Tak Sempat Telan Sabu, Warga Amuntai Keburu Diringkus Satresnarkoba HSU Pemerintah Tetapkan 1,3 Juta Formasi CPNS 2021 Pandemi Covid-19, Wakil Rakyat Banjarmasin Malah Minta Mobil Baru Gegara Bakar Sarang Tawon, Rumah di Balikpapan Baru Nyaris Ludes Patroli Gabungan di Tabalong, Petugas Sita Puluhan Elpiji 3 Kg!

Tinggal Sehari Lagi, Pendaftaran UMKM Penerima Bantuan Langsung Tunai di Batola

- Apahabar.com Selasa, 1 September 2020 - 18:40 WIB

Tinggal Sehari Lagi, Pendaftaran UMKM Penerima Bantuan Langsung Tunai di Batola

Pelaku UMKM didorong mampu menghadapi dampak pandemi Covid-19 melalui bantuan senilai Rp2,4 juta. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Selama sepekan pendaftaran, sudah lebih dari 2.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berusaha mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) demi menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM tersebut menyasar 12 juta UMKM di seluruh Indonesia. Mereka yang lolos verifikasi, berhak mendapatkan bantuan tunai senilai Rp2,4 juta.

“Untuk sementara kuota per kabupaten sebanyak 2.000 UMKM,” ungkap Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Batola, H Irwan Noor, Selasa (1/9).

“Namun demikian, jumlah tersebut bisa saja lebih atau kurang lantaran setiap kabupaten dapat saling menutupi target 12 juta UMKM,” imbuhnya.

Pun tidak semua pelaku UMKM dapat menerima bantuan. Sesuai persyaratan yang dikeluarkan Kemenkop UKM, sasaran BLT adalah UMKM dengan aset di bawah Rp50 juta dan omset dibawah 300 juta.

Persyaratan lain adalah tidak sedang menerima kredit atau pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun perbankan lain. Mereka juga bukan Aparatur Sipil Negara, anggota TNI/Polri, maupun pegawai BUMN/BUMD.

Sejak pendaftaran dibuka 25 Agustus 2020, sudah 2.000 UMKM yang mendaftarkan diri. Kendati sudah memenuhi kuota sementara, Diskoperindag Batola masih membuka pendaftaran hingga, Rabu (2/9).

“Pendaftaran dapat melalui aparat desa, kecamatan, atau langsung datang ke Kantor Diskoperindag Batola,” jelas Irwan.

“Sementara jadwal pencairan belum ditentukan, karena kami hanya menghimpun data. Semua data terkumpul diteruskan ke Dinas Koperasi UKM Kalsel, selanjutnya diverifikasi BPKP, sebelum dikirim ke Kemenkop UKM,” sambungnya.

Di sisi lain, UMKM yang disokong memiliki jenis usaha bebas, “Setidaknya usaha mereka masuk akal. Kalau tukang pijat rasanya tidak masuk, karena tak dapat dikembangkan,” timpal Mariam, Kepala Seksi Bina Usaha Mikro.

“Berbeda dengan pedagang kelontongan atau makanan dan minuman. Hal tersebut disebabkan bantuan ini bersifat modal usaha, bukan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bertujuan memperkuat ketersediaan bahan pokok,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 di Kalsel Tambah Lagi
Atta Halilintar

Kalsel

Momen Haru YouTuber Fadil Jaidi Saat Kunjungi Korban Banjir Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Waspada Banjir dan Puting Beliung, Ini Wilayah di Kabupaten Banjar yang Rentan
apahabar.com

Kalsel

Operasi Lilin Intan, Polres Balangan Periksa Urine Supir
Sekumpul

Kalsel

Suasana Lengang Sekumpul Tanpa Haul ke-16
apahabar.com

Kalsel

Jalin Kerja Sama Pemberantasan Narkoba, Kapolda Kalsel Terima Kunjungan Kepala BNNP Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Komsos dengan Kodim 1007/Banjarmasin, KBT Dibekali Pembekalan Penanggulangan Bencana
apahabar.com

Kalsel

Rancangan APBD Banjarmasin 2020 Capai Triliunan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com