Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup!

TikTok dan WeChat Dilarang di AS, China Siapkan Serangan Balasan

- Apahabar.com Minggu, 20 September 2020 - 08:54 WIB

TikTok dan WeChat Dilarang di AS, China Siapkan Serangan Balasan

Ilustrasi: Foto-BBC

apahabar.com, JAKARTA – Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan yang melarang aplikasi berbagi video TikTok dan aplikasi pembayaran elektronik dan media sosial WeChat.

Kebijakan kontroversial itu pun memicu respons Pemerintah China. Jika AS tetap bertahan, China diprediksi akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingan yang sah dua perusahaan China itu.

Demikian pernyataan Kementerian Perdagangan China (Mofcom) yang beredar di sejumlah media setempat, Minggu (20/9).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melarang warganya menggunakan dua aplikasi buatan China tersebut per 20 September 2020.

Larangan tersebut dinilai merusak hak perusahaan dan mengganggu tatanan pasar.

Mofcom menilai keputusan AS tidak berdasar dan dapat merusak kepercayaan investor internasional yang hendak berinvestasi di sana.

“Kami kecewa atas keputusan tersebut dan aplikasi ini diblokir bagi pengunduh baru mulai Minggu serta aplikasi ini dilarang mulai 12 November. Di AS kami punya komunitas pengguna TikTok sebanyak 100 juta karena ini telah menjadi tempat hiburan, ekspresi pribadi, dan menjalin koneksi,” demikian manajemen TikTok perwakilan AS dikutip Xinhua.

Kementerian Perdagangan AS, Jumat (18/9), mengeluarkan keputusan bahwa aplikasi TikTok sudah tidak bisa ditemukan lagi di Apple Store dan Googgle Pay mulai Minggu (20/9).

Kemudian mulai 12 November 2020, TikTok dan WeChat akan dilarang di negara adidaya itu.

Sebelumnya TikTok berhasil merangkul perusahaan data internet asal AS Oracle. Saat ini kesepekatan kedua perusahaan tersebut sedang menunggu persetujuan dari otoritas di China dan AS.

Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Down, Facebook Pastikan Bukan Akibat Serangan DDoS
apahabar.com

Internasional

Khabib Nurmagomedov Berduka, Ayahnya Meninggal karena Covid-19
apahabar.com

Internasional

Bill Gates Ingin Bangun Pembangkit Listrik Nuklir
apahabar.com

Internasional

Riset: 9 dari 10 Pasien Sembuh Covid-19 Alami Efek Samping
apahabar.com

Internasional

AS Catat Rekor 5 Juta Kasus Covid-19
apahabar.com

Internasional

Lindungi Anak dari Bahaya Internet, China Revisi UU
apahabar.com

Internasional

Sekjen PBB Serukan Vaksin Covid-19 Harus Jadi Milik Bersama
apahabar.com

Internasional

Kim Jong Un: Tak Akan Ada lagi Perang, Senjata Nuklir Hanya untuk Bertahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com