Dana BOS Gencar Disosialisasikan, Berikut Pesan Kadisdik Kapuas Pernah Cekcok, Warga LAS HST Nekat Bacok Rekan Sekampungnya Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar!

Warga Dayak Meratus Berduka, Damang Ayal Kusal Wafat

- Apahabar.com Jumat, 18 September 2020 - 16:22 WIB

Warga Dayak Meratus Berduka, Damang Ayal Kusal Wafat

Prosesi pemakaman Damang Ayal Kusal di Dusun Malaris, Kecamatan Loksado. apahabar.com/Ahc27

apahabar.com, KANDANGAN – Kabar duka menghampiri warga adat Dayak Meratus, setelah Damang Kalimantan Selatan (Kalsel) Ayal Kusal wafat, Jumat (18/9).

Ayal Kusal merupakan tokoh sentral mengepalai seluruh warga adat Meratus se-Kalsel.

Damang Ayal Kusal menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 01.00 WITA dini hari.

Damang Ayal Kusal jadi sesepuh sekaligus orang yang mengepalai para Pengulu (Kepala Adat) Meratus itu, merupakan warga Dusun Malaris, Desa Loklahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Jenazah mendiang Damang Ayal Kusal dikebumikan sekitar pukul 13.00 Wita di tengah rimbun hutan, sekitar 100 meter dari Balai Adat Malaris.

Prosesi pemakaman Damang Ayal Kusal, dilaksanakan dengan ritual adat Balian Jandih. Para keluarga, kerabat dan tokoh-tokoh adat Dayak Meratus hadir dalam pemakaman itu.

“Beliau semasa hidupnya sangat baik kepada siapapun, banyak meninggalkan kesan baik pada keluarga,” ucap Aslan, menantu dari mendiang Damang kepada apahabar.com, Jumat.

Diungkapkannya, usia Damang Ayal Kusal sebelum meninggal sekitar 78 tahun. “Beliau kelahiran tahun 1942,” ucap Aslan.

Sebelum meninggal, Damang Ayal Kusal dalam kondisi sering sakit, terutama gula darahnya tinggi.

Berkenaan status Ayal Kusal sebagai Kepala Kedamangan Adat Meratus se Kalsel, sehingga jabatan itu sedang kosong sepeninggalnya.

Aslan mengatakan untuk mengganti kepemimpinan harus dilakukan musyawarah adat Dayat Meratus terlebih dulu.

Musyawarah, yakni dengan mengundang seluruh Damang ataupun tokoh adat perwakilan tiap wilayah Meratus.

“Saat ini kosong, nanti dimusyawarahkan untuk memilih pemimpin baru,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kisah Dokter Zainal: Disayang Warga, Dibuang ke Pulau Sembilan, Dewan Pasang Badan
Nico Afinta

Kalsel

Mengintip Harta Kekayaan Irjen Nico Afinta: Tanah Miliaran Rupiah di Jaksel dan Semarang
apahabar.com

Kalsel

Pengawasan Pilkada 2020, Bawaslu Usulkan Rp 12 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Panitia Penyelenggara Pemilu di Batola Jalani Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Gelar Salat Hajat, Mitra TNI-POLRI Harapkan Pemilu Damai
apahabar.com

Kalsel

Makan Bersama, Cara Polsek Banjarmasin Timur Bina Anak Jalanan
apahabar.com

Kalsel

Andalkan Kapal, Pasok Logistik ke Enam Desa di Kawasan Terujung HSS
apahabar.com

Kalsel

VIDEO: Ketatnya Reka Ulang Pembunuhan Istri Muda Pembakal HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com