Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Tinggal Sehari Lagi, Pendaftaran UMKM Penerima Bantuan Langsung Tunai di Batola

- Apahabar.com Selasa, 1 September 2020 - 18:40 WIB

Tinggal Sehari Lagi, Pendaftaran UMKM Penerima Bantuan Langsung Tunai di Batola

Pelaku UMKM didorong mampu menghadapi dampak pandemi Covid-19 melalui bantuan senilai Rp2,4 juta. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Selama sepekan pendaftaran, sudah lebih dari 2.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berusaha mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) demi menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM tersebut menyasar 12 juta UMKM di seluruh Indonesia. Mereka yang lolos verifikasi, berhak mendapatkan bantuan tunai senilai Rp2,4 juta.

“Untuk sementara kuota per kabupaten sebanyak 2.000 UMKM,” ungkap Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Batola, H Irwan Noor, Selasa (1/9).

“Namun demikian, jumlah tersebut bisa saja lebih atau kurang lantaran setiap kabupaten dapat saling menutupi target 12 juta UMKM,” imbuhnya.

Pun tidak semua pelaku UMKM dapat menerima bantuan. Sesuai persyaratan yang dikeluarkan Kemenkop UKM, sasaran BLT adalah UMKM dengan aset di bawah Rp50 juta dan omset dibawah 300 juta.

Persyaratan lain adalah tidak sedang menerima kredit atau pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun perbankan lain. Mereka juga bukan Aparatur Sipil Negara, anggota TNI/Polri, maupun pegawai BUMN/BUMD.

Sejak pendaftaran dibuka 25 Agustus 2020, sudah 2.000 UMKM yang mendaftarkan diri. Kendati sudah memenuhi kuota sementara, Diskoperindag Batola masih membuka pendaftaran hingga, Rabu (2/9).

“Pendaftaran dapat melalui aparat desa, kecamatan, atau langsung datang ke Kantor Diskoperindag Batola,” jelas Irwan.

“Sementara jadwal pencairan belum ditentukan, karena kami hanya menghimpun data. Semua data terkumpul diteruskan ke Dinas Koperasi UKM Kalsel, selanjutnya diverifikasi BPKP, sebelum dikirim ke Kemenkop UKM,” sambungnya.

Di sisi lain, UMKM yang disokong memiliki jenis usaha bebas, “Setidaknya usaha mereka masuk akal. Kalau tukang pijat rasanya tidak masuk, karena tak dapat dikembangkan,” timpal Mariam, Kepala Seksi Bina Usaha Mikro.

“Berbeda dengan pedagang kelontongan atau makanan dan minuman. Hal tersebut disebabkan bantuan ini bersifat modal usaha, bukan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bertujuan memperkuat ketersediaan bahan pokok,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Melancong ke Thailand, Warga Tapin OPD Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Atasi Over Kapasitas, Pemda Tala Bakal Bangun 1 Blok Rutan
apahabar.com

Kalsel

‘Nyasar’ ke Martapura, Rombongan Finlandia dan Estonia Puji Destinasi Alam
apahabar.com

Kalsel

Alasan 11 Tahun Aturan Zonasi BPK Kota Banjarmasin Masih Sulit Diterapkan
apahabar.com

Kalsel

Disabilitas di Batola Didorong Punya Keterampilan
apahabar.com

Kalsel

LIPSUS HARJAD HST: Wakil Bupati HST Resmikan Etalase KAT di Meratus
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarmasin : Segera Robohkan Bangunan Jomblo Itu
apahabar.com

Kalsel

Dorr!! Spesialis Pencuri Mobil Mewah Bati-Bati Dilumpuhkan Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com