Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Trump dan Biden Adu Mulut, Harga Emas Menciut

- Apahabar.com Rabu, 30 September 2020 - 11:19 WIB

Trump dan Biden Adu Mulut, Harga Emas Menciut

ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Debat perdana calon presiden AS, Donald Trump dan Joe Biden diduga memicu menciutnya harga emas, Rabu (30/09). Pasalnya, pasar sedang fokus mencermati isi dari pembicaraan keduanya.

Pada 09.10 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,19% ke US$ 1.894,5/troy ons. Kemarin harga emas ditutup di US$ 1.897,7/troy ons, nyaris menyentuh level psikologis US$ 1.900/troy ons setelah sepekan ambrol dari level tersebut.

Indeks dolar sejatinya sedang drop. Hari ini indeks dolar yang mengukur posisi greenback terhadap mata uang lain tersebut terkoreksi 0,05%. Namun seperti biasa ketika ada peristiwa penting seperti rilis data ekonomi, harga emas cenderung volatile.

Hari ini menjadi hari perdana kedua calon presiden AS Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat melangsungkan debat. Pemilu AS tinggal sebentar lagi. Peristiwa politis yang terjadi empat tahun sekali itu menjadi faktor yang terus dicermati oleh pasar.

Harga emas memang terkoreksi hari ini. Namun sepanjang minggu ini harga logam mulia tersebut masih berada di zona apresiasi.

Optimisme soal kelanjutan stimulus bantuan Covid-19 di AS membantu mendongkrak harga emas.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengatakan pihaknya telah berbicara dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin terkait paket stimulus senilai US$ 2,2 triliun yang harapannya bisa disahkan pekan ini.

Seperti diketahui bersama, harga emas telah merangkak naik lebih dari 20% sepanjang tahun akibat masifnya stimulus yang digelontorkan pemerintah maupun bank sentral untuk menahan perekonomian dari kejatuhan lebih dalam akibat pandemi Covid-19.

Emas sebagai aset safe haven sekaligus lindung nilai memang mendapat berkah ketika ada ekspektasi inflasi yang lebih tinggi di masa depan akibat adanya pasokan uang yang berlimpah ini. (cnbc)

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dipicu Sentimen Virus Corona, Rupiah Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik
apahabar.com

Ekbis

Stok Logistik Kalsel Aman, 250 Ton Gula Masuk Awal Ramadan
apahabar.com

Ekbis

Subsidi Elpiji 3 Kg Bakal Dihapus, Warga Kalsel Siap-Siap Gunakan Kayu Bakar
apahabar.com

Ekbis

Nadalsyah Impikan Barut Miliki Pabrik Ilir Sawit
apahabar.com

Ekbis

Ini Kelebihan dan Kekurangan Berinvestasi Emas
apahabar.com

Ekbis

Saham China Melemah, Hong Kong Dibuka Lebih Tinggi
apahabar.com

Ekbis

Harga Karet Anjlok, Sebagian Warga Nupang Nuding Bercocok Tanam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com