setelah kampanye Trump di Tulsa, Oklahoma dikritik karena penampilannya yang buruk. Kendati demikian, Brad tetap menjadi anggota senior tim kampanye capres petahana itu.

Kampanye Trump di Tulsa juga kena prank fans K-Pop dan pengguna TikTok. Jutaan orang sudah mendaftar, namun mereka adalah fans K-Pop dan pengguna Tiktok. Banyak dari mereka yang mendaftar tapi tidak datang, sehingga jumlah peserta yang hadir jauh dari harapan.(Cnn)

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Covid-19 di AS dan Eropa Melonjak, Harga Minyak Anjlok 3%
apahabar.com

Internasional

Analisis Kotak Hitam, Pesawat Ukraina Jatuh Setelah Dihantam 2 Rudal Iran

Internasional

MITI Malaysia Batasi 10 Persen WFO Saat PKPB
apahabar.com

Internasional

Rekor Global, WHO Catat 230.370 Kasus Covid-19 dalam 24 Jam
apahabar.com

Internasional

10 Peserta Terbaik IndonesiaNEXT 2018, Salah Satunya dari Kalimantan
apahabar.com

Internasional

Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko Terpapar Virus Corona
apahabar.com

Internasional

Pfizer-BioNTech Mulai Studi Tahap Akhir Kandidat Vaksin Covid-19
apahabar.com

Internasional

Postingan Hina Rasulullah, Picu Kerusuhan Berdarah di India
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com